Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – BPKAD Bantah Soal Adanya Dugaan ‘Uang Ketok’
Search
Kamis 19 September 2019
  • :
  • :

BPKAD Bantah Soal Adanya Dugaan ‘Uang Ketok’

Starberita – Medan, Menepis soal adanya isu yang menyebutkan bahwa uang sebesar Rp.1,6M milik Pemprovsu yang hilang di parkiran adalah diduga untuk uang ketok palu pengesahan P-APBD dan R-APBD pemprovsu yang baru saja disahkan, Plt. Kepala BPKAD Sumut, Raja Indra Saleh melalui Kabag Anggaran BPKAD Sumut, Fuad Perkasa langsung membantah dengan tegas akan hal tersebut saat dilakukannya konfrensi pers di ruang Kepala BPKAD Sumut, Senin (10/9/2019).

“Gak ada kaitannya. Jadi uang yang hilang bukan untuk ‘uang ketok’ pengesahan P-APBD dan R-APBD kita,” tegas Fuad seraya menyebutkan bahwa uang yang hilang tersebut akan dipergunakan untuk pembayaran atau honor kegiatan yang sudah dilakukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rangka membahas APBD Pemprovsu.

Kemudian ditanya soal kenapa uang tersebut ditarik secara cash, Fuad pun mengatakan bahwa ada ketentuan dari Pergub tentang transaksi Non Tunai. Disitu, jelasnya, ada ketentuan bahwa bendahara dapat menyerahkan ataupun mentransfer kepada salah satu yang dikuasakan, seperti halnya kepada Muhammad Aldi Budianto sebagai pembantu PPTK untuk selanjutnya mendistribusikan uang tersebut kepada para penerima honor.

“Karena ini menyangkut honor lintas OPD, ada dari BP2RD, Bappeda, Biro Pembangunan, Biro umum, dan BKD. Jadi semua yang terkait dengan TAPD, dalam rangka membahas APBD. Jadi secara ketentuan, hal itu dibenarkan tidak dilakukan non tunai,” paparnya.

Lebih jauh Fuad menjelaskan bahwa uang dari Rekening Pemprovsu di Bank Sumut ke bendahara dilakukan secara non tunai atau transfer. “Kemudian dari bendahara ke si Aldi ini juga sifatnya non tunai (transfer). Selanjutnya setelah si Aldi menerima transferan dari bendahara, lalu ia mencairkannya untuk selanjutnya bisa mendistribusikan kepada para anggota TAPD,” kata Fuad.

Namun saat ditanya untuk berapa orang uang itu akan dibagikan, Fuad pun enggan berkomentar akan hal tersebut. Karena menurutnya, semua yang mendapat honor tersebut berdasarkan dari SK Gubernur.

“Nanti coba kita lihat berapa SK-nya. Nanti kita liat jumlahnya, jadi bukan asal ujuk-ujuk gitu penerimanya ini,” ungkapnya.

Lalu ditanya untuk sanksi terhadap Aldi yang telah menghilangkan uang tersebut, Plt.Kepala BPKAD, Raja Indra Saleh mengatakan bahwa untuk sanksi terberat yang akan diberikan ialah si Aldi harus mengganti semua uang yang hilang tersebut.

“Namun demikian, terhadap si Aldi akan dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh pihak Inspektorat. Dan setelah ada rekomendasi dari Inpektorat, baru kita bisa memberikan sanksi,” sebutnya. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: