Search
Jumat 10 Juli 2020
  • :
  • :

Daun Pohon Kapur Barus Upaya Menyulam Jejak Yang Hilang

Starberita – Medan, Menjelang peresmian museum sejarah Al Qur’an Sumatera Utara, kami membawa 5 karung daun pohon Kapur Barus yang berasal dari hutan Aek Nauli, Prapat. Daun tersebut saya datangkan untuk didiskusikan tentang bagaiman memfungsikannya secara artistic dan simbolik dalam peresmian museum Al Qur’an.

Untuk itu, saya mengundang dua seniman dan akademisi seni dari Universitas Negeri Medan Mukhlis Hasbullah dan Mangatas Pasaribu. Kemudian, muncul ide menyusun Daun Kapur Barus diatas lembar tripleks dalam komposisi mozaik daun dan diatas mozaik daun itu dibuatlah kaligrafi ayat Al Quran.

Ahli kaligrafi kami, ustadz Abdurrahman melukiskan ayat Iqra dengan titik yang belum sempurna.  Kemudian saat peresmian museum, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi menempelkan dua lembar daun menjadi dua titik menyempurnakan ayat Iqra yang sengaja dibuat menggantung itu.

Daun pokok Kapur Barus merupakan tanaman khas yang hanya ada di Sumatera Utara yang disebut di dalam Al Quran, surah Al Insan ayat 5. Peresmian dengan cara seperti ini dimaksudkan untuk mengirim pesan bahwa ada ceceran sejarah Islam yang dibiarkan atau terbiarkan berserakan di Sumatera Utara. Melalui museum ini, daun-daun “purba” itu coba disulam, dirangkai, dibaca dan diberi makna.

Ustadz Abdurrachman kemjdian menyerahkan cenderamata kepada Gubernur, sulaman daun kapur barus juga dalam mozaik yang dibingkai. Sang ustadz menorehkan kaligrafi diatas daun kapur itu yang maknanya “Setiap orang adalah pemimpin, setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya.”

Kemudian, sang Gubernur terpana sejenak. Lalu berucap, “Ah, nyindir aku kelen ya” lalu meledaklah tawa diruang museum Sejarah Al Qur’an ini beberapa waktu lalu.

Kami mendirikan museum yang “dindingnya” terbuat dari daun-daun kapur luruh berjatuhan, yang dipungut satu persatu, disulam satu persatu, sebab Al Qur’an seperti mozaik beribu makna, beribu kebajikan kehidupan. (sbc-03)

 

Penulis: DR Phil Ichwan Azhari dari Pussis Universitas Negeri Medan

 




Tinggalkan Balasan

error: