Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Pemprovsu Harus Kedepankan Pelayanan Bukan Pendapatan
Search
Senin 18 November 2019
  • :
  • :

Pemprovsu Harus Kedepankan Pelayanan Bukan Pendapatan

Starberita – Medan, Berbagai cara turut dilakukan Pemprovsu guna menjadikan Sumut sebagai Provinsi yang Bermartabat. Salah satunya ialah dengan membawa sejumlah wartawan unit Pemprovsu melakukan studi banding (pengayaan wawasan) ke Batam pada 17-20 Oktober 2019.

Hal tersebut dilakukan Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu yang bertujuan agar wartawan unit Pemprovsu dapat menjadi mata dan telinga dari Gubernur ataupun Wakil Gubernur guna mempelajari dan membandingkan, apa-apa saja yang dilakukan oleh Pemerintahan Kepri dan hal mana saja yang dapat diterapkan di Pemprovsu.

Pada kunjungan ke Batam tersebut, wartawan unit Pemprovsu bertemu dengan pihak Pengelolaan Air dan Limbah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP) Batam guna mengetahui bagaimana cara agar bisa mengelola air ke masyarakat dengan baik dan benar. Padahal, sebagaimana diketahui bahwa pulau Batam tak memiliki sumber air bersih yang alami.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengelolaan Waduk, Hadjad Widagdo dalam pengelolaan air bersih, Batam memanfaatkan tingginya curah hujan yang mencapai sekitar 2.400 mm/tahun sebagai sumber air bersih yang ada. Dimana dalam hal ini, pihak BP Batam pun menyiapkan waduk sebagai tadah untuk menampung air hujan tersebut.

Akan tetapi, setelah adanya perubahan cuaca, seperti elnino dan lainnya, curah hujan di Batam pun mulai berkurang. Sehingga waduk yang ada di Batam tidak lagi mendapatkan air hujan secara rutin. Hal ini membuat pihak BP Batam berpikir serta menggunakan berbagai teknologi, agar pasokan air di waduk terus tersedia.

“Waduk kita disini, waduk buatan. Untuk yang terbesar yang kita miliki adalah Waduk Duriangkang dengan volume 78.180.000 m3. Dulunya ini air asin. Hanya saja sekarang sudah ditetapkan sebagai sumber air baku terbesar, karena ini memang waduk yang paling besar di Pulau Batam,” ucapnya.

Selain Waduk Duriangkang, penyediaan air bersih di Pulau Batam juga berasal dari Waduk Sei Nongsa dengan volume 720.000 m3, Waduk Sei Boloi 270.000 m3, Waduk Sei Ladi 9.490.000 m3, Waduk Sei Harapan dengan volume 3.600.000 m3, dan Waduk Muka Kuning dengan volume 12.270.000 m3. Dimana total kapasitas produksi air bersih di Batam saat ini mencapai 3.535 liter/detik, sementara untuk operasionalnya 3.199 liter/detik

“Kedepan, juga kita sedang menjajaki pengelolaan air bersih dari air laut, storm water dan sea weard system. Ada beberapa negara sedang menawarkan investasinya salah satunya Korea. Hanya saja kajiannya masih kita pelajari,” kata Hadjad.

Dalam pengelolaan air bersih tersebut, BP Batam pun menyerahkan tanggungjawab tersebut kepada pihak PT Adhya Tirta Batam (ATB) untuk bisa mengelolanya. Dan benar saja, PT ATB dinilai berhasil dalam mengelola air minum di Batam. Hal itu terbukti, hingga saat ini sudah 95% warga di Pulau Batam yang sudah mendapatkan manfaat air minum tersebut.

“Dan air yang tidak terpakai (air yang terbuang sia-sia karena kebocoran) di Pulau Batam, hanya sekitar 15% – 18%,” sebut Hadjad seraya mengatakan bahwa dalam pengelolaan air bersih ini, BP Batam selalu mengedepankan pelayanan, bukan pendapatan.

“Karena ini sudah visi kami, masterplan-nya harus dibuat bagus. Uji kelayakannya harus benar. Jangan sampai sudah dibuat, diulang lagi. Kami gak mau coba-coba, sebab dari awal kami berniat membangun infrastruktur air bersih dan limbah untuk industri dan domestik di Batam,” jelasnya sembari mengatakan, banyak investor yang ingin berinvestasi ke Batam melihat apa yang mereka lakukan.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Sub Direktorat Hubungan Masyarakat BP Batam, Yudi Haripurdaya. Sedangkan dari rombongan Pemprovsu, kunjungan tersebut dipimpin oleh Kabag Pelayanan Media Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Harvina Zuhra, dan Ketua Forum Wartawan Pemprovsu, Khairul Muslim.

Sebelumnya, Kepala Bagian Pelayanan Media Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu, Harvina Zuhra, menyebutkan bahwa kunjungan ke Pulau Batam ini sudah 5 kali dilakukan Pemprov Sumut. Dimana pada kunjungan kali ini, pihaknya membawa sebanyak 31 wartawan yang bertugas di lingkungan Pemprovsu, sejumlah pejabat eselon IV serta staf Biro Humas dan Keprotokolan.

“Ini bukan yang pertama, hanya saja pada kunjungan kali ini kita memang memfokuskan pada pengelolaan air dan limbah di Batam. Sehingga pulang dari sini, ada masukan untuk para wartawan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Forum Wartawan unit Pemprovsu, Khairul Muslim, mengatakan bahwa ada 80-an wartawan yang terverifikasi untuk meliput di Pemprovsu.

“Dari 80 itu terjaring lagi 31 wartawan yang saat ini mengikuti kegiatan pengayaan wawasan wartawan ini,” singkatnya.

Selain bertemu dengan pihak Pengelolaan Air dan Limbah BP Batam, dalam kunjungan ke Batam itu para wartawan juga berkesempatan mengelilingi berbagai tempat wisata yang ada di Provsinsi Kepri itu. Seperti jembatan Barelang yang menghubungkan Pulau Batam, Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang.

Sehingga dari perjalanan yang dilakukan tersebut, banyak hal yang di dapat oleh Wartawan unit Pemprovsu. Mulai dari cara bagaimana BP Batam yang dinilai berhasil dalam mengelola air limbah yang ada, hingga cara bagaimana agar situs objek wisata ada agar dapat terus terawat serta mendapat dukungan dan peran aktif dari masayarakat. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: