Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Mengenal Artemisia Annua, Herbal yang Berpotensi Basmi Kanker & Malaria
Search
Sabtu 7 Desember 2019
  • :
  • :

Mengenal Artemisia Annua, Herbal yang Berpotensi Basmi Kanker & Malaria

Starberita – Jakarta, Artemisia annua atau yang sering dikenal sebagai artemisinin telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Ini karena artemisia annua dipercaya memiliki manfaat untuk mengatasi beragam penyakit. Sebagian besar khasiat ini diduga berasal dari senyawa artemisinin yang bersifat antimikroba, antioksidan, antiradang, bahkan disebut-sebut antikanker. Benarkah demikian?

Beragam manfaat Artemisia annua

Komponen utama dari Artemisia annua adalah senyawa yang disebut artemisinin.

Artemisinin tersusun dari ikatan karbon, hidrogen, dan oksigen yang mampu berinteraksi dengan berbagai fungsi tubuh dan reaksi kimia di dalamnya.

Dengan adanya senyawa aktif tersebut, berikut adalah beberapa manfaat yang bisa Anda peroleh dari tanaman Artemisia annua:

1. Berpotensi mengobati malaria

Artemisinin dan berbagai senyawa turunannya merupakan racun bagi parasit penyebab malaria, terutama dari spesies Plasmodium falciparum.

Begitu memasuki aliran darah, Plasmodium akan menginfeksi dan menghancurkan sel-sel darah merah.

Namun, artemisinin yang terdapat pada sel-sel darah merah akan berubah menjadi radikal bebas dengan bantuan zat besi.

Radikal bebas lalu berikatan dengan protein di dalam parasit dan mengacaukan struktur membrannya. Parasit pun tidak bisa berkembang dan akhirnya mati.

2. Melawan infeksi parasit lain

Manfaat Artemisia annua dalam melawan parasit tak hanya terbatas pada Plasmodium.

Senyawa aktif di dalamnya pun efektif untuk melawan infeksi parasit lain. Terutama parasit penyebab leishmaniasis, penyakit Chagas, dan penyakit tidur Afrika.

Leishmaniasis dapat menyebabkan luka pada kulit, gangguan fungsi sejumlah organ, hingga perdarahan.

Sementara itu, penyakit Chagas bisa mengakibatkan peradangan pada kulit dan berbagai jaringan tubuh, khususnya jantung dan usus.

3. Berpotensi mencegah penyakit gusi

Selain parasit, ekstrak tanaman yang dikenal dengan nama sweet wormwood ini juga ampuh menangkal infeksi beberapa jenis bakteri.

Hal ini disebabkan karena artemisinin yang terkandung di dalamnya memiliki sifat antibakteri yang cukup kuat.

Pada penelitian dalam The Korean Journal of Physiology & PharmacologyArtemisia annua diketahui memiliki manfaat dalam melawan 3 jenis bakteri penyebab penyakit gusi.

Bakteri-bakteri tersebut adalah A. actinomycetemcomitans, F. nucleatum, dan P. intermedia.

4. Meringankan nyeri radang sendi

Penelitian yang sama turut menemukan bahwa artemisinin dalam tanaman Artemisia annua berpotensi meredakan nyeri radang sendi.

Temuan ini berkaitan dengan efek artemisinin yang terbukti  dapat menghambat pelepasan sitokin. Sitokin adalah sejenis protein yang dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh.

Pelepasan sitokin dalam jumlah besar akan memicu peradangan dan menimbulkan nyeri seperti halnya pada penderita radang sendi.

Artemisinin disinyalir meredakan nyeri dengan menghambat proses tersebut.

5. Berpotensi menurunkan risiko kanker

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengkaji manfaat Artemisia annua dalam melawan kanker.

Sebagian diantaranya menunjukkan bahwa artemisinin berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker jika digabungkan dengan pengobatan kemoterapi.

Hingga kini, bukti mengenai sifat antikanker yang dimiliki Artemisia annua masih terbatas pada penelitian terhadap hewan.

Meskipun berpotensi, diperlukan penelitian lebih lanjut yang mengkaji manfaatnya bagi manusia. Artemisia annua, atau sweet wormwood, merupakan tanaman herbal dengan manfaat yang menjanjikan.

Keampuhannya dalam melawan parasit bahkan membuatnya menjadi obat malaria alami yang patut dipertimbangkan.

Meski demikian, penggunaan tanaman ini tetap harus mengikuti dosis yang dianjurkan. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya, baik dalam bentuk alami maupun sediaan obat-obatan. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: