Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Tanjungbalai Ekspor 79 Ton Ikan Segar ke China
Search
Jumat 18 Oktober 2019
  • :
  • :

Tanjungbalai Ekspor 79 Ton Ikan Segar ke China

Starberita – Tanjungbalai, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), bekerjasama dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai melakukan pelepasan Ekspor Perdana ikan segar sebanyak 79 ton dengan nilai sekitar Rp 2,6 miliar, dari Kota Tanjungbalai menuju negara China.

Ekspor perdana ke negara Cina, secara resmi dilepas keberangkatannya, ditandai dengan Pengguntingan Pita oleh Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Rina.

Acara dihadiri Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Dr Ir Rina, MSi, Wali Kota Tanjungbalai HM Syahrial SH MH, Wakil Wali Kota Drs H Ismail, Forkopimda Tanjungbalai, Intansi Vertikal, Kepala Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Tanjungbalai-Asahan Sondang Sitorus, para Pengusaha dan Kepala OPD dilingkungan Pemko Tanjungbalai, Senin(2/9/2019)

Kepala SKIPM Tanjungbalai-Asahan, Sondang Sitorus mengatakan, Lalu lintas produk perikanan baik ekspor maupun domestik dari kota Tanjung Balai terus mengalami peningkatan selama 3 tahun terakhir, dari sektor ekspor peningkatan terjadi bukan hanya ke negara-negara tetangga misalnya, Malaysia namun juga terjadi peningkatan ke negara-negara Mitra di mana kita ketahui bahwa untuk ekspor negara-negara Mitra itu sedikit lebih tinggi mutunya dibanding ke negara tetangga, kata Sondang.

Dikatakan Sondang, peningkatan ekspor tersebut tidak terlepas dari kesadaran para pelaku usaha untuk melakukan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan yang dipersyaratkan oleh negara-negara tujuan, ini terlihat dari pertambahan unit pengolahan ikan yang menerapkan sistem jaminan mutu bahwa di tahun 2016, itu kami catat hanya ada 3 unit pengolahan ikan, namun hingga 2019 ini sudah terdapat 9 unit pengolahan ikan yang sudah melakukan penerapan sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan yang dipersyaratkan oleh negara-negara pengimpor, ungkapnya.

Ekspor perdana dari Unit Pengolahan Ikan (UPI) PT Asahan Hasil Laut dan CV Semangat Baru, dimana kedua UPI ini baru menerapkan sistem jaminan mutu 1 tahun belakangan ini dan pada Juli kemarin sudah ada nomor registrasi dari Cina sehingga bulan ini kita bisa melakukan ekspor Perdana, jelasnya.

Sondang mengutarakan, karena keterbatasan Pelabuhan Teluk Nibung, sekitar 57% ekspor tersebut masih dilakukan dari pelabuhan Belawan, hal ini mungkin menjadi hal yang menarik untuk kita bahas kedepan bagaimana supaya nilai atau kekayaan ekspor yang dari Tanjungbalai ini bisa kita gunakan atau kita datakan di kota Tanjungbalai.

Semua data ekspor yang dikirim melalui Teluk Nibung maupun yang dikirim melalui pelabuhan Belawan ataupun Pelabuhan Tanjung Priok maupun Pelabuhan lainnya Itu semuanya datanya ada di Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), kedepan kita harapkan data ini bisa menjadi acuan bagi kita untuk menjadikan data ekspor Tanjung Balai memang betul-betul terdata sebagai ekspor dari kota Tanjungbalai, sehingga kita harapkan kedepan Tanjungbalai ini menjadi lebih maju dan lebih hebat kedepannya, harapnya.

Wali Kota Tanjungbalai, HM Syahrial SHMH mengatakan, sebagai salah satu daerah di Sumut yang memiliki potensi yang cukup besar dibidang perikanan, baik perikanan laut dan darat. Tanjungbalai sebagai pusat pendaratan produksi perikanan laut yang cukup besar setelah Belawan, dengan armada kapal penangkap ikan baik skala kecil dan besar serta jumlah nelayan Tanjungbalai yang mencapai 13.215 orang, Alhamdulillah hari ini kita melakukan Ekspor Perdana Ikan Segar 79,332 Ton dari Kota Tanjungbalai ke Negara China dan berharap hal ini akan terus meningkat, kata Syahrial.

“Untuk itu, saya mengimbau kepada para unit pengolahan ikan yang memang tujuannya ekspor dapat berkontribusi dalam mensejahterakan nelayan dengan peningkatan harga beli dari nelayan. Kita juga berharap peluang ini dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Tanjungbalai yang tentunya akan berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat. Kita akan buka peluang pelatihan buat tenaga kerja baru dibidang pengolahan ikan yang didukung oleh perusahaan guna mendapatkan SDM yang terampil dan saya juga berharap hal ini didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI,” ujar Syahrial. (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan

error: