Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Soal Bangkai Babi, Tirtanadi Tidak Ambil Air dari Sungai Bederah
Search
Jumat 13 Desember 2019
  • :
  • :

Soal Bangkai Babi, Tirtanadi Tidak Ambil Air dari Sungai Bederah

 

Starberita – Medan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memastikan tidak mengambil air dari Sungai Bederah, terkait ratusan ekor bangkai ternak Babi yang dibuang ke Sungai Bederah Danau Siombak Kecamatan Medan Marelan.

“Kami pastikan bangkai Babi yang hanyut di Sungai Bederah tidak ada pengaruhnya terhadap kualitas air ke pelanggan, karena Tirtanadi tidak mengambil air dari Sungai Bederah dan masyarakat jangan khawatir akan hal tersebut,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan, Humarkar Ritonga didampingi Kepala Divisi Pengolahan Air Minum (Kadiv PAM) Andrianto, kepada wartawan di ruang Sekper PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja Medan, Senin (11/11/2019).
Dijelaskan Humarkar, pelanggan yang berada di sekitar Sungai Bederah yaitu Kecamatan Medan Marelan mendapat pasokan air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Hamparan Perak yang berasal dari Sungai Belawan. Untuk itu, masyarakat pelanggan tidak perlu khawatir mengkonsumsi air dirumah karena berbeda sumber air baku yang diambil oleh Tirtanadi.
Humarkar juga menambahkan, selain IPA Hamparan Perak saat ini Tirtanadi mengolah sumber air baku untuk IPA Deli Tua dan Martubung yang berasal dari Sungai Deli, IPA Sunggal berasal dari Sungai Belawan kemudian IPA Limau Manis dan Tirta Lyonnaise Medan (TLM) berasal dari Sungai Belumai.
Sementara itu, Andrianto mengatakan bahwa Tirtanadi dalam mengelola air minum harus sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 462 Tahun 2010 tentang persyaratan kualitas air minum.
“Dalam mengelola air minum, kita telah sesuai dengan regulasi yang berlaku yakni Permenkes Nomor 462 tentang persyaratan kualitas air minum,” pungkas Andrianto.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini ratusan ekor Babi mati diakibatkan terserang virus Hog Cholera, yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Saat ini Pemerintah Provinsi Sumut sudah menerima bantuan vaksin dan tenaga ahli dari Pemerintah Pusat untuk menangani penyebaran kolera babi, diharapkan virus ini bisa diatasi secepatnya. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: