Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – BKOW Ngadu ke DPRD Medan
Search
Sabtu 16 November 2019
  • :
  • :

BKOW Ngadu ke DPRD Medan

Starberita – Medan, Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), Rabu (16/10/2019) mendatangi Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPRD Kota Medan. Mereka meminta dukungan DPRD terkait terkait penyelamatan aset lahan wisma Kartini di Jalan Kartini Medan.

Kepada anggota dewan, Ketua BKOW Sumut, Kenalawati, didampingi pengurus lainnya mengatakan pihaknya meminta dukungan dari dewan terkait lahan Gedung Kartini.

“Saat ini memang lagi proses hukum di PN. Pasca terbakarnya Gedung Kartini BKOW tidak lagi ada kantor. Kami berharap ada dukungan dari Fraksi PAN untuk penyelamatan aset tersebut,” pinta Kenalawati.

Kenalawati mengatakan, pihaknya tetap berjuang membela organisasi perempuan. “Kami tidak akan menyerah mempertahankan aset demi kelangsungan organisasi perempuan,” katanya.

Menyikapi keluhan itu, Ketua Fraksi PAN, Edwin Sugesti, didampingi Edi Saputra, Abdul Rahman dan Sukamto, mengatakan akan menindaklanjuti keluhan BKOW.

“Kami akan mendalami persoalan ini. Pada prinsipnya, kita tidak setuju bila Pemko melepaskan asetnya,” kata Edwin.

Menurut Edwin, Pemko Medan dinilai lalai terhadap aset dan keberadaan organisasi perempuan. “Pada hal kita ketahui wisma Kartini itu sebagai tempat pembinaan wanita, Pemko Medan harus lebih peduli,” ujar Edwin.

Senada dengan itu, Edi Saputra, mengatakan tidak setuju jika eks lahan wisma Kartini dijadikan tempat bisnis karena merupakan aset Pemko.

Terkait hal itu, Edi, berharap kepada PN Medan yang saat ini sedang menangani perkara tersebut dapat jernih melihat persoalan. “Apalagi kegunaan wisma selama ini demi kepentingan pembinaan perempuan,” katanya.

Sedangkan, Sukamto, mengaku akan menelusuri terkait kasus aset wisma Kartini ini. “Jangan sampai terjadi pengalihan aset,” katanya. (sbc-02)




Tinggalkan Balasan

error: