Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Faktor Resiko Pneumonia Ini Wajib Anda Waspadai
Search
Jumat 13 Desember 2019
  • :
  • :

Faktor Resiko Pneumonia Ini Wajib Anda Waspadai

Starberita – Jakarta, Pneumonia adalah peradangan pada organ paru yang terjadi akibat adanya infeksi. Penyakit yang lebih dikenal dengan istilah paru-paru basah ini menempati urutan ke-10 sebagai penyebab kematian di seluruh dunia. Maka dari itu, penting untuk mengetahui faktor risiko pneumonia.

Pneumonia terjadi ketika ada mikroorganisme berbahaya yang masuk ke dalam organ paru-paru. Beberapa mikroorganisme yang dimaksud, meliputi virus, bakteri, ataupun jamur.

Proses peradangan yang terjadi pada pneumonia menyebabkan organ paru beserta alveolus (kantung udara dalam paru) terisi oleh cairan atau pus (nanah). Pada akhirnya, paru tidak dapat berfungsi dengan baik dan menimbulkan gejala utama batuk berdahak.

Ada pun gejala penyerta yang dapat timbul, yaitu demam, menggigil, nyeri dada ketika bernapas, sesak napas, sakit kepala, mual, muntah, BAB cair, nyeri otot dan sendi, serta tubuh mudah lelah.

Faktor risiko pneumonia

Meski dapat dialami oleh siapa saja, pneumonia lebih sering terjadi pada anak berusia 2 tahun ke bawah dan orang tua berusia 65 tahun ke atas. Kemungkinan terjadinya penyakit tersebut bisa makin tinggi, apalagi bila Anda berurusan dengan faktor risiko pneumonia berikut ini:

·         Merokok

Zat beracun yang masuk ke dalam organ paru saat merokok dapat merusak jaringan, termasuk sistem kekebalan. Akibat melemahnya sistem kekebalan pada paru, mikroorganisme yang terhirup masuk dapat dengan mudah menyebabkan pneumonia.

·         Penyakit kronis

Orang-orang yang sejak awal mengalami penyakit kronis memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami pneumonia.

Beberapa penyakit kronis yang dimaksud, misalnya penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), asma, penyakit jantung, bronkiektasis, diabetes atau fibrosis kistik.

·         Gangguan sistem kekebalan tubuh

Penyakit HIV/AIDS, pengguna obat kemoterapi atau golongan kortikosteroid, atau mengalami penyakit autoimun adalah sebagian kondisi yang bikin sistem kekebalan tubuh melemah. Kondisi tersebut membuatnya lebih rentan mengalami pneumonia.

·         Perawatan di rumah sakit

Pada saat dirawat di rumah sakit, kondisi sistem kekebalan tubuh biasanya sedang lemah.

Keadaan ini membuat pasien lebih berisiko mengalami pneumonia. Apalagi jika kualitas udara di rumah sakit tidak terjaga dengan baik sehingga mengandung banyak mikroorganisme penyebab penyakit tersebut.

·         Penurunan kesadaran

Seseorang yang mengalami penurunan kesadaran lebih berisiko mengalami pneumonia. Mengapa demikian? Sebab, penurunan kesadaran dapat menyebabkan gangguan pada kerja otot, termasuk otot yang berperan dalam proses menelan.

Pada akhirnya, gangguan menelan dapat menyebabkan makanan salah masuk ke dalam saluran napas termasuk organ paru. Kondisi ini dikenal medis dengan istilah pneumonia aspirasi.

Risiko yang sama juga berlaku pada orang-orang yang minum alkohol berlebihan sehingga mengalami penurunan kesadaran.

·         Malnutrisi

Faktanya, malnutrisi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Sebagai akibatnya, tubuh lebih rentan terkena infeksi mikroorganisme yang menjadi penyebab pneumonia.

Setelah tahu faktor risiko pneumonia, Anda tentu bisa lebih waspada terhadap penyakit ini. Terapkan gaya hidup bersih dan sehat, konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga teratur, istirahat cukup dan kelola stres dengan baik. Dengan demikian, Anda bisa terhindar dari pneumonia. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: