Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Inspektorat Sumut & Kepolisian Dipercaya Ungkap Hilangnya Uang Pemprovsu
Search
Selasa 22 Oktober 2019
  • :
  • :

Inspektorat Sumut & Kepolisian Dipercaya Ungkap Hilangnya Uang Pemprovsu

Starberita – Medan, Akibat banyaknya kejanggalan terkait hilangnya uang Pemprovsu sebesar Rp.1,6M di pelataran parkir Kantor Gubsu, membuat masyarakat bertanya-tanya mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Terlebih, soal uang tersebut yang ditarik tunai tanpa adanya pengawalan dari pihak keamanan. Menyikapi hal tersebut, Gubsu, Edy Rahmayadi pun mengatakan bahwa dirinya akan mengevaluasi hal tersebut. Kendati demikian, Edy membenarkan bahwa secara Pergub hal tersebut memperbolehkan hal itu (pembayaran secara tunai, – red.)

“Kita akan evaluasi, karena memang Pergubnya menyatakan bahwa boleh melakukan secara tunai. Tetapi itu dalam rangka untuk mempermudah, yang bersifat teknis,” sebut Edy saat ditemui usai menghadiri Pelantikan Anggota DPRD Sumut periode 2019-2024 di Gedung DPRD Sumut, Senin (16/9/2019).

Lebih jauh terkait hilangnya uang tersebut, Edy pun mengatakan bahwa pihaknya sedang melakukan pendalaman atas kejadian tersebut secara internal melalui Inspektorat.

“Kami akan tangani secara internal melalui Inspektorat, kita cari itu sampai ke mana,” ungkapnya.

Selain melakukan pemeriksaan internal oleh pihak Inspektorar Sumut, kata Edy, dalam kasus hilangnya uang Pemprovsu tersebut, pihaknya juga mempercayakan pengusutan kasus itu oleh pihak Kepolisian.

“Kita sama-sama, kita cari. Jika sudah ada tanda-tanda kita temukan, nanti kita buktikan. Apa sebenarnya yang terjadi,” singkat Edy.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, perihal hilangnya uang honorarium Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebesar Rp.1,6M terus mendapat komentar miring dari berbagai kalangan. Salah satunya Direktur Eksekusif Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sumut, Rurita Ningrum yang secara pribadi dirinya tak meyakini atas yang disampaikan oleh BPKAD terkait hilangnya uang tersebut.

“Menurut saya ada yang janggal dari peristiwa hilangnya yang itu setelah saya mendengar berita di Radio dan membaca berita di Online,” sebut Ruri.

Pertama, kata Ruri, setelah sekian lama disupervisi oleh KPK dirinya meyakini sistem pembayaran di Pemprovsu pasti lebih akuntabel dengan cara online, tidak ada pembayaran yang dilakukan secara tunai, tetapi sudah menggunakan sistem transasksi non tunai, baik pembayaran honor/gaji atau pun pembayaran kegiatan. Lalu yang kedua, pengambilan uang sebesar itu hanya dilakukan oleh staff BPKAD dan tanpa pengawalan dari pihak keamanan.

“Jelas hal ini sangat janggal. Sebaiknya Gubsu memberikan tindakan tegas atas kejadian ini. Apakah ada kelalaian atau unsur kesengajaan atas hilangnya uang diparkiran. Yang apabila ditelisik lagi, kejanggalannya uang tersebut akan dibawa kemana pada sore hari? apakah boleh uang itu dibawa pulang kerumah?,” ungkap Ruri bertanya-tanya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: