Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Normalkah Jika Payudara Bengkak Saat Menyusui?
Search
Sabtu 16 November 2019
  • :
  • :

Normalkah Jika Payudara Bengkak Saat Menyusui?

Starberita – Jakarta, Selama masa kehamilan, biasanya Anda merasakan ukuran payudara terasa lebih besar dan padat ketimbang sebelumnya. Begitu pula pasca persalinan alias ketika memasuki masa menyusui, malah saat itu payudara terlihat bengkak. Apakah kondisi ini normal, dan bagaimana cara untuk mengatasinya? Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Apakah payudara bengkak saat menyusui itu normal?

Saat masa menyusui tiba, aliran darah dan produksi ASI di payudara otomatis mengalami peningkatan, khususnya di beberapa hari pertama setelah melahirkan. Kondisi inilah yang kemudian membuat payudara membengkak.

Dengan kata lain, payudara bengkak saat menyusui merupakan cara alami tubuh untuk mempersiapkan ASI sebagai makanan utama bayi di 6 bulan pertama. Bukan hanya bengkak, biasanya payudara juga terasa sedikit nyeri dan agak keras.

Ini merupakan kondisi normal dan tidak perlu Anda khawatirkan. Hal ini dikarenakan peningkatan aliran darah dan banyaknya pasokan ASI dapat membuat payudara seolah penuh dan berat.

Meski bisa dikatakan normal dan terjadi secara alami, tapi pada kasus tertentu, payudara yang bengkak saat menyusui bisa sangat mengganggu Anda dan bayi. Misalnya ketika aliran darah dan jumlah cairan getah bening yang meningkat terlalu banyak.

Payudara yang terasa penuh tersebut kemudian akan membengkak, nyeri, dan menimbulkan ketidaknyamanan. Bahkan, kondisi ini bisa memengaruhi puting dan areola.

Alhasil, puting menjadi rata dan areola mengeras sehingga menyulitkan bayi saat menyusui. Anda juga dapat mengalami nyeri dan sakit pada puting, karena posisi isapan bayi kurang tepat selama menyusu.

Biasanya, pembengkakan dan rasa penuh pada payudara akan mereda dengan sendirinya dalam kurun waktu dua minggu pasca persalinan. Produksi ASI tetap akan berlimpah dan memenuhi payudara.

Hanya saja, Anda tidak lagi merasakan nyeri dan bengkak pada payudara saat menyusui. Namun, dalam beberapa kasus, pembengkakan payudara yang cukup parah mungkin tidak membaik dengan sendirinya dan perlu diobati.

Jika tidak, bengkak pada payudara saat menyusui tersebut dapat menyebabkan saluran ASI tersumbat dan mengalami infeksi.

Apa penyebab payudara bengkak saat menyusui?

Seperti yang telah dijelaskan di awal, penyebab payudara bengkak saat menyusui sebenarnya dikarenakan adanya peningkatan aliran darah dan pasokan ASI. Tetapi selain itu, ada beberapa kondisi lainnya yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami payudara bengkak saat menyusui.

Berbagai penyebab payudara bengkak saat menyusui yakni sebagai berikut:

  • Jarang menyusui bayi, sehingga pasokan ASI menumpuk di dalam payudara.
  • Jarang memompa ASI dengan pompa ASI manual maupun elektrik.
  • Menyapih atau mengganti ASI dengan makanan padat terlalu cepat.
  • Kesulitan bayi saat mengisap puting payudara, sehingga menyebabkan puting dan payudara membengkak.
  • Produksi ASI di dalam payudara terlalu banyak.
  • Pernah melakukan implan payudara, sehingga menghalangi aliran ASI.

Apa saja gejala payudara bengkak saat menyusui?

Gejala payudara bengkak saat menyusui mungkin bisa berbeda-beda pada setiap ibu. Namun secara umumnya, payudara yang bengkak saat menyusui biasanya akan terasa seperti:

  • Penuh
  • Berat
  • Keras atau kencang
  • Agak hangat dan lembut ketika disentuh

Pembengkakan payudara selama menyusui bisa terjadi pada salah satu payudara saja, maupun keduanya secara bersamaan. Ketika kondisi ini terjadi, pembuluh darah yang ada di bawah kulit payudara bisa menjadi lebih jelas dan terlihat.

Ini disebabkan oleh adanya peningkatan aliran darah serta pengencangan kulit di bagian atas pembuluh darah. Anda juga mungkin mengalami demam ringan dan mengeluhkan kelelahan di beberapa hari pertama menyusui.

Sebenarnya, Anda bisa tetap menyusui meski mengalami demam. Namun, ada baiknya untuk mengonsultasikan kondisi Anda dengan dokter terkait penyebab peningkatan suhu tubuh ini.

Pasalnya, mungkin saja demam disebabkan oleh hal lain seperti infeksi pada payudara. Sebelum bertambah parah, infeksi payudara yang terjadi selama masa menyusui harus segera diobati.

Bagaimana penanganan payudara bengkak saat menyusui?

Jika bengkak pada payudara saat masa menyusui membuat Anda enggan untuk menyusui si kecil, payudara mungkin masih akan tetap membengkak. Produksi ASI di dalam payudara juga tetap akan berjalan di awal.

Namun lama-lama bisa berhenti secara perlahan jika Anda tidak lagi menyusui bayi. Sebaliknya, bila Anda menyusui si kecil, pembengkakan payudara bisa berangsur-angsur membaik.

Ini karena produksi ASI di dalam payudara menyesuaikan dengan kebutuhan menyusu bayi. Agar tidak menghambat proses menyusui, pemulihan untuk kondisi payudara yang bengkak saat menyusui dapat dilakukan dengan cara seperti:

1. Lebih sering menyusui

Semakin sering Anda menyusui bayi, semakin banyak pula ASI yang dikeluarkan dari payudara. Secara otomatis, hal ini akan membuat bengkak pada payudara saat menyusui karena penuh oleh ASI akan mereda. Anda dapat menyusui 1-3 jam sekali saat payudara Anda membengkak.

Pastikan juga bayi mengisap puting susu dengan tepat, sehingga akan melancarkan aliran ASI dan membantu mengurangi pembengkakan payudara. Jangan lupa, usahakan Anda mengosongkan payudara setiap kali selesai menyusu.

2. Pompa ASI

Jika bayi tidak terlalu sering menyusu, atau sering menyusu tapi dalam jumlah yang rendah, Anda bisa membantu mengeluarkan ASI pada payudara dengan memompanya. Entah dengan pompa ASI manual maupun elektrik.

Lakukan hal ini setiap kali payudara sudah terasa penuh oleh ASI, tapi bayi masih enggan menyusu. Anda bisa menyimpan ASI di berbagai tempat sesuai dengan aturannya.

3. Kompres payudara

Gunakan kompres dingin atau kompres es yang dibalut dengan handuk, kemudian tempelkan pada payudara. Lakukan hal ini setidaknya selama 10 menit sebelum maupun setelah selesai menyusui. Rutin melakukan kompres dingin dapat membantu meredakan bengkak dan nyeri pada payudara.

Selain kompres dingin, Anda juga dapat melakukan kompres hangat atau mandi dengan air hangat. Hal ini akan membantu melancarkan produksi susu pada payudara.

4. Menyusui bergantian di kedua sisi payudara

Terlepas dari hanya salah satu atau kedua payudara mengalami pembengkakan, usahakan untuk menyusui bergantian di sisi kanan dan kiri payudara. Hal ini bertujuan agar aliran ASI di kedua payudara lancar dan tidak menumpuk.

5. Pijat payudara saat menyusui

Sembari bayi menyusu, Anda bisa melakukan pijat payudara untuk membantu melepaskan ketegangan sekaligus meredakan pembengakakan.

6. Minum obat pereda nyeri

Payudara bengkak saat menyusui bisa hadir dengan nyeri, entah dengan intensitas yang kuat, sedang, maupun ringan. Nah, Anda bisa minum obat pereda nyeri untuk membantu mengatasinya.

Namun sebelumnya, pastikan obat yang Anda minum selama menyusui ini diperoleh atas rekomendasi dokter. Ambil contohnya ibuprofen, yang dikenal aman untuk diminum selama masa menyusui.

Adakah cara untuk mencegah payudara bengkak saat menyusui?

Payudara bengkak memang menjadi salah satu masalah yang bisa dialami ibu saat menyusui. Namun kabar baiknya, sebenarnya Anda bisa mencegah sebelum kondisi ini benar-benar terjadi.

Salah satu cara utamanya yakni dengan rutin menyusui si kecil. Bahkan meski bayi sedang tampak tidur nyenyak sekali pun, coba untuk membangunkannya ketika sudah masuk waktu menyusuinya.

Selain itu, biasakan juga untuk memompa ASI yang tersisa di payudara setelah bayi selesai menyusu. Pastikan juga Anda menyapih bayi secara bertahap dan tidak terlalu cepat.

Sebab mengenalkan bayi dengan makanan padat sedikit demi sedikit sembari melepaskan pemberian ASI, dapat membantu mencegah payudara bengkak dan nyeri.

Anda juga bisa segera berkonsultasi ke dokter ketika mengalami perubahan abnormal pada payudara selama masa menyusui. Dokter biasanya akan memberikan cara pemulihan sesuai dengan penyebab awalnya. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: