Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Menstruasi Juga Bisa Sebabkan Anemia, Ini 4 Cara Mencegahnya
Search
Selasa 22 Oktober 2019
  • :
  • :

Menstruasi Juga Bisa Sebabkan Anemia, Ini 4 Cara Mencegahnya

Starberita – Jakarta, Menstruasi berat yang berlangsung lebih lama dari periode normal bisa menurunkan jumlah sel darah merah secara drastis. Lambat laun, hemoglobin dan zat besi akan ikut menurun sehingga Anda rentan mengalami anemia. Untungnya, ada sejumlah tips yang dapat membantu Anda mencegah anemia saat menstruasi.

Cara mencegah anemia selama menstruasi

Setiap wanita memiliki pola menstruasi yang berbeda. Anda yang sering mengalami menstruasi berat perlu waspada karena Anda lebih rentan mengalami anemia. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya:

1. Mengonsumsi makanan tinggi zat besi

Zat besi adalah komponen penting pembentuk hemoglobin di dalam sel darah merah. Hemoglobin berfungsi mengikat oksigen dan membawanya ke seluruh tubuh. Tanpa asupan zat besi yang cukup, sel darah merah tidak bisa membawa oksigen dengan baik.

Hal ini membuat Anda rentan mengalami anemia defisiensi besi, terutama saat menstruasi. Guna mencegah anemia saat menstruasi, Anda sebaiknya menambah konsumsi makanan tinggi zat besi seperti:

  • Sayuran berwarna hijau, misalnya bayam, kangkung, kale, dan brokoli
  • Daging merah dan hati
  • Makanan laut, terutama kerang dan tiram
  • Kacang kedelai dan olahannya, kacang polong, kacang mede, lentil, serta chickpea
  • Biji labu dan quinoa
  • Bahan makanan lain yang telah diperkaya dengan zat besi

2. Mengonsumsi makanan yang membantu penyerapan zat besi

Mengonsumsi bahan makanan yang kaya zat besi saja terkadang belum cukup untuk mengantisipasi anemia. Pasalnya, penyerapan zat besi bisa terhambat oleh makanan tinggi kalsium, teh, kopi, serta produk susu yang Anda konsumsi setiap hari.

Saat Anda mengalami menstruasi, coba batasi makanan dan minuman tersebut guna mencegah timbulnya anemia. Sebaliknya, Anda perlu mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi. Di antaranya:

  • Jeruk, lemon, dan buah-buahan sitrus sejenisnya
  • Mangga, melon, pepaya, semangka, dan buah-buahan kaya vitamin C lainnya
  • Sumber vitamin A seperti paprika merah, wortel, dan aprikot
  • Daging ayam dan ikan

3. Menggunakan KB hormon

Pada siklus menstruasi normal, produksi progesteron meningkat beberapa hari sebelum menstruasi. Dinding rahim pun menebal agar siap menopang pertumbuhan embrio. Menjelang menstruasi, jumlah progesteron semakin turun. Dinding rahim kian menipis dan luruh selama menstruasi.

Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan rahim menebal secara berlebihan. Akibatnya, Anda mengalami perdarahan menstruasi yang lebih parah. Kehilangan banyak darah selama menstruasi akhirnya membuat Anda rentan terhadap anemia.

KB hormon membantu mencegah anemia saat menstruasi dengan menyeimbangkan hormon dalam tubuh Anda. Alat KB yang Anda gunakan mengandung hormon yang dapat menipiskan rahim sehingga Anda tidak mengalami perdarahan secara berlebihan.

4. Mengatasi masalah kesehatan yang menjadi penyebabnya

Selain ketidakseimbangan hormon, ada masalah kesehatan lain yang menyebabkan perdarahan hebat selama menstruasi. Diantaranya tumor rahim, polip, gangguan fungsi ovarium, penggunaan KB non-hormonal, hingga kanker.

Jika beragam masalah kesehatan ini belum ditangani, Anda akan tetap mengalami menstruasi berat yang menjadi pemicu anemia. Cobalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendeteksi masalah kesehatan pada tubuh Anda dan menentukan penanganannya.

Anemia selama menstruasi dapat menghambat Anda dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Kondisi ini biasanya terjadi pada wanita yang mengalami perdarahan hebat selama menstruasi.

Kunci mencegah anemia saat menstruasi adalah menjaga kecukupan zat besi dan mengatasi faktor penyebab menstruasi hebat. Agar hasilnya optimal, konsultasikan pula kondisi kesehatan Anda pada dokter yang tepercaya. (sbc-02/hel)

 




Tinggalkan Balasan

error: