Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Akhirnya, DPRD Sumut Sahkan P-APBD 2019 & R-APBD 2020
Search
Kamis 24 Oktober 2019
  • :
  • :

Akhirnya, DPRD Sumut Sahkan P-APBD 2019 & R-APBD 2020

Starberita – Medan, Perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun 2019 dan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun 2020 akhirnya disahkan setelah sebelumnya sempat berpolemik dan tertunda.

Paripurna pengesahan dilakukan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (9/9/2019) dan sempat dihujani interupsi hingga aksi Walk Out Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (F PDI-P).

Dari amatan, P-APBD 2019 disahkan dengan struktur pendapatan Rp14,03 triliun dari semula Rp15,3 triliun atau menurun sebesar Rp1,29 triliun (8,44 persen), sedangkan R-APBD 2020 ditetapkan dengan pendapatan Rp12,44 triliun dan belanja Rp12,64 triliun.

Selama pelaksanaannya, paripurna berlangsung alot, dari yang awalnya dijadwalkan pukul 10.00 WIB namun baru dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, menunggu kehadiran anggota dewan mencukupi kuorum.

Fraksi PDI Perjuangan, melalui juru bicara, Sutrisno Pangaribuan menolak menandatangani daftar hadir maupun menghadiri paripurna P-APBD Tahun 2019 karena menilai paripurna P-APBD Tahun 2019 tersebut melangkahi keputusan paripurna sebelumnya yang memutuskan P-APBD Tahun 2019 diserahkan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Selain itu, sikap Fraksi PDI Perjuangan juga tegas menolak P-APBD Tahun 2019 karena berbagai persoalan dalam P-PABD Tahun 2019 tersebut, seperti penyertaan modal Bank Sumut, perubahan Peraturan Gubernur (Pergub) penjabaran dan lainnya. Namun untuk paripurna pengesahan R-APBD Tahun 2020, pihaknya mengaku bersedia terlibat. Untuk itu, Sutrisno meminta agar absensi dua agenda paripurna itu dipisahkan.

Hingga pukul 15.00 WIB, paripurna kembali diskors karena kehadiran anggota dewan masih belum memenuhi kuorum. Para ketua fraksi diminta untuk memanggil anggota yang belum hadir ke ruang paripurna. Baru 65 anggota dewan yang menandatangani absensi, sementara dibutuhkan 67 anggota untuk memenuhi kuorum.

Usai skors dicabut, dan paripurna dinyatakan kuorum, sempat terjadi cekcok dikalangan anggota dewan. Sutrisno Pangaribuan kembali menilai, kuorum terpenuhi hanya berdasarkan tandatangan, sedangkan kehadiran fisik anggota dewan di ruang paripurna hanya 51 orang.

Sebagian anggota lainnya meminta agar paripurna dilanjutkan dan mempertanyakan sikap Fraksi PDI Perjuangan yang awalnya menolak untuk menghadiri paripurna, namun saat paripurna akan dimulai, anggota Fraksi PDI Perjuangan turut hadir. Hingga akhirnya anggota Fraksi PDI Perjuangan Walk Out.

“Kami Walk Out karena memang sejak awal Fraksi PDI Perjuangan tidak mau terlibat pembahasan P-APBD Tahun 2019. Kami sempat masuk karena ketua fraksi memberitahukan bahwa rapat pimpinan DPRD dan pimpinan fraksi sepakat tidak lagi membahas PAPBD, ternyata kami tertipu,” kata Sutrisno.

Namun Ketua DPRD Sumut, Wagirin Arman tetap melanjutkan paripurna dengan pembacaan keputusan bersama juru bicara anggaran tentang P-APBD Tahun 2019 oleh Zeira Salim Ritonga dan Muhri Fauzi Hafiz untuk R-APBD Tahun 2020.

“Banggar menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas rencana penurunan target PAD Tahun 2020 yang direncanakan sebesar Rp5,9 triliun, akan turun cukup signifikan bila dibandingkan dengan PAD Tahun 2019 sebesar Rp6,2 triliun. Meskipun penurunan ini merupakan konsekuensi dari kegagalan bayar pajak daerah dari PT Inalum, namun penurunan ini akan berdampak besar terhadap target-target RPJMD 2019-2023,” kata Muhri.

Banggar menekankan agar alokasi belanja yang ditetapkan pada APBD Tahun 2020 harus memiliki aturan pelaksanaan, seperti misalnya anggaran pencegahan narkoba, maka Pergub tentang pencegahan narkoba tersebut telah ditetapkan dan begitu juga terhadap berbagai alokasi belanja dan pendapatan yang belum memiliki peraturan operasional.

Pendapat akhir fraksi terhadap R-APBD Tahun 2020, dua dari 9 fraksi yakni Fraksi Partai NasDem dan Fraksi PDI Perjuangan belum dapat menerima R-APBD Tahun 2020, sedangkan Fraksi Partai Hanura menyetujui dan fraksi lainnya dapat menerima.

Sementara itu, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para anggota dewan yang telah memperjuangkan disahkan P-APBD Tahun 2019 dan R-APBD Tahun 2020 demi kepentingan rakyat Sumut.

Ia juga meminta agar para anggota dewan yang tidak terpilih lagi untuk periode berikutnya tetap turut serta dalam membangun Sumut ke depannya. Seperti diketahui, Senin (16/9/2019) mendatang akan digelar pelantikan anggota DPRD Sumut periode 2019-2024.

Sebelumnya, paripurna sempat diwarnai aksi mengejutkan, sekitar pukul 12.00 WIB siang, tiba-tiba masuk tiga pemuda memasang spanduk besar dari tribun atas ruang paripurna menuntut penolakan terhadap Revisi UU KPK. Mereka lalu menyanyikan lagu Indonesia Raya saat paripurna masih berlangsung. Petugas keamanan langsung mengamankan tiga pemuda tersebut. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: