Search
Sabtu 11 Juli 2020
  • :
  • :

Obesitas Penyumbang Terbesar Resiko Diabetes di Indonesia

Starberita – Jakarta, Indonesia masih berada pada urutan keenam dunia yang memiliki sekira 10,3 juta penyandang diabetes pada rentang usia 20-79 tahun. Sebagian besar masyarakat yang terjangkit diabetes umumnya mengalami obesitas.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia menunjukkan peningkatan angka prevalensi diabetes yang cukup signifikan yakni sebesar 6,9 persen pada 2013. Angka tersebut terus meningkat hingga menyentuh angka 8,5 persen pada 2018.

Konsultan Metabolik Endokrin, Dr. dr. Fatimah Eliana, SpPD, KEMD, FINASIM mengatakan estimasi jumlah penyandang diabetes di Indonesia mencapai lebih dari 16 juta orang. Sebagian besar dari mereka mengalami obesitas dan berisiko terkena penyakit yang menyebabkan kelumpuhan dan kematian.

“Sebagian besar masyarakat Indonesia mengalami obesitas terlebih dahulu. Obesitas ini akan menyebabkan penumpukan lemak dalam perut/tubuh. Penumpukan lemak di perut secara terus menerus dapat menyebabkan diabetes,” tutur dr. Eli, di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Lebih lanjut dr. Eli pun menjelaskan 90 persen masyarakat Indonesia mengidap penyakit diabetes tipe-2. Diabetes tipe-2 ini disebabkan oleh gaya hidup manusia yang tidak sehat dan sering dikaitkan dengan obesitas dan terdiagnosis di usia lebih dari 30 tahun ke atas.

“Sisanya (10%) masyarakat mengalami masalah diabetes tipe-1. Memang sama-sama berkaitkan dengan kadar gula darah tinggi, tapi diabetes tipe-1 cenderung bawaan sejak lahir. Lebih kepada faktor autoimun atau infeksi yang mengganggu fungsi pankreas,” lanjutnya.

Tentunya bagi masyarakat yang memiliki riwayat diabetes maupun obesitas, masih bisa mengakalinya dengan pola hidup sehat. Salah satunya adalah mengatur pola makan sehat dan rutin berolahraga. Kedua kebiasaan ini diyakini dapat membantu seseorang untuk menghindari penyakit diabetes.

“Konsumsu makanan sehat bagi masyarakat obesitas atau memiliki riwayat terkena diabetes. Selain itu olahraga teratur juga bisa membantu mengurangi lemak tubuh yang menumpuk pada perut sehingga bisa mengurangi risiko diabetes,” tutupnya. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: