Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – FHI Curhat ke Wakil Ketua DPRD Kota Medan
Search
Jumat 13 Desember 2019
  • :
  • :

FHI Curhat ke Wakil Ketua DPRD Kota Medan

Starberita – Medan, Merasa kurang mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kota Medan, perwakilan Forum Honorer Indonesia (FHI) Kota Medan menemui Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ihwan Ritonga, di Gedung DPRD Kota Medan, Selasa (12/11/2019).

Ketua FHI Kota Medan, Fahrul Lubis, mengatakan masih banyak permasalahan di tingkat guru honorer yang hingga saat ini belum selesai juga, diantaranya bantuan Rp15 miliar yang sudah dianggarkan, namun belum juga diterima serta gaji guru honor yang hanya 3 bulan dibayarkan.

“Kami sudah tidak menerima gaji selama 5 bulan Pak. Masa kami harus menunggu dana BOS berikutnya turun Pak,” katanya.

Fahrul berharap ada upaya dari DPRD Kota Medan untuk menyampaikan keluhan para guru honorer ke Walikota Medan maupun Dinas Pendidikan Medan.

“Kami juga meminta pada Pak Ihwan menyuarakan isi hati kami ini juga. Stop penerimaan guru honor di sekolah-sekolah agar lebih sejahtera lagi. Kami juga berharap guru honor gajinya sesuai UMK, atau paling tidak sesuaikan dengan gaji honor di dinas-dinas,” pintanya.

Menyikapi itu, Ihwan Ritonga, mengatakan Dinas Pendidikan Medan sudah mendata seluruh guru honor penerima insentif dan memberikan data tersebut ke Pemko Medan. Hanya saja Pemko Medan yang belum juga menyalurkan dana tersebut.

“Kita paham kondisi guru-guru honor di Kota Medan yang terima gaji Rp300 ribu – Rp600 ribu per bulan. Tiap rapat kita sampaikan ke Disdik Medan supaya kesejahteraan guru honor di Medan diperhatikan. Makanya kemarin ada bantuan insentif yang Rp15 miliar itu. Bagaimana teknisnya, kita serahkan ke Disdik pola pembagiannya,” jelasnya.

Ihwan menambahkan, secara tegas Fraksi Gerindra tiap tahun terus mendorong Pemko Medan supaya memperhatikan nasib guru-guru honor. Begitupun dirinya berharap semua guru bersabar. “Tahun 2020 juga akan kita anggarkan lagi insentif ke guru-guru honor. Ada ribuan guru honor kan? Jadi, itu juga harus kita fikirkan,” ujarnya.

Kepada kepala sekolah, Ihwan, menegaskan agar tidak menunda-nunda penyaluran dana BOS, dimana di dalamnya terdapat pembayaran gaji guru honor.

“Pendapatan daerah kita di angka Rp2,2 triliun per tahun. Kalau seluruh potensi bisa dikelola dengan baik, bisa mencapai Rp4 triliun. Semua sektor bisa kita sejahterakan. Memang, tidak semuanya bisa dianggarkan Pemko Medan. Tapi bersabarlah, semua akan mengarah pada kesejahteraan,” pungkasnya. (sbc-02)

 




Tinggalkan Balasan

error: