Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Mushaf Al Qur’an Kuno Ulama Barus dan Kalender Bambu Aksara Batak Ditemukan
Search
Selasa 22 Oktober 2019
  • :
  • :

Mushaf Al Qur’an Kuno Ulama Barus dan Kalender Bambu Aksara Batak Ditemukan

Starberita – Medan, Mushaf Al Qur’an kuno asal ulama Barus Kabupaten Tapanuli Tengah bersaa kalender bambu beraksara Batak akhirnya ditemukan. Nantinya, penemuan ini akan dipamerkan di museum Al Qur’an Sumatera Utara pada 21 sampai 22 September 2019.

Ahli sejarah dari PUSSIS Universitas Negeri Medan, DR Phil Ichwan Azhari menceritakan bahwa Barus yang merupakan titik nol peradaban Islam yang telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo menyimpan banyak cerita sejarah dan pra sejarah. Selama ini belum ditemukan manuskrip Al Qur’an kuno sezaman dengan nisan-nisan yang ada di Barus.

Barus hanya negeri nisan yang jejak Islam serta rumah ibadah tidak ada ditemukan, seperti masjid yang sezaman nisan abad 13. Jejak Islam sekana hanya nisan yang membisu kesepian. Selain itu artefak Islam lainnya juga belum ditemukan, kecuali stempel beraksara Arab temuan arkeologis Arkenas Jakarta.

Berulangkali dalam rentang tahun yang panjang saya ke Barus, keluar masuk kampung mencari manuskrip Al Qur’an kuno dan saya tidak menemukannya. Tidak hanya itu, saya juga bertanya kepada siapapun yang ditemua termasuk melalui media sosial dan bahkan juga bertanya pada budayawan setempat. Hasilnya nihil. Padahal para ulama yang nisannya bertabur di Barus pastilah menggunakan Al Qur’an tulisan tangan pada zamannya. Kemana manuskrip manuskrip sebagai saksi sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Barus itu?

Tapi alhamdulillah, temuan kadang didapat di tempat yang tidak diduga. Pada 12 September 2019 lalu saya beruntung dipertemukan dengan Manuskrip Al Qur’an tulisan tangan asal Barus. Manuskrip ini memiliki iluminasi yang indah, memiliki kolopon walaupun tidak lengkap dan juga memiliki tanda air/watermark.

Selain itu, manuskrip ini merupakan warisan seorang ulama Islam Batak asal Manduamas yang sudah meninggal dan kini dipegang oleh ahli warisnya bersama peninggalan-peninggalannya yang lain. Tidak hanya itu, juga terdapat berbagai kalender dan peralatan ritual terbuat dari bambu beraksara Batak.

Saat ini, tim ahli manuskrip kuno kami sedang mengkaji berbagai aspek temuan ini. Bagi yang berminat menyaksikan dan mendengar diskusi tentang manuskrip ini dipersilakan datang pada 21-22 September 2019  ke Museum Sejarah Alquran Sumatera Utara, Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumut, Jalan Williiem Iskandar, Medan. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: