Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Pemprovsu Apresiasi Dialog Sejarah Napak Tilas Kesultanan Langkat
Search
Jumat 22 November 2019
  • :
  • :

Pemprovsu Apresiasi Dialog Sejarah Napak Tilas Kesultanan Langkat

Starberita – Tanjung Pura, Sumut memiliki banyak peninggalan sejarah yang perlu dilestarikan, termasuk peninggalan sejarah Kesultanan Langkat. Karena itu, Pemprovsu sangat mengapresiasi setiap upaya pelestarian peninggalan sejarah, seperti acara ‘Dialog Sejarah Napak Tilas Kejayaan dan Keruntuhan Kesultanan Langkat’ yang digelar Lembaga Independen Pemerhati Pembangunan Sumatera Utara (LIPPSU) di Gedung Sekolah Tinggi Agama Islam Jam’iyah Mahmudiyah Tanjung Pura, Langkat, Sabtu (12/10/2019).

Apresiasi ini disampaikan Sekdaprovsu, R. Sabrina saat membuka dialog sejarah tersebut.

Dialog sejarah tersebut diharapkan dapat menjadi sarana mentransfer informasi sejarah kepada generasi bangsa. Sehingga dapat memberi pemahaman dan meningkatkan rasa cinta generasi muda pada tanah air.

“Saya mengapresiasi dialog sejarah ini, Kesultanan Melayu Islam Langkat adalah salah satu dari berbagai ragam pemberi warna dalam sejarah Republik Indonesia, oleh sebab itu perlu menjadi perhatian kita semua, transfer informasi sejarah ini sangat penting bagi generasi masa sekarang,” katanya.

Menurut Sabrina, dialog Sejarah tersebut diperlukan untuk membangkitkan idealisme kebangsaan dan persatuan. Serta memunculkan rasa kecintaan terhadap etika, adab, dan budaya Melayu Langkat sebagai warisan berharga. Hal tersebut juga dapat menjadi pembelajaran agar kejadian pada masa lalu tidak terulang kembali. Terutama pada peristiwa revolusi sosial yang terjadi pada tahun 1946.

“Sejarah Kesultanan Melayu, mulai dari pra republik hingga masa keruntuhannya perlu jadi perhatian kita, untuk mentransfer informasi sejarah kepada generasi saat ini,” katanya.

Kepada semua pihak terkait, mulai dari pemerintah Kabupaten/Kota hingga pemangku adat, diingatkan untuk terus saling bersinergi, khususnya dalam hal revitalisasi dan pelestarian peninggalan sejarah Melayu. Dengan adanya pelestarian atau revitalisasi tersebut, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Pelestarian peninggalan sejarah diharapkan dapat tercipta kawasan wisata bernuansa budaya, sejarah, dan religi yang dapat pula menambah pendapatan asli daerah,” katanya.

Sultan Langkat, Tuanku Sultan Azwar Abdul Jalil Rahmad Shah al-Haj mengatakan sejarah harus ditulis di atas fakta bukan berdasarkan imajinasi maupun fiksi. Dialog sejarah tersebut merupakan momentum penting bagi masyarakat Langkat.

“Apalagi Langkat sudah memberikan kontribusi bagi Republik Indonesia. Karena itu, momen ini sangat penting sekali,” kata Sultan.

Direktur LIPPSU, Azhari AM Sinik mengatakan dialog tersebut merupakan bagian dari upaya membangkitkan idealisme peradaban bangsa Melayu. Untuk itu, diharapkan masyarakat serta tokoh Melayu dapat memanfaatkan momentum dialog sejarah tersebut guna membuat Langkat bangkit kembali.

“Maka hari ini saya berharap, dalam momentum ini, kita bangkit, masyarakat dan tokoh-tokoh Melayu,” katanya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: