Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Pendidikan Kurikulum Antikorupsi di Sekolah Bukan Menambah Mata Pelajaran.
Search
Jumat 18 Oktober 2019
  • :
  • :

Pendidikan Kurikulum Antikorupsi di Sekolah Bukan Menambah Mata Pelajaran.

Starberita – Medan, Saat rehat dari mengikuti workshop Penyusunan Peraturan Pendidikan Anti Korupsi yang dilaksanakan di Aula Raja Inal Siregar, Lantai 2 Kantor Gubsu, Plt. Kadisdik Batubara, Ilyas Sitorus memastikan bahwa kurikulum mengakomodasi nilai-nilai anti korupsi. Karena menurutnya, kurikulum adalah jantung pendidikan.

“Karena kurikulum merupakan jantung, maka kirikulum memiliki dua kekuatan,” kata Ilyas Sitorus yang ditemui usai melakukan sholat Dzuhur di teras Masjid Agung Medan, Rabu (18/9/2019).

Lebih jauh ncekli (sapaan akrab Ilyas) mengatakan, kedua fungsi tersebut yaitu pertama, ketepatan memilih substansi atau lingkup pengetahuan yang akan dibelajarkan. Dimana kebenaran substansi tidak disangsikan, urgent (penting) untuk dipelajari, benar-benar bermanfaat, relevan dengan kebutuhan peserta didik dan kehidupan, serta memancing minat peserta didik untuk mempelajari lebih lanjut secara mandiri.

Lalu fungsi yang kedua, pengelolaan kurikulum melalui pembelajaran yang efektif yang didukung oleh sistem penilaian yang mengarah pada pencapaian kompetensi (valid) dan realiable (dapat dipercaya, ajeg, konsisten, andal dan stabil).

“Pengelolaan kurikulum diawali dengan penyusunan perencanaan pembelajaran yang benar-benar dapat dijadikan sebagai acuan dan pengendalian proses pembelajaran,” jelasnya.

Perencanaan tersebut, kata ncekli, memperhitungkan kelayakan dan keterlaksanaanya, disesuaikan dengan kondisi yang ada, mempertimbangkan perbedaan potensi dan kecepatan serta gaya belajar peserta didik nantinya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari siswa.

Sewaktu di dalami awak media tentang apakah pendidikan anti korupsi akan menambah mata pelajaran baru nantinya di sekokah, Ilyas pun menegaskan kurikulum pendidikan antikorupsi yang akan diimplementasikan di sekolah-sekolah bukan berarti menghadirkan mata pelajaran baru. Karena menurutnya, sekolah dapat menggunakan cara kreatif dan inovatif dalam mengimplementasikan program pendidikan antikorupsi.

“Jangan bayangkan ada mata pelajaran baru. Kalau itu yang dimaksud, maaf, di tingkat Pendidikan Dasar (SD, SMP) bebannya sudah terlalu banyak. Nanti harus ada cara-cara yang lebih kreatif, inovatif untuk mengimplementasikan program gerakan antikorupsi di sekolah-sekolah,” tegasnya.

Ilyas pun mengatakan bahwa wokshop ini akan di tindaklanjuti dengan menghasilkan draf peraturan daerah provinsi, kabupaten dan kota nantinya, termasuk Kabupaten Batu Bara tentunya akan segera bersama kawan kawan menyelesaikannya dalam dua minggu ke depan.

“Paling tidak dalam implementasinya nanti akan menggambarkan nilai-nilai integritas, yaitu jujur, peduli, mandiri, disiplin, berani, tanggung jawab, kerja keras, sederhana dan adil,” bebernya.

Ilyas pun menyebutkan, workshop tersebut juga diikuti oleh seluruh Kadis Pendidikan dan Kabag Hukum Kabupaten/Kota se-Sumut dengan nara sumber Dari KPK, Dinas Pendidikan Provsu, Arsyad Lubus, Kepala Biro Hukum Setdaprovsu, Andi Faisal, serta BPDSM Sumatera Utara. Kegiatan akan berlangsung dari tanggal 18 – 19 September 2019. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: