Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Muncul Memar di Kulit? Waspadai 6 Resiko Penyakitnya
Search
Jumat 13 Desember 2019
  • :
  • :

Muncul Memar di Kulit? Waspadai 6 Resiko Penyakitnya

Starberita – Jakarta, Kalau terbentur, wajar bila timbul memar. Namun jika muncul memar di kulit yang tidak didahului oleh benturan atau akibat jatuh, Anda patut dicurigai. Pasalnya, ada beberapa penyakit yang membuat tubuh jadi mudah mengalami memar.

Memar adalah gejala kulit berwarna kebiruan atau keunguan yang biasanya timbul akibat adanya cedera.

“Memar terjadi akibat adanya pembuluh darah kecil yang pecah di dalam kulit, sehingga darah jadi menumpuk di jaringan kulit dan menyebabkan memar muncul,” kata dr Nabila Viera Yovita.

Penyebab munculnya memar di kulit selain cedera

Selain akibat benturan atau cedera, memar juga bisa menandakan adanya suatu kondisi medis yang berbahaya. Beberapa yang harus diwaspadai antara lain:

1. Hemofilia

Hemofilia adalah gangguan pembekuan darah yang gejalanya ditandai dengan kekurangan darah. Hemofilia merupakan penyakit yang diturunkan secara genetik dan terkait dengan kromosom X.

Oleh karena itu, hemofilia hanya dapat dialami oleh laki-laki saja. Perempuan tidak dapat mengalami penyakit ini, melainkan hanya menjadi pembawa gen saja.

“Gejala hemofilia bisa dilihat sejak bayi atau saat masih anak-anak. Biasanya, mereka yang mengalami hemofilia akan mudah mengalami lutut memar dan bengkak ketika belajar merangkak saat masih balita. Selain itu, feses penderita umumnya berwarna hitam,” ujar dr. Nabila.

2. Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP)

ITP adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan trombosit yang rendah akibat penghancuran trombosit tanpa sebab yang jelas oleh hati dan limpa. Penyakit yang hingga kini belum diketahui penyebabnya ini lebih banyak dijumpai pada pria dan anak-anak.

“Umumnya, orang dengan ITP akan mudah mengalami memar, gusi berdarah, atau mudah mengalami mimisan tanpa didahului demam,” kata dr Resthie Rachmanta Putri, M.Epid.

3. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, baik pria maupun wanita, kulitnya akan mengalami penipisan dan menjadikannya lebih sensitif. Selain itu, pembuluh darah juga akan menjadi lebih rapuh dari biasanya. Kombinasi keduanya membuat Anda jadi rentan mengalami memar.

4. Kekurangan vitamin C dan K

Kekurangan vitamin K juga menjadi penyebab lainnya tubuh Anda mudah memar.

“Vitamin K merupakan salah satu kandungan esensial yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk faktor pembekuan darah. Jadi, jika faktor pembekuan darah tersebut kurang, maka darah akan sulit untuk membeku dan menjadikan pembuluh darah mudah pecah,” dr. Nabila menjelaskan.

“Kekurangan vitamin K juga bisa terjadi karena adanya efek samping dari sering mengonsumsi obat pengencer darah,” tambahnya.

5. Demam berdarah dengue (DBD)

DBD bisa mengakibatkan tubuh gampang memar akibat kadar trombosit yang rendah. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi mendadak, nyeri sendi, sakit kepala atau nyeri di bagian belakang mata, lalu diikuti dengan munculnya bintik merah atau lebam, atau perdarahan lainnya.

“Memar akibat DBD umumnya tidak membahayakan dan akan hilang dengan sendirinya setelah trombosit kembali dalam jumlah normal,” terang dr. Resthie.

6. Leukemia

Satu lagi, dikatakan oleh dr Fiona Amelia, MPH,  memar juga bisa menjadi tanda kanker darah atau leukemia.

“Memar-memar, mimisan, atau perdarahan gusi kerap ditemui pada kanker darah yang disebabkan oleh leukemia. Ini karena pertumbuhan sel darah putih yang abnormal kerap mengganggu produksi dan fungsi sel darah lain seperti trombosit, yang berperan penting dalam pembekuan darah,” kata dr. Fiona.

Anda juga perlu mewaspadai leukemia jika gejala memar juga disertai gejala lainnya seperti rasa lelah yang tak biasa. Begitu juga bila sering mengalami infeksi, berat badan turun, demam yang hilang timbul, berkeringat pada malam hari, pembesaran kelenjar getah bening, serta nyeri tulang atau sendi.

Itulah beberapa kemungkinan penyakit di balik munculnya memar di kulit yang selain karena benturan. Anda disarankan untuk segera periksa ke dokter jika memar sering muncul tanpa benturan, mudah sekali memar, memar muncul tiba-toba setelah konsumsi obat atau suplemen baru, atau memar muncul di tempat yang tak biasa seperti perut atau punggung. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: