Search
Sabtu 8 Agustus 2020
  • :
  • :

Guru Harus Dapat Kembangkan Potensi Siswa

Starberita – Batubara, Salah satu tujuan penting pembelajaran adalah untuk mengembangkan potensi siswa. Sebab, dari sekian banyak potensi, kreativitas merupakan potensi yang sangat penting dalam hidup mereka kelak. Sebagaimana hal tersebut dikatakan Plt.Kadisdik Kabupaten Batubara, Ilyas Sitorus saat Membuka Pelatihan Praktik Baik Pembelajaran Modul II Kelas Rendah di SDN Sei Suka Deras Kabupaten Batu Bara, Selasa (19/11/2019).

Kegiatan ini turut dihadiri District Coordinator Kabupaten Batubara Tanoto Foundation, Bobby Widanto, 12 Kepala Sekolah Mitra dari Dinas Pendidikan, 4 Kepala Madrasah dari Kementerian Agama Kabupaten Batubara, serta Perwakilan Guru-guru Kelas Rendah.

Lebih lanjut Ilyas mengatakan bahwa, Pendekatan pembelajaran yang dapat mengembangkan potensi tersebut antara lain ‘Pendekatan Belajar Aktif’. Dimana menurutnya, pendekatan tersebut telah lama dikenal para guru di Indonesia, paling sedikit sejak tahun 1979.

“Namun lagi, kualitas penerapannya di sekolah masih perlu ditingkatkan. Terrlebih, guru sangat perlu memiliki pemahaman yang baik tentang pendekatan tersebut untuk mendukung peran penting mereka dalam mengembangkan potensi siswa tersebut,” ujar Ilyas.

Mengulang pembicaraannya dalam diskusi bersama Pihak Tanoto beberapa waktu yang lalu di Kantor Dinas Pendidikan Batubara, ia mengatakan bahwa Tanoto Foundation dalam melaksanakan Program PINTAR di Modul I telah melakukan dan mengembangkan pendekatan diantaranya Pendekatan Belajar Aktif (MIKiR), Pertanyaan produktif, imajinatif, dan terbuka serta Pengelolaan kelas.

“Keseluruhan kegatan ini diimplementasikan dalam pelajaran IPA, IPS, Matematika, Bahasa Indonesia, dan pengajaran kelas awal. Modul tersebut telah diimplementasikan di kelas-kelas sekolah dan madrasah mitra sejak dilatihkan kepada guru, disusul dengan pendampingan dengan pendekatan lesson study,” tambah ilyas.

Bertitik tolak dari proses belajar dalam pembelajaran tersebutlah, maka Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara ke depan akan bekerja sama dengan Tanoto Foundation dalam pengembangannya ke kecamatan yang belum tersentuh program PINTAR ini.

Perwakilan Tanoto Foundation, Bobby Widanto selaku District Coordinator Kabupaten Batu Bara mengatakan Tanoto Foundation dalam Modul 1 telah menunjukkan hasil kegiatan dan pendampingan Melalui show case di tingkat Kabupaten. Implementasi modul 1 juga dilakukan di luar sekolah mitra melalui diseminasi program PINTAR oleh pemerintah daerah di kabupaten mitra. Modul 2 merupakan pengembangan dari modul 1.

Secara teknis, jelas Bobby, modul 1 mengenalkan kerangka berpikir secara umum tentang pendekatan pembelajaran aktif, sedangkan modul 2 meletakkan kerangka berpikir tersebut pada karakterisik tiap mata pelajaran.

“Pelatihan modul 2 dirancang agar guru memiliki pengetahuan dan pengalaman konkrit minimal dalam 3 hal, yakni Metodologi/proses khas tiap mata pelajaran, Keterampilan khas mata pelajaran, dan Pemodelan. Sebab memodelkan pembelajaran adalah salah satu konsep mapel yang mencerminkan metodologi dan keterampilan khas mapel,” jelas Bobby.

Khusus untuk kelas awal SD/MI, sambung Bobby, materi modul 2 berfokus pada literasi kelas awal untuk menguatkan kemampuan siswa dalam hal membaca. Karena menurutnya, hal ini merupakan dasar bagi belajar mata pelajaran lain.

Masih menurut Boby, peserta pelatihan modul 2 di bagi dalam 2 gelombang, Gelombang 1 untuk Kelas Awal/Rendah yang dilaksanakan pada 19 – 21 November 2019 yang mewakili Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Literasi Kelas Awal. Sedangkan gelombang 2 untuk Kelas Tinggi akan dilaksanakan pada 26 – 28 November 2019 yang mewakili Pelajaran IPA, IPS dan Matematika.

“Kegiatan ini difasilitasi oleh 10 Orang Fasda Pembelajaran Tingkat SD/MI Tanoto Foundation dan dibantu oleh Fasilitator Nasional Ibu Sermaulipa Simbolon, S.Pd yang berasal dari Kabupaten Karo,” kata Bobby. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: