Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Bukan Jerawat, Waspadai Benjolan di Wajah Ini
Search
Sabtu 16 November 2019
  • :
  • :

Bukan Jerawat, Waspadai Benjolan di Wajah Ini

jerawatStarberita – Jakarta, Berbagai jenis benjolan dapat muncul di wajah. Benjolan-benjolan tersebut juga muncul dengan bentuk, ukuran, warna, dan tekstur yang bervariasi.

Sebagian besar benjolan yang muncul di wajah memang tidak berbahaya, misalnya saja jerawat. Akan tetapi, ada beberapa jenis benjolan yang harus Anda waspadai dan sebaiknya segera diperiksakan ke dokter agar jenis dan penyebabnya dapat diketahui dengan pasti.

Berbagai benjolan di wajah yang harus Anda waspadai

Adapun benjolan-benjolan yang harus Anda waspadai karena bisa berkembang jadi berbahaya jika disepelekan, yaitu:

·         Komedo

Komedo dibagi menjadi dua, yaitu komedo tertutup (komedo putih) dan komedo terbuka (komedo hitam). Penyebabnya adalah pori-pori yang tersumbat oleh kelebihan minyak dan sel-sel kulit mati.

Komedo memang masih termasuk yang tidak berbahaya. Namun jika dibiarkan, bisa menjadi sangat mengganggu.

Untuk menghilangkan komedo, selalu bersihkan wajah Anda sebelum tidur dan jangan menggunakan produk yang dapat membuat kulit terkelupas, seperti alat perekat.

Produk tersebut akan merusak kulit dengan ikut menarik minyak alami pada wajah dan justru tidak dapat mengatasi faktor utama penyebab komedo, yaitu pori-pori yang tersumbat.

·         Milia

Kondisi ini ditandai dengan munculnya beberapa benjolan kecil yang keras dan terlihat seperti komedo putih. Biasanya, milia muncul pada sekitar mata, mulut, hidung, atau pipi.

Milia tidak akan bisa Anda hilangkan dari wajah dengan mencoba memecahkannya atau dengan obat pembersih jerawat. Sebab, milia merupakan kista berisi keratin yang tidak berbahaya.

·         Keratosis pilaris

Keratosis pilaris sering juga disebut sebagai kulit ayam. Pernah memperhatikan kondisi kulit ketika sedang merinding yang tiba-tiba dipenuhi benjolan-benjolan kecil?

Kurang lebih, keratosis pilaris juga terlihat seperti itu. Bedanya, pada kondisi ini, benjolannya tidak kunjung hilang.

Benjolan yang muncul biasanya kering dan keras, serta bewarna putih, merah, atau sewarna kulit. Biasanya terjadi pada paha dan lengan atas, tapi bisa juga muncul di wajah dan punggung.

Selain faktor genetik, kondisi ini juga dapat disebabkan sumbatan kecil pada folikel rambut oleh keratin. Meskipun tidak menimbulkan nyeri dan risiko kesehatan, kondisi ini dapat menimbulkan rasa gatal yang bisa membuat kulit Anda teriritasi.

·         Tahi lalat

Hampir semua orang memiliki tahi lalat, baik yang telah ada sejak lahir maupun yang baru muncul saat bertambahnya usia. Semuanya normal terjadi dan biasanya tidak berbahaya. Tahi lalat biasanya berwarna cokelat atau merah.

Seiring bertambahnya usia, warna tahi lalat yang berubah menjadi lebih terang atau gelap merupakan hal normal. Akan tetapi, jika tahi lalat mengalami perubahan bentuk atau pertambahan ukuran, Anda perlu waspada dengan adanya risiko kanker kulit.

Selain itu, Anda juga harus waspada bila tahi lalat memiliki bentuk yang tidak simetris, batas yang tidak teratur, warna yang berubah atau tidak rata, serta berdiameter lebih dari 6 milimeter.

·         Tag kulit

Kondisi ini ditandai dengan adanya pertumbuhan kulit jinak yang berbentuk lonjong.

Benjolan ini terasa lembut saat disentuh. Biasanya tag kulit muncul pada area yang mengalami gesekan seperti leher, dada bagian atas, kelopak mata, daerah selangkangan, serta ketiak.

Meski umumnya tidak berbahaya, Anda perlu waspada bila tag tumbuh dengan cepat, terjadi perubahan warna, menimbulkan rasa sakit, terinfeksi, atau mengalami perubahan lain yang mengkhawatirkan seperti pada tahi lalat.

·         Keratosis seboroik

Keratosis seboroik ditandai dengan timbulnya benjolan kasar berwarna cokelat pada area-area yang sering terpapar sinar matahari, seperti wajah, dada, dan punggung. Kondisi ini terjadi akibat pertumbuhan kulit lebih yang bersifat padat dan menumpuk pada permukaan kulit.

·         Hiperplasia sebasea

Kondisi ini ditandai dengan benjolan-benjolan kecil berwarna kuning pada dahi atau tengah muka.

Kondisi ini sangat sering terjadi, tidak berbahaya, cenderung muncul seiring waktu, dan dipengaruhi oleh genetik. Penyebabnya adalah produksi kelenjar minyak pada wajah yang berlebih.

Secara umum, jika benjolan di wajah tidak berdarah, tidak mengalami perubahan, tidak membesar secara cepat, maka kemungkinan besar tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. Akan tetapi, jika ada benjolan yang muncul secara tiba-tiba dan cukup mengganggu, sebaiknya segera konsultasikan pada dokter spesialis kulit untuk memastikan diagnosis dan kadar bahayanya. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: