Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Mitos atau Fakta, Penderita Diabetes Gak Boleh Makan Enak?
Search
Jumat 13 Desember 2019
  • :
  • :

Mitos atau Fakta, Penderita Diabetes Gak Boleh Makan Enak?

Starberita – Jakarta, Penderita diabetest kerap merasa tersiksa jika bicara mengenai makanan enak. Sebab, saat sudah divonis mengidap penyakit ini, menu makanan harus diperhatikan. Anggapan ini tak seutuhnya tepat, karena  sebenarnya mereka tetap bisa mengonsumsi makanan enak, asal dibatasi jumlahnya.

Hal ini berlaku untuk semua makanan, mulai dari karbohidrat, gula, lemak, dan lain-lain. Gula darah penderita diabetes mudah sekali naik turun. Untuk menjaganya tetap stabil, diabetesi- sebutan untuk penyandang diabetes, diharuskan mengontrol jumlah asupan makanan. Masing-masing makanan memiliki takarannya sendiri-sendiri.

“Kalo udah diabetes kita harus mengatur asupan makan kita. Gula, orang diabetes itu gak boleh lebih dari 4 sendok makan. Jadi, sama seperti orang normal. Kemudian lemaknya, karena semua orang diabetes itu berisiko untuk mempunyai kadar kolesterol yang tinggi, jadi lemaknya juga harus diatur,” ujar Dr. dr. Fiastuti Witjaksono, MS, MSc, SpGK(K), di Jakarta, bebeberapa waktu lalu.

Lebih lanjur Dr. Fiastuti mengatakan, ada tiga jenis lemak yang harus diketahui oleh penderita Diabetes, yakni lemak jenuh, lemak tidak jenuh tunggal, dan lemak tidak jenuh ganda. Kebanyakan adalah lemak jenuh, yang bisa menyebabkan gangguan lipid atau gangguan lemak darah.

“Gula bisa kita atur, gula putih, gula merah, gula aren, madu, itu tidak boleh lebih dari 4 sendok makan per hari. Jadi kita bisa kombinasi. Karbohidrat tetap butuh, tapi yang disebut karbohidrat kompleks atau yang indeks glikemiknya rendah,” ucapnya.

Pengaturan porsi tersebut, bertujuan agar kadar gula darah tidak naik dan turun seenaknya. Karena inilah yang sering terjadi pada penderita diabetes. Gula darah yang naik tinggi pada penderita diabetes disebut juga dengan hiperglikemi, sedangkan jika gula darah turun disebut hipoglikemi.

“Keduanya adalah komplikasi akut, komplikasi jangka panjangnya atau kronik itu stroke, serangan jantung, gangguan ginjal dan gangguan pada syaraf. Itu semua yang harus kita jaga supaya diabetesi tidak makin banyak komplikasinya, bisa terkontrol gula darahnya, dan bisa hidup seperti orang sehat pada umumnya,” tuturnya. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan

error: