Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Kenali, Berbagai Penyebab Kanker Testis Ini Wajib Anda Ketahui!
Search
Selasa 28 Januari 2020
  • :
  • :

Kenali, Berbagai Penyebab Kanker Testis Ini Wajib Anda Ketahui!

Starberita – Jakarta, Kanker testis merupakan salah satu jenis kanker yang tidak umum dan biasanya terjadi pada pria berusia 15-35 tahun. Walaupun jarang terjadi, kanker testis dapat diterapi dengan operasi dan kemoterapi. Supaya dapat mengurangi risiko penyakit ini, kenali dahulu apa saja penyebab kanker testis.

Berbagai penyebab kanker testis

Meski hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan secara gamblang mengenai penyebab dari kanker, terdapat beberapa hal yang mungkin dapat memicunya.

Menurut American Cancer Society ada beberapa kondisi yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker pada testis Anda. Apa saja kondisi tersebut?

1. Faktor genetik

Salah satu penyebab kanker testis yang paling besar adalah faktor genetik atau biasa disebut dengan riwayat keluarga.

Pria yang memiliki ayah atau saudara kandung yang menderita kanker testis, biasanya memiliki risiko yang lebih besar untuk kena kanker testis, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki riwayat oenyakit ini di anggota keluarganya.

Hal ini berarti juga berkaitan dengan DNA yang ada dalam keluarga. Biasanya, DNA yang bermasalah di dalam tubuh dapat mengakibatkan sel-sel sehat menjadi rusak.

Sekalipun rusak, sel-sel tersebut nyatanya tidak lantas mati. Sel itu malah akan terus tumbuh sehingga membuat jumlah sel yang berada di dalam tubuh jadi berlebihan jumlahnya.

Pertumbuhan yang berlebihan inilah yang bisa mengganggu testis seorang pria. Tidak menutup kemungkinan juga pertumbuhan abnormal ini dapat menyerang anggota tubuh lainnya.

Apabila Anda mencurigai adanya kemungkinan terkena kanker ini, apalagi jika Anda memiliki keluarga yang kena penyakit serupa, segeralah konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih awal.

2. Testis yang tidak turun (kriptorkismus)

Selain faktor genetik, penyebab yang mungkin dapat memicu risiko terjadinya kanker testis adalah kriptorkismus atau testis yang tidak turun.

Testis yang tidak turun adalah sebuah kondisi ketika salah satu atau kedua testis tidak turun dari perut menuju ke skrotum. Sekitar 3% anak laki-laki mendapati testis mereka tidak turun.

Dalam beberapa kasus, terdapat testis yang turun ke skrotum, namun salah satunya tetap tertinggal di selangkangan.

Jika setelah anak laki-laki menginjak umur satu tahun dan testisnya tidak kunjung turun, cobalah periksakan anak Anda ke dokter. Dokter akan menganjurkan Anda menjalani operasi orchiopexy untuk memindahkan testis ke skrotum.

Pria yang memiliki riwayat penyakit testis tidak turun lebih berisiko terkena kanker testis. Meski begitu, risiko ini dapat dikurangi apabila orchiopexy dilakukan pada masa anak-anak.

Belum ada data yang menjelaskan bahwa orchiopexy yang dilakukan pada usia dewasa dapat membantu mengurangi risiko kanker testis.

3. Masalah kesuburan

Seorang laki-laki yang memiliki masalah kesuburan memiliki peluang yang lebih tinggi untuk terkena kanker testis, dibandingkan mereka yang tidak.

Hal ini ditandai dengan sperma yang bermasalah, seperti kekentalan sperma atau sperma yang tak bergerak seperti biasanya (jika dilihat secara mikroskopis).

Hal ini dikarenakan testis merupakan tempat penghasil sperma. Apabila kualitas sperma buruk, tentu penyebabnya adalah gangguan di testis itu sendiri.

Namun, bukan berarti mereka yang memiliki masalah kesuburan pasti akan kena kanker testis. Sejauh ini, belum diketahui secara pasti hubungan antara keduanya.

Berbagai penyebab kanker testis yang telah disebutkan sebenarnya merupakan beberapa kondisi yang mendukung pertumbuhan sel kanker pada testis.

Belum ada penelitian yang benar-benar menjelaskan apa penyebab langsung terjadinya kanker testis. Jika Anda merasa khawatir dengan kesehatan testis dan organ kelamin Anda, konsultasikan ke dokter untuk mendapat kepastian. (sbc-02/hel)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: