Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Waspada, Ini 11 Gejala Awal Kanker Payudara Selain Benjolan
Search
Selasa 12 November 2019
  • :
  • :

Waspada, Ini 11 Gejala Awal Kanker Payudara Selain Benjolan

Starberita – Jakarta, Mungkin selama ini yang Anda tahu tentang gejala kanker payudara adalah benjolan di sekitar dada atau ketiak. Namun, tanda awalnya tak selalu benjolan. Ada pula tanda dan gejala yang mungkin tak terlihat, tapi harus diwaspadai.

Ya, gejala awal kanker lebih dari sekadar bukan sekedar benjolan. Setidaknya inilah yang diungkapkan oleh para penyintas kanker. Yang disebutkan dibawah ini adalah tanda dan gejala kanker payudara wanita yang mungkin mengejutkan, di luar dari benjolan.

1.   Adanya cairan yang keluar dari puting susu

Ada wanita yang melaporkan tanda awal kanker payudara yang ia alami bukanlah benjolan, melainkan keluarnya cairan berwarna hijau dari puting.

“Selain ASI, bila ada cairan yang keluar dari puting dan disertai dengan gejala lain—seperti perubahan bentuk puting—maka tanda tersebut patut dicurigai sebagai gejala kanker payudara,” kata dr Dyan Mega Inderawati, membenarkan.

Menurut sebuah penelitian pendahuluan yang dipresentasikan dalam konferensi UK National Cancer Research Institute (NCRI) tahun 2016, satu dari enam wanita yang terdiagnosis kanker payudara mengalami tanda yang kurang terlihat (alias bukan benjolan), misalnya kelainan pada puting susu dan penurunan berat badan.

2.   Perubahan pada kulit payudara

Salah satu gejala lain kanker payudara adalah perubahan warna kulit payudara menjadi merah, lebih gelap, atau lebih terang dari kulit di sekitarnya. Selain itu, dr. Dyan juga mengatakan bahwa perubahan pori yang lebih besar juga harus diwaspadai.

“Dalam istilah medis, pelebaran pori tersebut disebut sebagai peau d’orange atau perubahan yang menyerupai kulit jeruk.”

Selain itu, perhatikan juga apakah ada kerutan dan lekukan masuk pada kulit payudara, ruam atau kemerahan di area payudara. Selain itu cermati pula jika ada kulit bersisik atau penebalan pada kulit.

3.   Perubahan pada puting susu

Sebetulnya puting yang dikatakan normal itu bisa berbeda-beda pada tiap wanita.

Sebagai contoh, jika bentuk puting susu wanita dari sananya sudah tertarik ke dalam (inverted nipple), itu normal. Namun jika puting susu yang awalnya tidak demikian tetapi tiba-tiba berubah bentuknya jadi tertarik ke dalam, segera periksakan diri ke dokter. Hal tersebut dikemukakan oleh Neelima Denduluri, MD, dari Oncology Network Breast Committee, Amerika Serikat (AS), kepada Women’s Health.

“Sel-sel kanker bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut di dalam payudara, yang akhirnya menarik puting ke arah dalam. Kondisi ini bisa dijadikan gejala yang merujuk pada kanker payudara,” kata dr. Dyan turut menambahkan.

4.   Payudara bengkak dan nyeri

Biasanya, payudara yang bengkak dan nyeri dirasakan wanita akibat perubahan hormonal (misalnya PMS atau kehamilan). Namun, gejala tersebut juga berkaitan dengan kanker payudara.

Menurut Debra Pratt, MD, OB-GYN dan ahli kanker dari Texas Oncology, AS, mengatakan bahwa kondisi tersebut berhubungan dengan ukuran dan posisi tumor. Pada akhirnya kondisi itu mengakibatkan perubahan pada ukuran dan bentuk payudara, atau mengakibatkan pembengkakan yang nyeri.

Sementara sebagian besar wanita yang melaporkan nyeri payudara tidak mengalami kanker, tetapi jika nyeri dan pembengkakan terjadi di luar siklus menstruasi, tidak sedang menyusui, dan muncul tiba-tiba atau tak kunjung menghilang, segera periksakan diri ke dokter. Apa pun penyebabnya harus segera ditemukan dan segera ditangani.

5.   Adanya sensasi menggelitik yang aneh

Beberapa penyintas kanker payudara melaporkan “sensasi menggelitik dari dalam”, payudara terasa seperti “ada duri” di dalam.

Dikatakan oleh Sherry Ross, MD, OB-GYN dan penulis buku “She-ology” mengatakan, sensasi aneh seperti itu bisa terjadi tanpa alasan sama sekali. Namun, jika sensasi yang dirasakan abnormal  dan berulang, sebaiknya segera buat janji dengan dokter.

6.   Payudara sensitif

Kata Dr. Sherry, payudara atau puting yang jadi sensitif juga bisa jadi tanda kanker yang perlu dicermati. Misalnya penggunaan bra menyebabkan iritasi pada puting, payudara terasa nyeri saat terkena derasnya air pancuran saat mandi, atau jadi tak suka saat pasangan menyentuh payudara Anda.

Apabila ini terjadi di luar siklus haid bulanan dan Anda pun tidak sedang hamil, sebaiknya laporkan keluhan tersebut ke dokter.

7.   Pembuluh darah jadi terlihat

Pembuluh darah yang tampak di bawah kulit bisa dipengaruhi banyak hal, misalnya warna kulit, jumlah lemak subkutan, kehamilan, atau genetik. Namun, Anda perlu mewaspadai jika garis-garis pembuluh darah berwarna biru atau hijau yang tampak tersebut, karena adanya perubahan penampilan bisa menjadi tanda kanker. Demikian disampaikan oleh Dr. Sherry.

Jika biasanya pembuluh darah tak pernah terlihat di area sekitar payudara dan sekarang muncul, atau pembuluh darah tersebut tampak lebih besar, lebih gelap, atau lebih menonjol, Anda perlu khawatir.

“Pembuluh darah yang terlihat dapat menunjukkan adanya tumor karena mereka butuh aliran darah lebih banyak, yang berarti lebih banyak pembuluh darah. Atau bisa tumor menghalangi aliran darah, sehingga mengakibatkan pembuluh darah di dekatnya membengkak,” ungkap Dr. Sherry.

8.   Payudara gatal

Biasanya, biang kerok gatal di payudara berhubungan dengan bra, misalnya terlalu ketat atau bra yang bertepi renda atau payet. Namun, jika puting terus-terusan gatal, itu merupakan keluhan yang harus diperiksakan ke dokter.

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari infeksi ragi atau infeksi lainnya, alergi, atau iritasi akibat pakaian. Namun, ada jenis kanker payudara yang langka, yang dapat menyebabkan kekeringan, kemerahan, dan ruam merah yang gatal di muncuk di sekitar putting, yang kalau kata Dr. Debra mirip eksem.

Apa pun penyebabnya, ruam gatal adalah gejala yang harus Anda periksakan ke dokter, apalagi jika sudah seminggu atau dua minggu tak juga sembuh.

9.   Ketiak sakit

Ketidaknyamanan di ketiak adalah salah satu keluhan yang umum terjadi, dan kebanyakan tak perlu dikhawatirkan. Namun, mengingat jaringan payudara juga sampai ke bagian samping dada hingga ketiak, kanker payudara bisa menyebabkan gejala di area tersebut, atau seperti kata Dr. Sherry, kanker bisa menyebabkan kelenjar getah bening di ketiak mengalami pembengkakan.

Waspadailah benjolan yang teraba keras, tidak bergerak saat disentuh, apalagi jika ada riwayat keluarga dengan kanker payudara. Bukan hanya kanker payudara, tetapi gejala tersebut juga bisa menjadi tanda kanker getah bening.

10.                     Jerawat di payudara

Ya, jerawat bisa muncul di mana saja, termasuk area payudara, terutama jika Anda wanita yang aktif berolahraga. Umumnya, jerawat akan hilang sendirinya dibarengi dengan higien yang baik. Namun jika Anda mengalami luka jenis apa pun di payudara yang tak hilang-hilang setelah 1-2 minggu, sebaiknya periksakan ke dokter.

“Adanya luka atau memar yang tak kunjung hilang bisa menjadi gejala awal kanker,” kata Dr. Sherry.

11.                     Adanya perubahan yang tidak berhubungan dengan payudara

Menurut studi dari NCRI, nyeri punggung, nyeri leher, dan penurunan berat badan secara misterius masuk daftar gejala kanker payudara yang akhirnya membuat wanita memeriksakan diri dan terdiagnosis kanker.

Dikatakan oleh Dr. Neelima, itu karena kanker payudara bisa menyebar sebelum terdiagnosis, menyebabkan gejala di bagian tubuh selain payudara.

Pentingnya deteksi dini kanker payudara

Menurut data dari Globocan tahun 2018 angka kejadian kanker untuk wanita tertinggi adalah kanker payudara, yaitu sebesar 42,1 per 100.000 penduduk, dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk. Melihat fakta ini, tentu saja wanita perlu waspada.

Kabar baiknya, semakin dini terdeteksi, semakin baik pula angka harapan hidup penderita kanker payudara. Tahu tidak, deteksi dini kanker payudara mampu menyelamatkan nyawa hingga 90 persen!

“Deteksi dini bisa dilakukan dengan pemeriksaan payudara sendiri. Pemeriksaan dapat dilakukan pada hari ke 5-7 sejak hari pertama haid. Pada masa ini, kelenjar payudara tidak lagi banyak terpengaruh oleh hormon haid,” jelas dr. Dyan.

Deteksi bisa dilakukan di rumah, yaitu dengan langkah-langkah di bawah ini:

  1. Berdiri di depan cermin tanpa busana dengan tubuh tegak, bahu lurus, dan kedua tangan berada di pinggang. Perhatikan bentuk kedua payudara dengan saksama. Waspadai perubahan bentuk, ukuran, dan warna pada salah satu atau kedua payudara. Begitu juga bila ada perubahan bentuk puting seperti bengkak, tertarik ke dalam, atau mengeluarkan cairan.
  2. Masih dengan posisi sendiri, naikkan kedua tangan ke atas. Cari tanda awal kanker seperti yang sudah disebutkan sebelumnya.
  3. Selanjutnya berbaringlah. Letakkan tangan kiri ke belakang kepala, lalu lakukan pemeriksaan payudara kiri dengan dengan tangan kanan.
  4. Lakukan penekanan pada payudara dari atas ke bawah, dari sisi paling luar ke sisi dalam, dengan menggunakan empat jari yang dirapatkan. Lanjutkan dengan menekan payudara secara melingkar hingga ke ketiak, tulang selangka, tengah dada, hingga tulang rusuk bagian bawah payudara. Rasakan apakah ada benjolan atau nyeri di area penekanan. Lakukan hal yang sama pada payudara satu lagi.
  5. Dengan posisi berdiri, lakukan pemeriksaan seperti langkah 3 dan 4. Beberapa wanita merasa lebih nyaman melakukan pemeriksaan saat payudara lembap atau bawah. Karenanya, Anda bisa melakukannya saat sedang mandi.

Faktanya, gejala awal kanker payudara tak selalu benjolan, tetapi pada banyak atau beberapa kasus juga meliputi keluhan-keluhan yang disebutkan sebelumnya. Karenanya rutinlah deteksi dini kanker payudara. Jika ada kejanggalaan, segera periksakan diri ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ingat, semakin dini kanker payudara terdekteksi, angka harapan hidup penderita akan makin baik dan terbukti mampu menyelamatkan nyawa hingga 90 persen. (sbc-02/kdc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: