Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ngeri, 16 Juta Orang Indonesia Diprediksi Kena Diabetes Pada 2045
Search
Jumat 13 Desember 2019
  • :
  • :

Ngeri, 16 Juta Orang Indonesia Diprediksi Kena Diabetes Pada 2045

Starberita – Jakarta, Diabetes masih menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat Indonesia. Menurut International Diabetes Federation (IDF) Atlas tahun 2017, Indonesia adalah rumah bagi 10,3 juta penyandang diabetes.

Bahkan, diperkirakan jumlahnya akan meningkat sebanyak 60 persen pada tahun 2045 menjadi 16.7 juta jiwa. Angka itu sekaligus membawa Indonesia menempati peringkat ke-7 di dunia dengan penderita diabetes terbanyak.

Fakta ini juga didukung oleh hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, yang menunjukkan prevalensi diabetes di Indonesia meningkat dengan cepat. Sebelumnya (tahun 2013) angka prevalensi diabetes berdasarkan pemeriksaan darah pada penduduk umur di atas 15 tahun adalah 6,9 persen dan di tahun 2018 naik menjadi 8,5 persen.

“Kita hidup di lingkungan yang pro menjadi diabetes maka penting melakukan skrining diabetes. Prediabetes setiap 5 tahun, seperempatnya akan jadi diabetes, maka harus diintervensi. Dengan gaya hidup bisa turunkan risiko 25 persen, kalau obat hanya 10-15 persen,” kata dr. Dicky Levenus Tahapary, Sp.PD, Ph.D, dari Perkumpulan Endokrinologi (PERKENI) JAYA, di Universtias Yarsi, Jakarta.

Dicky menjelaskan, rendahnya kesadaran masyarakat akan deteksi dini merupakan penyebab utama rendahnya penemuan kasus diabetes. lni masih terjadi di perkotaan seperti Jakarta, meskipun fasilitas kesehatan primer atau Puskesmas mudah diakses.

“Akibat terlambat ditemukan, sekitar 52 persen pasien dengan diabetes sudah memiliki komplikasi ketika didiagnosis,” katanya lagi.

Tantangan Iain dalam pengelolaan diabetes adalah jumlah dokter dan dokter spesialis di fasilitas kesehatan yang tidak sebanding dengan banyaknya jumlah pasien. dr. Rachmad Wishnu Hidayat, Sp.KO Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga (PDSKO), menambahkan, gaya hidup merupakan salah satu faktor risiko penyebab penyakit diabetes.

“Mayoritas masyarakat perkotaan saat ini kurang bergerak, ditambah mengonsumsi makanan tinggi kalori sehingga meningkatkan risiko diabetes,” kata dia.

Seperti diketahui, diabetes adalah kondisi kadar gula darah meningkat karena tubuh seseorang tidak dapat memproduksi insulin atau menggunakannya dengan benar. Gula darah yang tinggi dapat menyebabkan komplikasi yang mengakibatkan kerusakan hati, jantung, ginjal, dan organ lainnya serta kebutaan, amputasi anggota badan, dan stroke. (sbc-02/vnc)

 




Tinggalkan Balasan

error: