Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ini Penyebab Utama Osteoporosis & Faktor yang Meningkatkan Resiko Anda
Search
Selasa 22 Oktober 2019
  • :
  • :

Ini Penyebab Utama Osteoporosis & Faktor yang Meningkatkan Resiko Anda

Starberita – Jakarta, Osteoporosis tidak muncul begitu saja tanpa sebab. Selain faktor usia, osteoporosis juga rentan muncul pada orang-orang dengan kondisi tertentu. Untuk menghindari tulang keropos di masa tua nanti, yuk cari tahu berbagai faktor penyebab munculnya osteoporosis.

Penyebab utama osteoporosis

Osteoporosis adalah kondisi tulang yang rapuh akibat penurunan kepadatan dan kekuatan tulang secara bertahap dalam jangka panjang.

Tulang terbuat dari kombinasi protein, kolagen, dan kalsium. Tulang yang normal dan sehat berbentuk padat dengan bagian dalamnya penuh lubang-lubang super kecil bagaikan sarang lebah.

Selama hidup, sel dan jaringan pembentuk tulang akan terus menerus diperbarui untuk menggantikan yang lama dan telah rusak. Di usia muda, tubuh dapat membuat tulang baru jauh lebih cepat daripada memecah tulang lama. Hal ini membuat massa tulang terus bertambah sehingga kekuatannya pun juga bertambah.

Seluruh kerangka tulang biasanya diganti setiap 10 tahun. Kebanyakan orang akan mencapai puncak massa tulangnya di usia 30 tahun. Nah, osteoporosis terutama terjadi sebagai efek penuaan. Semakin tua, kerja metabolisme tubuh akan melambat. Inilah yang kemudian ikut memengaruhi kecepatan regenerasi tulang kita.

Proses regenerasi tulang akan mulai melambat seiring bertambahnya usia, yang dimulai setelah Anda memasuki usia 20-an. Semakin usia menua, proses hilangnya massa tulang secara natural akan berjalan lebih cepat daripada proses pembuatan jaringan barunya.

Selain itu, pertambahan usia juga membuat tubuh menyerap kembali kalsium dan fosfat dari tulang ketimbang menyimpan mineral di dalamnya. Lama-lama hal ini membuat tulang akan melemah hingga akhirnya menyebabkan osteoporosis.

Berbagai faktor yang meningkatkan risiko osteoporosis

Usia adalah salah satu penyebab utama osteoporosis yang tidak bisa dikendalikan. Semakin tua usia seseorang, risiko osteoporosisnya akan semakin meningkat.

Di luar faktor penuaan, ada sejumlah penyebab lainnya yang bisa meningkatkan risiko seseorang memiliki tulang keropos akibat osteoporosis, yaitu:

1. Jenis kelamin

Wanita empat kali lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan dengan pria. Ini karena wanita memiliki massa tulang yang lebih rendah dibandingkan dengan pria.

Selain itu, wanita juga lebih rentan karena mengalami menopause di masa tuanya yang menyebab kadar estrogen menurun drastis. Kadar estrogen yang mencukupi sangat dibutuhkan dalam proses produksi massa tulang.

2. Ras

Ras adalah salah satu faktor penyebab kemunculan tulang keropos yang juga tidak bisa diubah. Dibanding ras lainnya, orang-orang Asia (lagi-lagi terutama wanita) cenderung lebih rentan terkena osteoporosis.

Risiko ini berhubungan dengan bukti yang menyatakan wanita Asia cenderung kurang cukup asupan kalsium. Salah satu alasannya karena sekitar 90 persen wanita asia mengalami intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa adalah kondisi saat tubuh tidak bisa mencerna protein yang berasal dari produk susu. Padahal susu menjadi salah satu sumber utama kalsium yang dibutuhkan tulang agar tetap kuat.

Selain itu, postur tubuh orang-orang Asia juga relatif lebih kecil dengan massa tulang yang juga lebih rendah daripada ras lainnya.

3. Riwayat keluarga

Ketika memiliki keluarga atau saudara kandung dengan osteoporosis, risiko Anda untuk memilikinya pun cukup besar. Oleh karena itu, coba cari tahu apakah keluarga Anda memiliki riwayat penyakit yang satu ini atau tidak. Jika iya, Anda bisa mencari cara mencegah osteoporosis ketika punya keturunan di keluarga.

4. Ukuran tubuh

Pria dan wanita yang memiliki kerangka tubuh kecil cenderung berisiko lebih tinggi terkena osteoporosis. Ini karena hanya ada sedikit massa tulang yang bertambah seiring pertambahan usia.

5. Kadar hormon tubuh

Kadar hormon yang terlalu banyak atau terlalu sedikit kerap jadi penyebab osteoporosis atau tulang keropos. Kadar hormon seks yang menurun seperti estrogen saat menopause misalnya sangat bisa melemahkan tulang dan memicu osteoporosis.

Hal ini pun terjadi pada pria di mana kadar testosteronnya kerap menurun seiring dengan bertambahnya usia. Selain itu, pria yang menjalani perawatan untuk kanker prostat juga bisa mengalami penurunan testosteron. Akibatnya efek yang muncul yaitu pengeroposan tulang yang lebih cepat.

Terlalu banyak hormon tiroid yang diproduksi juga bisa jadi penyebab tulang keropos. Oleh karena itu, selalu konsultasikan ke dokter saat Anda meminum obat yang membuat kelenjar hormon tiroid terlalu aktif.

6. Kekurangan asupan kalsium

Kalsium jadi salah satu nutrisi penting untuk menjaga tulang tetap kuat dan sehat. Oleh karenanya, kekurangan kalsium bisa menurunkan kepadatan tulang, keropos tulang lebih cepat, dan peningkatan risiko patah tulang.

Selain susu, Anda bisa mendapatkan sumber kalsium dari bayam, brokoli, sawi hijau, ikan sarden, hingga kacang kedelai.

7. Gangguan makan

Seseorang yang mengalami gangguan makan biasanya mengalami kekurangan nutrisi sehingga berat badannya pun lebih rendah. Hal ini bisa melemahkan kekuatan tulang baik pada pria maupun wanita. Bulimia dan anoreksia termasuk gangguan makan yang bisa menjadi penyebab osteoporosis.

8. Operasi gastrointestinal

Operasi gastrointestinal kerap dilakukan untuk menurunkan berat badang dengan memangkas ukuran perut atau menghilangkan sebagian dari usus. Operasi ini juga biasa ditujukan untuk mengatasi gangguan pencernaan tertentu.

Sayangnya, operasi ini juga bisa membatasi jumlah luas permukaan yaang tersedia untuk menyerap nutrisi termasuk kalsium.

9. Steroid dan obat-obatan lainnya

Penggunaan jangka panjang dari obat-obatan kortikosteroid minum atau suntik bisa mengganggu proses regenerasi tulang. Selain itu, obat-obatan lain yang diduga bisa meningkatkan risiko osteoporosis yaitu:

  • Obat kejang
  • Obat refluks lambung
  • Obat kanker

10. Masalah kesehatan tertentu

Risiko osteoporosis cenderung lebih tinggi pada orang yang punya masalah kesehatan tertentu. Pasalnya, banyak masalah kesehatan kronis yang membuat seseorang memiliki keterbatasan untuk bergerak.

Hal ini membuat otot dan tulang pinggulnya tidak digunakan untuk menahan beban. Jika terlalu lama tidak digunakan, tulang perlahan bisa keropos.

Selain itu, masalah kesehatan lain yang juga bisa menyebabkan keropos tulang adalah:

  • Radang sendi
  • Penyakit ginjal jangka panjang kronis
  • Kelenjar paratiroid yang terlalu aktif
  • Diabetes, paling sering tipe 1
  • Tranplantasi organ
  • Penyakit celiac
  • Inflammatory bowel disease(IBD)
  • Lupus
  • Rheumatoid arthritis

11. Gaya hidup tidak sehat

Gaya hidup tidak sehat jadi salah satu penyebab osteoporosis yang perlu disadari. Beberapa kebiasan buruk yang membuat risiko Anda terkena osteoporosis meningkat yaitu:

Jarang bergerak

Orang yang jarang bergerak dan menghabiskan waktu dengan duduk seharian lebih berisiko terkena osteoporosis dibandingkan dengan mereka yang aktif.

Olahraga dan bergerak aktif justru bisa membantu menguatkan tulang, memantapkan keseimbangan tubuh, serta memperbaiki postur tubuh.

Untuk Anda pekerja kantoran yang selama seharian bekerja di depan komputer, sebaiknya rajin-rajinlah beranjak dari kursi. Lakukan peregangan ringan selama beberapa kali agar tulang tetap terjaga kekuatannya.

Minum alkohol berlebih

Minum lebih dari dua minuman beralkohol dalam sehari bisa meningkatkan osteoporosis. Ketika tulang mulai patah, Anda berisiko tinggi mengalami cedera karena terjatuh.

Merokok

Pria dan wanita yang merokok memiliki tulang yang lebih lemah. Memang tidak diketahui secara pasti penyebannya tetapi telah terbukti ada hubungan kuat antara merokok dan kekuatan tulang.

Ketika seorang wanita merokok setelah menopause, kemungkinan mengalami osteoporosis akan semakin tinggi. Ini karena saat menopause juga jadi salah satu penyebab terkuat kemunculan osteoporosis. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, hal ini disebabkan karena kadar estrogen pada tubuh yang menurun drastis.

Setelah mengetahui berbagai penyebab dan faktor yang meningkatkan risiko tulang keropos, yuk mulai buat perubahan positif agar terhindar dari kondisi ini. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: