Search
Sabtu 4 April 2020
  • :
  • :

Jembatan Putus di Simalungun dan Jalan Menuju KSN Danau Toba Jadi Fokus Dewan

Starberita – Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) periode 2019-2024 melalui komisi terkait memfokuskan kinerjanya pada pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang langsung menyentuh masyarakat dan kawasan strategis nasional (KSN) Danau Toba, seperti persoalan jembatan penghubung antar Desa Nagori Birung Ulu Manriah dan Bukit Rejo di Kabupaten Simalungun yang kerap kali terputus diakibatkan banjir yang berasal dari lahan PT Perkebunan Nusantara IV, seperti yang terjadi baru-baru ini.

 

“Jembatan yang menjadi penghubung antar 2 desa di Simalulngun ini sudah berulang kali dibangun dan diperbaiki. Namun setiap banjir datang, jembatan ini kembali rusak, Karena itu, kita akan segera membahas persoalan ini untuk mencari solusi terbaik agar masyarakat tidak resah jika banjir menerjang,” kata Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara, Rony Reynaldo Situmorang kepada wartawan diruang kerjanya di Gedung Dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (29/10/2019).

 

Menurut Rony, jembatan penghubung 2 desa yang sering terputus akibat banjir dengan volume air yang cukup besar ini kerap terjadi saat musim penghujan. Sehingga yang menjadi korban adalah masyarakat yang tidak bisa melintasi jembatan tersebut.

 

”Dan ini harus segera diperbaiki, agar masyarakat nyaman jika melintasi jembatan tersebut dan tidak risau lagi,” ujarnya.

 

Selain itu, masih kata Rony, pihaknya juga menyoroti infrastruktur jalan penghubung Siantar-Simalungun menuju kawasan strategis nasional (KSN) Danau Toba yang saat ini kondisinya masih perlu diperbaiki serta lampu penerangan jalan yang harus dipasang didaerah Penatapan yang ruas jalannya berkelok dan disampingnya jurang.

 

“Memang saat ini kondisi jalan ada yang sudah diperlebar, namun perlu diakui bahwa masih ada ruas jalan yang kecil yang perlu ‘dipoles’ dan dipasang lampu penerang jalan agar wisatawan yang datang ke Danau Toba melalui jalan penghubung Siantar-Simalungun bisa lebih nyaman dalam mengendarai kendaraan,” terang Rony yang merupakan politisi Partai NasDem ini.

 

Maka dari itu, lanjut Rony, pihaknya juga akan memanggil Dinas Bina Marga dan Balai Jalan Nasional untuk membahas persoalan ini. Karena disamping jalan menuju objek wisata dunia, jalan penghubung ini juga sering digunakan masyarakat untuk membawa hasil pertaniannya untuk dijual ke Pasar.

 

“Artinya, jalan ini juga sebagai penunjang perekonomian rakyat. Apalagi seluruh jalan nantinya diperbaiki dan diperlebar secara keseluruhan, maka perekonomian rakyat akan meningkat, karena semakin cepat warga menuju Pasar untuk menjual hasil bumi dan pertaniannya,” pungkasnya. (sbc-03)

 




Tinggalkan Balasan

error: