Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Mushaf Al Qur’an Kuno Ditemukan di Simalungun
Search
Selasa 22 Oktober 2019
  • :
  • :

Mushaf Al Qur’an Kuno Ditemukan di Simalungun

Starberita – Medan, Disebuah perkampungan kecil yang berada di Desa Maligas, Kabupaten Simalungun, kami mendapatkan temuan besar disebuah masjid kecil. Temuan ini sontak membuat terdiam sejenak sembari bersyukur kepada tuhan atas upaya yang selama ini dilakukan.

Temuan tersebut adalah Mushaf Al Qur’an Kuno dengan iluminasi biru yang belum pernah kami temukan sebelumnya, apalagi di kabupaten yang selama ini dianggap bukan kabupaten yang memikiki  jejak panjang sejarah Islam.

Sepanjang catatan yang ada, sejarah Islam di Simalungun jarang ditulis, Selain itu, sumber-sumber sejarah juga minim di kabupaten ini. Namun saya terkejut dengan misionaris Kristen dari Jerman yang satu abad lalu pernah mengambil foto ulama Islam Simalungun di Bandar.

Foto tersebut saya temukan pada Desember 2010 lalu di Arsip Missionaris RMG di Wuppertal, Barmen, Jerman dengan judul Mohammedanischer Heiliger di Bandar (arsip 203-208).

Foto ulama Simalungun tersebut kemudian saya publikasi di salah satu Koran di medan dan dimuat juga disebuah buku tentang sejarah Simalungun. Repro besar foto ini bersama ratusan foto dari arsip Missionaris Jerman tersebut dipajang di Digital Library Uniersitas Negeri Medan sampai saat ini.

Saya teringat pada foto tersebut, karena Ustadz Candiki dan Ustadz Abdurrahman yang merupakan team ahli kami dari Museum Sejarah Al Qur’an Sumatera Utara melaporkan pada saya atas temuan Mushaf dengan iluminasi biru di desa kecil dengan mesjid kecil itu tadi.

Kemudian, imajinasi saya mengarah ke gerak perjalanan Islam yang dinamis di Simalungun. Mushaf Al Quran juga bergerak dari satu kawasan ke kawasan lain mengikut gerak ulama dan muridnya.

Foto ulama di Bandar, Simalungun itu juga foto orang sedang berjalan, dinamis dan dia dengan muridnya bergaya saat ketika seorang pendeta misionaris Jerman meminta memotretnya. Selfie, gitulah kira kira.

Kemudian, mushaf ini ditemukan dalam keadaan rusak alamiah, terlalu sering dipakai dan tempat penyimpanan yang tidak mendukung untuk naskah kuno. Tapi jumlah halaman yang terselamatkan lumayan banyak, 490 halaman

Mushaf tidak lengkap, bagian awal dan akhirnya hilang. Dalam studi awal yang dibuat ustadz Candiki, bagian awal mushaf hilang dari surat al-Fatihah sampai Surat Al-An’am ayat 42.

Mushaf dimulai dari pertengahan Q.S. al-An’am : 42 sampai sebagian surat al-Ghasiyah.  Mushaf memiliki illuminasi (hiasan mushaf) di bagian tengah, awal surat al-Kahfi.

Illuminasi cukup indah dengan warna biru yang tersebar mendominasi hampir di seluruh hiasan di halaman mushaf. Warna biru ini termasuk warna yang jarang digunakan secara dominan dalam hiasan-hiasan mushaf di Nusantara.

Kami telah mengirim foto iluminasi ini ke ahli manuskrip Al Qur’an di Museum Alquran Istiqlal Jakarta . Iluminasinya gaya  floral dengan  tumbuhan dan jalinan tali motif banji yang menjadi hiasan di sekeliling ayat-ayat Alquran. Illuminasi seperti ini umumnya terdapat dan berasal dari Jawa. Namun juga ditemukan beberapa naskah dengan motif ini  di Sumatera seperti di Riau dan Aceh.

Akan panjang diskusi tentang manuskrip ini, yang akan dipamerkan dapat dikunjungi siapa saja dalam acara Peresmian Museum Sejarah Alquran Sumatera Utara pada 22 September 2019.

 

Penulis: DR Phil Ichwan Azhari dari Pussis Universitas Negeri Medan

 




Tinggalkan Balasan

error: