Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Waspada Urine Berbusa, Bisa Jadi Alami Gangguan Ginjal Kronis
Search
Jumat 22 November 2019
  • :
  • :

Waspada Urine Berbusa, Bisa Jadi Alami Gangguan Ginjal Kronis

Starberita – Jakarta, Penyakit Ginjal Kronis (PGK) di Indonesia memang terbilang cukup banyak. Sekira 3,8 persen penduduk Indonesia atau 10 juta jiwa didiagnosis mengidap PGK.

Namun banyak masyarakat yang belum mengetahui gejala awal penyakit ginjal kronis, padahal penyakit ini bisa dideteksi dini dengan memperhatikan urine yang dihasilkan oleh seseorang.

Jika diperhatikan secara seksama, urine bisa menjadi indikator seseorang mengalami PGK. Biasanya urine yang berwarna keruh dan berbusa mengindikasikan seseorang mengalami PGK. Meski demikian diagnosa tersebut harus melewati serangkaian tes laboratorium untuk memastikan penyebabnya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Tunggul D. Situmorang, SpPD-KGH, pun membenarkan hal tersebut. Menurutnya warna keruh dan berbusa pada air seni seseorang disebabkan adanya penumpukan protein. Tapi tidak semua warna keruh pada air seni disebabkan oleh protein.

“Protein di urine terlihat keruh dan berbusa. Itu memungkinkan seseorang mengalami PGK. Tapi harus diperiksa di laboratorium untuk lebih memastikannya. Bukan kalau berbusa sudah pasti itu protein, belum tentu,” terang dr. Tunggul.

Lebih lanjut dr. Tunggul menyarankan seseorang untuk melakukan tes albumin (protein yang terkandung dalam darah) untuk mendapatkan hasil yang lebih detail dan akurat. Hanya saja biaya yang diperlukan untuk melakukan cek albumin lebih mahal ketimbang dengan pemeriksaan protein biasa.

Dokter Tunggul membagikan cara untuk menilai urine seseorang yang keruh dan berbusa. Menurutnya tes tersebut tidak bisa dilakukan sembarangan.

Seseorang harus memeriksanya secara seksama dengan memperhatikan perubahan urine yang dikeluarkan setelah didiamkan beberapa saat.

“Berbusa di sini maksudnya bukan baru buang air kecil di lihat ada busanya. Kalau seperti itu jelas pasti semua urine akan berbusa karena terpercik. Yang dimaksud berbusa itu kalau sudah dibiarkan untuk beberapa saat tetapi tetap berbuih menyerupai foam,” tuntasnya. (sbc-02/okz)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: