Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Jenis & Gejala Migrain Ini Perlu Anda Ketahui
Search
Jumat 13 Desember 2019
  • :
  • :

Jenis & Gejala Migrain Ini Perlu Anda Ketahui

Starberita – Jakarta, Sakit kepala sebelah alias migrain merupakan gangguan kesehatan yang mungkin sudah tidak asing bagi Anda. Pasalnya, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja dan mencetuskan gejala yang berbeda-beda. Ya, gejala migrain bisa berbeda pada tiap penderita karena penyakit ini memiliki jenis yang berbeda pula.

Faktanya, migrain terbagi menjadi beberapa jenis. Dua jenis yang paling umum terjadi adalah migrain tanpa aura dan migrain dengan aura.

1.  Migrain tanpa aura

Jenis ini biasa disebut migrain biasa dan merupakan jenis yang paling sering terjadi di masyarakat. Menurut International Headache Society, orang yang menderita migrain tanpa aura biasanya akan merasakan serangan sakit kepala yang berlangsung selama 4 hingga 72 jam.

Beberapa gejala migrain tanpa aura, antara lain:

  • Hanya terjadi pada satu sisi kepala (unilateral)
  • Nyeri berdenyut atau hanya berdenyut tanpa nyeri
  • Derajat nyeri sedang hingga berat
  • Rasa sakit bertambah buruk saat penderita bergerak
  • Sensitif terhadap cahaya (fotofobia)
  • Peka terhadap suara (fonofobia)
  • Mengalami mual dengan atau tanpa muntah maupun diare
  • Sakit kepala bukan disebabkan oleh masalah kesehatan atau diagnosis lain

2.  Migrain dengan aura

Jenis ini disebut migrain klasik, migrain rumit atau migrain hemiplegia. Migrain jenis ini lebih jarang terjadi, namun dapat memberikan gejala yang sangat parah.

Sesuai dengan namanya, migrain dengan aura ditandai dengan munculnya gangguan penglihatan yang membuat penderita seperti melihat garis bergelombang, cahaya terang, bintik gelap atau tidak dapat melihat benda dengan jelas.

Lebih lanjut, International Headache Society mengatakan bahwa migrain dengan aura juga bisa menyebabkan munculnya gejala berikut ini:

  • Masalah sensorik tubuh, wajah, atau lidah; seperti mati rasa, kesemutan, atau pusing berputar
  • Kesulitan bergerak atau badan lemas yang bisa bertahan hingga 72 jam
  • Kesulitan berbicara atau disartria (ucapan tidak jelas)
  • Tinnitus atau telinga berdenging
  • Masalah pada pendengaran (hypacusis)
  • Penglihatan ganda (diplopia)
  • Ketidakmampuan untuk mengontrol gerakan tubuh (ataksia)
  • Penurunan kesadaran

Meski berbeda, gejala migrain tanpa atau dengan aura, sama-sama dapat muncul satu atau dua hari sebelum penderita merasakan keluhan sakit kepala. Kondisi ini dikenal dengan tahap prodromal, di mana penderita awalnya akan mengidam makanan, depresi, kelelahan, kekurangan energi, sering menguap, hiperaktif, lekas marah dan leher kaku.

Setelah itu, penderita akan mengalami fase serangan. Ini adalah fase paling parah, di mana penderita merasakan nyeri migrain yang sebenarnya. Pada beberapa kasus, gejala yang dirasakan penderita dapat tumpang tindih.

Hal yang selanjutnya dialami penderita adalah fase postformal. Selama fase ini, penderita migrain biasanya akan mengalami perubahan suasana hati (mood). Ini bisa berkisar dari perasaan euforia dan sangat bahagia, hingga perasaan sangat letih dan apatis.

Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala-gejala tersebut. Hal ini wajib dilakukan, apalagi bila gejala migrain yang Anda alami tidak membaik meski telah diobati, cenderung menetap, terjadi berulang atau semakin parah dari waktu ke waktu.

Migrain tanpa atau dengan aura adalah kondisi yang tidak bisa dianggap sepele, karena bisa benar-benar mengganggu aktivitas bahkan menurunkan produktivitas dan kualitas hidup Anda. Oleh karena itu, jangan tunggu hingga parah untuk berobat ke dokter. Semakin cepat diobati dengan cara yang tepat, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh dan terbebas dari gejala migrain yang mengganggu. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: