Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Anda Perlu Tahu, Ini Fakta tentang Pneumonia!
Search
Sabtu 7 Desember 2019
  • :
  • :

Anda Perlu Tahu, Ini Fakta tentang Pneumonia!

Starberita – Jakarta, Pneumonia adalah salah satu penyakit infeksi yang menyerang organ paru dan angka kejadiannya cukup banyak di Indonesia. Perlu diwaspadai karena sudah banyak menelan korban jiwa, ada beberapa fakta tentang pneumonia yang perlu Anda tahu.

Pneumonia merupakan infeksi pada satu atau kedua organ paru yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Infeksi ini menyebabkan peradangan di kantung udara paru, yang disebut alveoli.

Alveoli terisi dengan produksi cairan atau nanah, sehingga menyebabkan penderitanya sulit bernapas. Pneumonia sangat rentan terjadi pada beberapa kelompok dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, sehingga mudah terinfeksi.

Fakta #1: pneumonia menular atau tidak?

Bakteri, virus, atau jamur penyebab pneumonia sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lain.

Pneumonia akibat virus dan bakteri dapat menular melalui inhalasi udara, yaitu lewat bersin atau batuk. Selain itu, Anda juga bisa tertular hanya dengan menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi bakteri atau virus penyebab pneumonia.

Sementara itu, penularan pneumonia akibat jamur biasanya akibat terpapar lingkungan yang terinfeksi (misalnya ruangan yang penuh jamur), dan sifatnya tidak menyebar dari orang ke orang.

Infeksi jamur pada paru umumnya menyerang pasien yang mengalami penurunan sistem imun, misalnya penderita HIV atau orang yang sedang mendapatkan terapi imunosupresan.

Fakta #2: gejala pneumonia

Gejala pneumonia bervariasi, dari yang ringan sampai mengancam jiwa. Gejalanya mencakup:

  • Batuk berdahak
  • Demam berkeringat atau kedinginan
  • Sesak napas yang terjadi saat melakukan aktivitas normal atau bahkan saat istirahat
  • Nyeri dada yang lebih parah saat bernapas atau batuk
  • Lelah berkepanjangan
  • Kehilangan selera makan
  • Mual atau muntah
  • Nyeri kepala hebat

Selain itu, ada pula gejala lain yang juga bervariasi, sesuai dengan usia dan kesehatan umum. Misalnya:

  • Anak-anak di bawah 5 tahun mungkin bernapas cepat atau mengi.
  • Bayi mungkin tidak memiliki gejala spesifik, tetapi kadang bayi akan mengalami muntah, kekurangan energi, dan kesulitan minum atau makan.
  • Orang yang usianya lebih tua mungkin memiliki gejala yang lebih ringan. Mereka juga dapat menunjukkan kebingungan (disorientasi) atau suhu tubuh yang lebih rendah dari normal.

Fakta #3: cara mengobati pneumonia

Perawatan pada pasien akan tergantung pada jenis pneumonia yang dimiliki, tingkat keparahan, dan keadaan kesehatan umum lainnya.

·         Terapi medis

Dokter akan meresepkan obat yang jenis obatnya akan disesuaikan dengan penyebab spesifik pneumonia. Beberapa jenis obatnya antara lain:

  • Antibiotik oral dapat mengobati sebagian besar kasus pneumonia bakteri. Konsumsi obat sampai habis secara teratur untuk mencegah infeksi berulang atau kasus resistansi antibiotik.
  • Pada beberapa kasus, dokter mungkin akan meresepkan obat anti-virus. Namun, kebanyakan kasus pneumonia akibat virus bisa sembuh sendiri dengan perawatan mandiri di rumah.
  • Untuk pneumonia yang disebabkan oleh jamur, dokter akan meresepkan obat anti-jamur untuk dikonsumsi selama beberapa minggu demi menghilangkan infeksinya.

·         Perawatan di rumah

Dokter juga dapat merekomendasikan obat-obatan yang dijual bebas untuk meredakan gejala yang muncul, seperti demam atau nyeri, sesuai kebutuhan. Obat-obatan yang dimaksud mungkin termasuk: aspirin, ibuprofen, asetaminofen, dan lain-lain.

Selain itu, dokter juga kan merekomendasikan obat pereda batuk agar pasien bisa beristirahat. Perlu Anda ketahui, batuk sifatnya membantu mengeluarkan cairan dari paru-paru, sehingga justru tidak boleh menghilangkannya sama sekali.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk pemulihan dan mencegah kekambuhan adalah dengan istirahat cukup dan minum banyak cairan.

·         Rawat inap

Jika gejala sudah parah atau disertai masalah kesehatan lainnya, penderita mungkin perlu dirawat di rumah sakit. Nantinya, dokter dan tim perawat akan mengontrol detak jantung, suhu, dan pernapasan.

Perawatan di rumah sakit dapat meliputi:

  • Antibiotik intravena, yang disuntikkan ke dalam vena.
  • Terapi pernapasan, yang melibatkan pemberian obat-obatan spesifik langsung ke paru-paru atau mengajarkan pasien untuk melakukan latihan pernapasan untuk memaksimalkan oksigenasi tubuh.
  • Terapi oksigen untuk mempertahankan kadar oksigen dalam aliran darah (diterima melalui masker hidung dan mulut, masker wajah, atau ventilator—tergantung tingkat keparahannya).

Fakta #4: faktor risiko pneumonia

Siapa pun bisa terkena pneumonia. Namun, beberapa kelompok tertentu diketahui lebih rentan, yaitu:

  • Bayi baru lahir hingga usia 2 tahun.
  • Lansia berusia 65 tahun ke atas.
  • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah karena penyakit atau penggunaan obat-obatan, seperti steroid atau obat kanker tertentu.
  • Orang dengan kondisi medis kronis tertentu seperti asma, cystic fibrosis(fibrosis kistik), diabetes atau gagal jantung.
  • Pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama jika sedang menggunakan ventilator.
  • Penderita stroke, memiliki masalah menelan, atau memiliki kondisi yang menyebabkan imobilitas.
  • Perokok, menggunakan obat-obatan jenis tertentu, atau minum alkohol dalam jumlah berlebihan.
  • Orang-orang yang terpapar bahan iritan paru seperti polusi udara, asap, atau bahan kimia tertentu.

Fakta #5: penyebab kematian tunggal terbesar pada anak-anak

Berdasarkan laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia menjadi penyebab kematian tunggal terbesar pada anak-anak di seluruh dunia.

Bahkan menurut analisis yang dilakukan oleh Universitas Johns Hopkins dan organisasi Save the Children, pneumonia diprediksi mengancam 10,8 juta nyawa balita pada tahun 2030.

Tiap tahunnya, pneumonia membunuh sekitar 1,4 juta anak di bawah usia 5 tahun. Ini merupakan 18 persen dari jumlah semua kematian anak di bawah lima tahun di seluruh dunia.

Setelah mengetahui fakta tentang pneumonia di atas, diharapkan Anda bisa lebih waspada. Meski bisa berakibat fatal, kebiasaan hidup sehat dan bersih bisa mencegah infeksi paru tersebut. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: