Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Tutup Pekan, Rupiah Sore Bertahan di Level Rp14.000-an
Search
Kamis 12 Desember 2019
  • :
  • :

Tutup Pekan, Rupiah Sore Bertahan di Level Rp14.000-an

Starberita – Jakarta, Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) menguat tipis pada perdagangan hari ini. Menutup pekan, rupiah terpantau bertahan di level Rp14.000-an per USD.

Bloomberg Dollar Index pada Jumat (20/9/2019) pukul 17.00 WIB, menunjukkan Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat tipis 5 poin atau 0,04% ke level Rp14.055 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.054-Rp14.090 per USD.

YahooFinance juga mencatat Rupiah menguat tipis 5 poin atau 0,03% bergerak ke level Rp14.050 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.050-Rp14.095 per USD pada hari ini.

Pada kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) tercatat posisi Rupiah di level Rp14.085 per USD. Menguat dibandingkan penutupan kemarin yang di level Rp14.099 per USD.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, penguatan Rupiah hari ini memang didorong karena pelemahan Dolar AS, pasca The Fed memangkas suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 1,75%-2%.

Data pasar tenaga kerja AS diperkirakan tetap kuat dan aktivitas ekonomi tumbuh secara moderat. Namun, penurunan suku bunga lebih lanjut dibutuhkan sebab meski konsumsi rumah tangga tetap tumbuh, tetapi investasi tetap melambat dan ekspor melemah.

Investor pun tengah menanti dua pertemuan FOMC The Fed kedepan di Oktober dan Desember 2019. Memang, dari pertemuan tersebut belum bisa diperkirakan The Fed akan kembali menurunkan suku bunga acuan tidak.

“Meski demikian Fed Rate Monitor Tool menempatkan peluang penurunan suku bunga di bulan Oktober kurang dari 50 bps, tetapi diperkirakan pemotongan suku bunga lagi di bulan Desember,” ujar Ibrahim dalam risetnya, Jumat (20/9/2019).

Dari sentimen dalam negeri, lanjut dia, kebijakan Bank Indonesia memangkas suku bunga 25 bps menjadi 5,25% memberikan stimulus bagi pasar keuangan. Penurunan ini menjadi yang ketiga kalinya sepanjang tahun 2019.

“Pasar kembali merespon positif sentimen turunnya suku bunga acuan,” katanya. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan

error: