Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – FITRA Sumut Kaget Walikota Medan Terjaring OTT KPK
Search
Sabtu 16 November 2019
  • :
  • :

FITRA Sumut Kaget Walikota Medan Terjaring OTT KPK

Starberita – Medan, Direktur Eksekutif FITRA Sumut, Rurita Ningrum mengaku kaget saat mengetahui dari pemberitaan bahwa Walikota Medan ikut terjaring OTT KPK.

Bukan tanpa alasan, pasalnya FITRA Sumut secara aktif melihat bahwa keterbukaan informasi di Pemko Medan berjalan sangat baik. Misalnya saja informasi tentang APBD terpampang dan mudah di akses melalui website https://pemkomedan.go.id.

“Begitu pula halnya dengan Dinas Kominfo Kota Medan terlibat aktif mengimplementasikan Aplikasi Layanan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR!). Dimana secara cepat Pemko Medan mengaplikasikannya dan menghubungkan pengaduan yang masuk ke aplikasi Medan Rumah Kita (MRK) yang berbasis android secara terpadu,” sebut Ruri.

Ruri pun menjelaskan bahwa secara sistem, informasi dokumen penganggaran Pemko Medan telah terbuka untuk umum. Begitu pula adanya mekanisme pengaduan baik secara online dan offline, termasuk saat tim FITRA SUMUT, ELSAKA dan HWDI meminta Komitmen Pemko Medan terkait pelayanan Kesehatan yang partisipatif dan ramah disabilitas. Dimana Pemko Medan yang diwakili Sekda dan Kadis Kesehatan bersedia menandatangani komitmen bersama tersebut.

“Sehingga kami bisa sebutkan, komitmen Pemko Medan cukup baik dalam keterbukaan informasi dan menerima masukan dari masyarakat. Makanya saya kaget lagi saat mendengar kalau Pak Wali terjaring OTT KPK. Bahkan, berdasarkan keterangan yang diperoleh media menyebutkan bahwa penangkapan tersebut disertai dengan uang tunai sebanyak Rp.200juta yang mungkin berasal dari setoran dinas. Jadi bisa saja setoran serupa telah terjadi berulangkali,” ucapnya.

Menurut aktivis perempuan anti korupsi ini, hal tersebut bisa terjadi karena integritas Kepala Daerah yang tidak ada. Oleh karenanya, sangat disayangkan sistem pemerintahan yang telah terbangun dengan baik, bertahun-tahun disupervisi oleh KPK tapi modus lama penyalahgunaan wewenang dan korupsi tetap tidak berubah. Seperti setoran dinas, jual beli jabatan, maupun izin proyek yang ada modus-modus lama korupsi.

“Sekarang mari kita lihat bersama bagaimana pengembangan KPK atas kasus OTT di Kota Medan ini. Siapa saja yang terlibat dan apa saja modus-modus yang digunakan. Rasanya menjadi sulit mendapati ‘Daulat Rakyat Atas Anggaran’ kalau mental pejabatnya korup,” kata Ruri.

Ruri pun menegaskan kepada masyarakat, khususnya yang ada di Kota Medan agar kedepannya lebih berhati-hati dalam memilih kepala daerah.

“Masyarakat jangan lagi tergiur uang, penampilan, maupun tutur kata yang manis-manis. Tetapi harus dilihat track recordnya, dan pastikan integritasnya. jangan sampai ada lagi kepala daerah yang terjaring oleh KPK karena Korupsi,” tandasnya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: