Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ini Fakta Seputar Penyakit Diabetes Mellitus di Indonesia
Search
Sabtu 7 Desember 2019
  • :
  • :

Ini Fakta Seputar Penyakit Diabetes Mellitus di Indonesia

Starberita – Jakarta, Diabetes Mellitus (DM), atau sering disebut diabetes, adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah yang tinggi. Ada dua jenis penyakit diabetes mellitus, yakni DM tipe 1 yang disebabkan oleh kerusakan pada sel pankreas, serta DM tipe 2 akibat ketidakmampuan tubuh merespons hormon insulin. Sekitar 90% kasus diabetes di Indonesia merupakan diabetes tipe 2. Berikut beragam fakta mengenai penyakit diabetes di Indonesia dan perkembangannya.

Jumlah penderita diabetes di dunia dan Indonesia

Hingga tahun 2017, International Diabetes Federation (IDF) memperkirakan sekitar 425 juta orang di seluruh dunia menderita diabetes.

Di Indonesia, jumlah penderita diabetes berusia lebih dari 15 tahun pada tahun 2018 diperkirakan mencapai 10,9% dari seluruh populasi.

Mengacu hasil perhitungan jumlah penduduk Indonesia oleh Badan Pusat Statistik, persentase ini kira-kira setara dengan 21.135.591 jiwa.

Namun, angka ini diperkirakan dapat meningkat lagi, mengingat tidak semua penderita diabetes telah terdiagnosis oleh dokter.

Dari seluruh provinsi, kasus diabetes tertinggi terdapat di DKI Jakarta, Yogyakarta, dan Kalimantan Timur.

Sementara itu, provinsi dengan jumlah kasus terendah adalah Nusa Tenggara Timur, diikuti Maluku, dan Papua.

Perkembangan jumlah penderita diabetes dari tahun ke tahun

Sejak tahun 1980, jumlah penderita diabetes di seluruh dunia telah meningkat hampir dua kali lipat dari 4,7% menjadi 8,5% dari total populasi.

IDF bahkan memperkirakan jumlah penderita diabetes di seluruh dunia akan mencapai 629 juta orang pada tahun 2045.

Situasi di Indonesia pun tidak jauh berbeda. Pada tahun 2013, angka penderita diabetes di Indonesia yang berusia 15 tahun tercatat mencapai 6,9% dari total populasi atau setara dengan 12.191.564 orang.

Persentase ini meningkat menjadi 10,9% pada tahun 2018 dan diprediksi akan terus bertambah.

Secara keseluruhan, fakta menunjukkan bahwa jumlah penderita diabetes di Indonesia telah bertambah hampir 9 juta orang sepanjang tahun 2013 hingga 2018.

Pada kurun waktu yang sama, hampir setiap provinsi mengalami kenaikan jumlah penderita diabetes.

Kenaikan terbesar terjadi sebanyak 0,9% di provinsi DKI Jakarta, Riau, dan Papua Barat. Di antara seluruh provinsi, DKI Jakarta masih menjadi yang tertinggi.

Di sisi lain, satu-satunya provinsi yang mengalami penurunan angka penderita diabetes hanyalah Nusa Tenggara Timur.

Jumlah penderita diabetes yang tadinya mencapai 1,2% dari total populasi berkurang menjadi 0,8%.

Risiko kematian akibat diabetes di Indonesia

World Health Organization (WHO) melaporkan hingga tahun 2016, diabetes menempati peringkat ketujuh penyebab kematian di seluruh dunia.

Data juga menyebutkan bahwa diabetes dengan komplikasi merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga setelah stroke dan penyakit jantung koroner.

Fakta lain yang perlu diwaspadai adalah, posisi diabetes sebagai salah satu silent killer di Indonesia mungkin saja naik bila penyakit ini tidak ditangani dengan baik.

Di tahun 2016, persentase kematian akibat diabetes di Indonesia mencapai 6,7% dan merupakan yang tertinggi kedua setelah Sri Lanka.

Angka ini cukup tinggi kemungkinan karena 2 dari 3 penderita diabetes di Indonesia tidak mengetahui bahwa dirinya mengidap diabetes.

Kebanyakan dari mereka baru mengakses layanan kesehatan ketika sudah mengalami komplikasi. Akibatnya, penyakit menjadi lebih sulit disembuhkan.

Siapa yang paling banyak mengalami diabetes di Indonesia?

Siapa pun bisa terkena diabetes. Namun, risiko penyakit ini dapat meningkat akibat beberapa faktor, seperti riwayat keluarga, obesitas, pertambahan usia, kurangnya aktivitas fisik, dan pola makan.

Fakta lainnya, faktor-faktor risiko ini turut berperan dalam persebaran angka penderita diabetes di Indonesia.

Berdasarkan Riskesdas 2018, penyakit diabetes yang terdiagnosis dokter lebih banyak terjadi pada kelompok usia 55-64 tahun.

Namun, kadar gula darah yang tinggi lebih banyak ditemukan pada kelompok usia 35-44 tahun.

Menilik dari jenis kelamin, jumlah penderita diabetes yang berjenis kelamin perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki.

Penyakit ini juga lebih banyak ditemukan pada penduduk perkotaan dibandingkan dengan pedesaan.

Diantara berbagai kelompok pekerjaan, kasus diabetes paling banyak dialami oleh pegawai negeri, anggota TNI dan Polri, serta pegawai BUMD.

Kemudian, barulah diikuti oleh orang yang tidak bekerja, menjadi wiraswasta, serta bekerja dalam bidang lainnya.

Pengobatan penyakit diabetes di Indonesia

Meskipun tidak bisa disembuhkan, penyakit diabetes dapat dikontrol melalui pengobatan dan perubahan gaya hidup. Dengan berkomitmen menjalani keduanya, Anda dapat menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

Sebanyak 75% penderita diabetes di Indonesia sudah memperoleh pengobatan berupa Obat Anti Diabetes (OAD) oleh tenaga medis. Sementara 5% penderita lainnya mendapatkan pengobatan berupa suntikan insulin.

Selain itu, sebanyak 11% pasien lainnya memperoleh pengobatan dalam bentuk OAD sekaligus suntikan insulin. Sayangnya, ada sekitar 9% penderita yang justru tidak menjalani pengobatan apa pun.

Namun, dari seluruh pasien diabetes yang mendapatkan pengobatan, 91% di antaranya rutin menjalani pengobatan sesuai petunjuk dokter.

Cara mencegah penyakit diabetes

Berbagai fakta di atas menunjukkan bahwa diabetes masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar yang dihadapi seluruh masyarakat Indonesia.

Pasalnya, penyakit ini tidak hanya menyebabkan dampak langsung, tapi juga komplikasi terhadap penderitanya.

Kabar baiknya, Anda dapat mencegah diabetes dengan menerapkan pola hidup sehat. Langkah sederhana yang bisa Anda lakukan di antaranya:

  • Mencapai berat badan ideal.
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi dan bervariasi.
  • Membatasi asupan gula agar tidak melebihi 4 sendok makan dalam sehari.
  • Berolahraga rutin, setidaknya 30 menit sehari sebanyak 3 hari dalam seminggu.
  • Rutin memeriksa gula darah
  • Tidak merokok.

Gaya hidup sehat juga bermanfaat untuk mengontrol penyakit diabetes bagi orang yang sudah terdiagnosis dengan penyakit ini.

Pasien juga perlu rutin menjalani pengobatan, baik dengan meminum obat yang diberikan dokter ataupun melakukan suntik insulin. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: