Search
Rabu 8 April 2020
  • :
  • :

Indonesia Masih Butuh 435 Rumah Sakit Siap Stroke

Starberita – Jakarta, Stroke menjadi salah satu penyakit dengan penyebab kematian terbesar kedua di dunia. Dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia yang jatuh setiap 29 Oktober 2019, diharapkan dapat mendorong rumah sakit di Indonesia menjadi rumah sakit siap stroke dengan menerapkan standarisasi layanan stroke terpadu.

Meski saat ini sudah ada beberapa rumah sakit yang terdaftar dengan standarisasi layanan stroke terpadu, tapi Indonesia masih membutuhkan sekira 435 rumah sakit siap stroke. Nantinya rumah sakit tersebut bakal melayani sekira 269 juta penduduk Indonesia.

Salah satu rumah sakit siap stroke yang ada di Indonesia adalah RS PON di Jakarta. Diharapkan banyak rumah sakit bisa menjalankan standarisasi layanan stroke untuk menyelamatkan nyawa masyarakat.

Namun, sebagaimana negara-negara lainnya yang ada di Asia Tenggara, sistem penanganan stroke di Indonesia masih menghadapi tantangan. Beban stroke yang tinggi dan kesenjangan yang signifikan dalam jumlah pusat penanganan stroke dan rumah sakit siap stroke.

Head of Medical Representatif Angel Initiative Indonesia, dr. Temmy Winata mengatakan pihaknya akan berusaha meningkatkan jumlah rumah sakit siap stroke untuk mengoptimalkan kualitas penanganan. Caranya dengan menerapkan Angel Intiative yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan rumah sakiy bagi penderita stroke.

“Kami ingin meningkatkan jumlah rumah sakit siap stroke sehingga lebih banyak pasien yang memiliki akses serta mengoptimalkan kualitas penanganan stroke yang baru maupun yang sudah ada,” terang dr. Temmy.

Saat ini prevalensi stroke di Asia Tenggara diperkirakan mencapai 14,6 persen dan menyumbang sebanyak 4,5 juta dari 30,7 juta kasus stroke di dunia. Selain itu stroke juga menjadi penyebab kematian nomor satu di Indonesia dengan tingkat disabilitas yang tinggi mencapai 65%

“Penanganan pasien stroke penting dilakukan sesegera mungkin. Dengan mengikuti standar terbaik di pusat-pusat khusus penanganan stroke, pasien dapat memiliki peluang yang lebih baik untuk bertahan hidup dan menjalani kehidupannya tanpa disabilitas,” tutupnya. (sbc-02/okz)

 




Tinggalkan Balasan

error: