Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – DIPA Pemprovsu Tahun 2020 Sebesar Rp.7,9T
Search
Sabtu 7 Desember 2019
  • :
  • :

DIPA Pemprovsu Tahun 2020 Sebesar Rp.7,9T

Starberita – Jakarta, Gubsu, Edy Rahmayadi menerima dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Tahun 2020, bersama beberapa kepala daerah lainnya langsung dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Kamis (14/11/2019).

Untuk Tahun Anggaran 2020, Pemprovsu mendapat alokasi anggaran sebesar Rp.7.915.875.054.000. Antara lain, terdiri atas Dana Bagi Hasil Pajak Rp.406.297.261.000, Dana Alokasi Khusus Fisik Rp.498.388.442.000, dan Dana Alokasi Khusus Non Fisik Rp.4.247.821.553.000.

Sedangkan total keseluruhan yang diterima Pemprov dan 33 Pemkab/Pemko di Sumut sebesar Rp.43.800.052.888.000, yang terdiri atas Dana Bagi Hasil Pajak Rp.1.399.807.392.000, Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Rp.136.639.735.000, Dana Alokasi Umum Rp.25.606.674.424.000, Dana Alokasi Khusus Fisik Rp.3.636.636.380.000, Dana Alokasi Khusus Non Fisik Rp.8.014.535.797.000, Dana Insentif Daerah Rp.451.631.081.000, dan Dana Desa Rp.4.554.128.079.000.

Edy menyampaikan bahwa anggaran tersebut harus digunakan untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Anggaran ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong percepatan pembangunan di Sumut.

“Anggaran ini akan kita pastikan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan, untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Sumut,” ujar Edy usai acara penyerahan DIPA APBN 2020 oleh Presiden Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Terkait pesan Presiden agar para pejabat negara di pusat dan daerah segera membelanjakan anggaran tersebut dengan cepat, Gubernur Edy sangat menyambut baik. Menurutnya, hal itu memang harus dilakukan agar anggaran yang tersedia dapat terserap dengan baik untuk pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tentu kita akan melaksanakan pesan Presiden tersebut dengan sebaik-baiknya, untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan, ada sekitar Rp900 Triliun anggaran untuk belanja Kementerian dan lembaga. Sedangkan transfer ke daerah dan Dana Desa dialokasikan sebesar Rp856 Triliun. Presiden meminta seluruh menteri dan pejabat negara baik pusat dan daerah segera membelanjakan anggarannya masing-masing dengan cepat.

Jokowi meminta para pejabat negara meninggalkan kebiasaan lama, yang membelanjakan anggaran di akhir tahun. Karena, kebiasaan tersebut dapat berdampak buruk terhadap proses pembangunan.

“Belanja secepat-cepatnya. Saya harapkan jangan sampai yang kemarin saya sampaikan, November masih ada Rp31 triliun dalam proses e-tendering, ini konstruksi. Oleh sebab itu, mulailah sejak Januari tahun depan ini. Penggunaan belanja APBN itu,” kata Jokowi.

Para pejabat negara, kata Jokowi, harus bisa mengubah pola pikir lama tersebut. Karena, pelaksanaan belanja cepat juga mampu membantu perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.

“Tadi Bu Menkeu sudah sampaikan, ketidakpastian ekonomi global, perlambatan pertumbuhan ekonomi hantui nyaris semua negara. Sehingga diharapkan fiskal kita, belanja APBN bisa trigger pertumbuhan ekonomi seawal mungkin. Oleh sebab itu, segera setelah ini lelang, pelaksanaan Januari sudah dilakukan. Jangan nunggu-nunggu, sudah. Ini perintah,” tegas Jokowi.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menyerahkan DIPA secara simbolik kepada 12 kementerian/lembaga dan kepala daerah secara simbolik. Hadir di antaranya Menlu Retno LP Marsudi, Menkominfo Johnny G Plate, Menko Polhukam Mahfud Md, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menag Fachrul Razi, MenPAN-RB Tjahjo Kumolo, Mendagri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, hingga Wamenhan Sakti Wahyu Trenggono.

Hadir juga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Idham Aziz, dan Ketua DPR Puan Maharani. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: