Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Rupiah Sore Bergerak ‘Mixed’
Search
Rabu 16 Oktober 2019
  • :
  • :

BI Pangkas Suku Bunga Acuan, Rupiah Sore Bergerak ‘Mixed’

Starberita – Jakarta, Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) bergerak dua arah (mixed) pada perdagangan hari ini, pasca Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan. Rupiah terpantau mampu ditutup dengan bertahan di level Rp14.000-an per USD.

Bloomberg Dollar Index pada Kami (18/9/2019) pukul 17.10 WIB, menunjukkan Rupiah pada perdagangan spot exchange menguat tipis 6,5 poin atau 0,05% ke level Rp14.060 per USD. Hari ini, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.060-Rp14.104 per USD.

Sementara itu, YahooFinance mencatat Rupiah melemah tipis 3 poin atau 0,02% bergerak ke level Rp14.058 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp14.055-Rp14.099 per USD pada hari ini.

Sedangkan pada kurs referensi Bank Indonesia (BI) Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) menunjukkan posisi Rupiah di level Rp14.099 per USD. Melemah dibandingkan penutupan kemarin yang di level Rp14.080 per USD.

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung hari ini, Kamis (19/9/2019), BI memutuskan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 bps menjadi 5,25%. Langkah ini senada dengan Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve AS (The Fed) yang lebih dulu memangkas Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 bps menjadi kisaran 1,75% hingga 2,00%.

Kendati demikian, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, penurunan suku bunga acuan yang dilakukan pada hari ini tidak terpengaruh oleh turunnya suku bunga acuan The Fed. Justru menurutnya, BI sudah memperkirakan sejak jauh-jauh hari mengenai wacana penurunan suku bunga The Fed.

“Tidak ada (kaitannya). Kita sudah memperkirakan FFR,” ujarnya dalam acara konferensi pers di Komplek Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Dia menyatakan, penurunan suku bunga acuan BI sejalan dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah di bawah titik tengah sasaran dan imbal hasil investasi aset keuangan domestik yang tetap menarik. Juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik di tengah perlambatan ekonomi global.

“Serta sebagai langkah pre-emptive untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah kondisi ekonomi global yang melambat,” katanya. (sbc-03/okz)




Tinggalkan Balasan

error: