Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Mitos atau Fakta, Minum Obat Diabetes Menahun Sebabkan Gangguan Ginjal?
Search
Jumat 13 Desember 2019
  • :
  • :

Mitos atau Fakta, Minum Obat Diabetes Menahun Sebabkan Gangguan Ginjal?

Starberita – Jakarta, Diabetes sering dikaitkan sebagai penyakit turunan. Padahal 90 persen masyarakat Indonesia menderita obesitas tipe-2 yang sangat erat dikaitkan dengan gaya hidup yang tidak sehat terutama diabetes.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Indonesia menunjukkan peningkatan angka prevalensi diabetes yang cukup signifikan yakni sebesar 6,9 persen pada 2013. Angka tersebut terus meningkat hingga menyentuh angka 8,5 persen pada 2018.

Meski angka prevalensinya cukup tinggi, namun banyak orang yang ragu untuk mengonsumsi obat diabetes. Pasalnya banyak mitos yang berkembang bahwa kebiasaan mengonsumsi obat diabetes secara menahun, dapat menyebabkan gangguan ginjal.

Menjawab hal itu, Konsultan Metabolik Endokrin, Dr. dr. Fatimah Eliana, SpPD, KEMD, FINASIM menegaskan bahwa anggapan obat menyebabkan gangguan ginjal adalah setengah mitos. Alasannya karena penyakit diabeteslah yang menyebabkan seseorang mengalami gangguan ginjal.

“Obat diabetes sebabkan gangguan ginjal bisa dibilang setengah mitos. Penderita diabetes bisa mengalami gangguan ginjal karena kadar gula yang tidak terkontrol,” terang dr. Eli, di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

Biasanya sebelum pasien terkena gangguan ginjal karena obat, mereka sudah terkena komplikasi penyakit tersebut karena diabetes tak terkontrol. Biasanya obat akan memengaruhi ginjal apabila pasien tidak rutin memeriksa fungsi ginjal, minum obat tak sesuai dosis dan lainnya.

“Gula yang tidak terkontrol akan merusak dinding pembuluh darah. Kalau gula darah terlalu tinggi maka aliran darah akan menjadi lebih lambat. Karena dinding pembuluh darah rusak, dan pasien mengalami kolesterol tinggi maka terjadi sumbatan pada pembuluh darah yang disebut plak,” lanjutnya.

Lebih lanjut jika plak menyumbat di arteri koroner maka jantung tidak akan mendapat suplai oksigen dan menyebabkan hipoksia (kurangnya kadar oksigen pada jaringan-jaringan tubuh) hingga mengalami kerusakan otot jantung.

“Hipoksia bisa juga lari ke otak dan menuju ginjal. Kondisi ini juga dapat berdampak pada kaki yang luka. Kaki menjadi sulit atau tidak dapat sembuh karena tak cukup mendapatkan oksigen,” tuntasnya. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: