Search
Senin 30 Maret 2020
  • :
  • :

Jangan Sepelekan, Infeksi Jamur Bisa Berujung Kematian

Starberita – Jakarta, Jamur yang ada di sekitar lingkungan bisa menyebabkan infeksi jamur atau disebut dengan mikosis. Kondisi ini cenderung dianggap sepele karena kasusnya yang jarang ditemukan, padahal bisa memicu kematian.

Seseorang yang memiliki daya tahan tubuh baik, biasanya jamur tidak menimbulkan gangguan kesehatan. Tapi pada kondisi tertentu yang mempermudah terjadinya infeksi, jamur dapat menyebabkan berbagai gangguan, mulai dari infeksi jamur di permukaan kulit (mikosis superfisial), alergi kulit atau asma, hingga infeksi jamur sistemik (mikosis sistemik) yang mengancam jiwa.

“Ini disebut faktor risiko atau predisposisi. Jumlah kasus mikosis paru semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien imunodefisiensi, mengalami sakit berat, atau menderita kelainan paru kronik, termasuk penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), infeksi tuberkulosis (TB) paru,” ujar DR. Dr. Anna Rozaliyani, MBiomed, Sp.P, di kantor Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Salah satu yang patut diwaspadai adalah infeksi jamur di paru (mikosis paru). Kondisi ini adalah bagian dari mikosis sistemik berupa gangguan paru dan atau jalan napas yang disebabkan infeksi, kolonisasi jamur, atau reaksi hipersensitif terhadap jamur.

Proses infeksi ini dimulai saat jamur terhirup saluran napas, tapi akan dilenyapkan jika sistem kekebalan tubuh baik. Jika ada faktor risiko itu, jamur yang masuk ke paru akan memicu infeksi yang menimbulkan gejala.

Dokter Anna mengatakan gejalanya mencakup batuk lama, sesak, nyeri dada, batuk darah, demam, penurunan berat badan, atau kelesuan terutama dalam 3 bulan terakhir. Gejala ini hendaknya bukan hanya dicurigai mengalami infeksi TB paru atau keganasan, tetapi juga perlu dipikirkan sejak awal kemungkinan mikosis paru.

Pada pasien asma yang tidak terkontrol dan tetap mengalami serangan sesak, perlu dipertimbangkan kemungkinan jamur sebagai pencetus asma.

“Ada 300 juta orang alami infeksi jamur, padahal ini berbahaya karena memicu kematian. Angka kematian bisa 40-100 persen jika sudah kena mikosis sistemik karena deteksi dini terlambat,” jelasnya. (sbc-02/vnc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: