Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ini 10 Penyakit pada Generasi Milenial!
Search
Sabtu 7 Desember 2019
  • :
  • :

Ini 10 Penyakit pada Generasi Milenial!

Starberita – Jakarta, Generasi milenial memang sepertinya cenderung menaruh perhatian tinggi terhadap kesehatan. Namun, menurut survei dari Blue Cross Blue Shield Association (BCBSA), kesehatan generasi milenial dapat menurun seiring dengan bertambahnya usia. Ada beberapa penyakit pada generasi milenial yang paling sering ditemukan.

Penelitian ini juga menunjukkan 10 penyakit generasi milenial. Yang dimaksud dengan penyakit generasi milenial adalah penyakit yang paling banyak akan menyerang generasi milenial. Berikut 10 penyakit generasi milenial yang dimaksud:

  • Depresi berat
  • Substance use disorder(gangguan penggunaan zat)
  • Kecanduan alkohol
  • Hipertensi
  • Hiperaktif
  • Gangguan psikotik
  • Penyakit Crohn dan kolitis ulseratif
  • Kolesterol tinggi
  • Kecanduan tembakau
  • Diabetes tipe 2

Menurut ahli, 10 penyakit generasi milenial di atas memang tidak terlalu mengejutkan. Yang mengherankan adalah, prevalensi untuk setiap penyakit tersebut pada milenial, ketimbang pada generasi sebelumnya.

Data tahun 2017 menunjukkan, milenial yang berusia 34 – 36cenderung lebih tidak sehat ketimbang generasi X yang berusia 34 – 36 tahun, dari data mereka tahun 2014. Selain itu, generasi milenial memiliki peningkatan jumlah diagnosis pada delapan dari 10 penyakit di atas.

Melalui survei di tahun 2017, 83 persen dari 55 juta generasi milenial menganggap diri mereka sehat. Namun, karena adanya tantangan kesehatan yang mengkhawatirkan dan meningkat pada generasi milenial seperti yang dijelaskan di atas, maka permasalahhnya harus diatasi sejak sekarang.

Penyakit Generasi Milenial: Kesehatan Mental Menjadi Masalah Utama

Berdasarkan penelitian, generasi milenial lebih banyak terkena dampak negatif dari kondisi kesehatan mental ketimbang fisik. Menurut penelitian, kenaikan kasus masalah mental terbanyak pada generasi milenial adalah depresi berat dan hiperaktif.

Depresi berat, kecanduan narkoba, serta kecanduan alkohol adalah masalah kesehatan yang paling umum dialami generasi milenial. Menurut ahli, ada beberapa faktor yang menyebabkan peningkatan masalah kesehatan mental pada generasi milenial, yaitu:

  1. Kemajuan Teknologi

Karena kemajuan teknologi, generasi milenial merupakan generasi pertama yang tumbuh tanpa harus mempelajari cara berkomunikasi secara langsung. Akibatnya, generasi milenial kurang bisa membaca ekspresi wajah atau sadar secara lebih mendalam tentang emosi dalam diri sendiri dan pada orang lain.

Kurangnya kesadaran emosional ini, atau yang secara medis disebut alexithymia, yang membuat generasi milenial sulit untuk memahami pikiran dan perasaan mereka.

  1. Paparan Media

Ledakan media di internet melahirkan siklus pemberitaan selama 24 jam tanpa henti. Hal ini menyebabkan generasi milenial bisa membaca berita apapun secara bebas, baik yang sangat negatif sekalipun.

Informasi tentang terorisme, bencana alam, atau jenis bencana lainnya sulit untuk diperoleh oleh generas-generasi sebelumnya. Sekarang, informasi-informasi seperti itu sangat mudah didapat, bahkan tanpa disaring.

Alhasil, generasi milenial lebih mudah merasakan keputusasaan dan ketakutan yang berkaitan dengan kejadian-kejadian negatif tersebut.

  1. Kurangnya Ikatan Keluarga

Saat ini, semakin banyak orang tua yang bekerja lebih keras untuk memenuhi tuntutan finansial. Menurut ahli, generasi milenial mengalami hal yang tidak dialami oleh generasi sebelumnya. Generasi milenial umumnya tidak memiliki keuntungan untuk menghabiskan waktu lebih banyak dengan keluarga karena jam kerja yang cenderung tinggi.

  1. Terlalu Sibuk

Poin ini masih berkaitan dengan poin sebelumnya. Karena terlalu sibuk bekerja, kebanyakan generasi milenial sering bekerja di akhir minggu. Hal ini tentu menyebabkan kelelahan, sehingga juga meningkatkan faktor risiko masalah fisik dan emosional.

Apalagi, masalah mental umumnya dimulai sejak usia remaja. Karena tuntutan pekerjaan dan kehidupan yang semakin meningkatkan stres, maka generasi milenial memiliki risiko yang semakin tinggi terkena masalah mental.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Generasi Milenial?

Menurut ahli, hal terbaik yang bisa dilakukan generasi milenial untuk menjaga kesehatan mereka adalah dengan melakukan langkah preventif. Dengan begitu, generasi milenial bisa mencegah agar sampai tidak terkena sakit.

Namun, menurut survei yang dilakukan BCBSA, sepertiga dari para milenial umumnya tidak memperoleh fasilitas pencegahan rutin. Kebanyakan generasi milenial hanya ke dokter ketika sedang sakit.

Para ahli menyarankan agar generasi milenial rutin berkonsultasi atau melakukan pemeriksaan kesehatan. Dengan begitu, penyakit kronis bisa dicegah sejak dini. (sbc-02/gsc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: