Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Ibu, Waspadai Gejala Pneumonia Pada Anak
Search
Jumat 18 Oktober 2019
  • :
  • :

Ibu, Waspadai Gejala Pneumonia Pada Anak

Starberita – Jakarta, Tak cuma orang dewasa, penyakit radang paru atau pneumonia pada anak dan bayi sangat mungkin bisa terjadi. Bahkan, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), pneumonia adalah penyebab utama pada 16 persen dari seluruh kematian balita di dunia.

Masyarakat yang tinggal di lingkungan dengan sumber daya terbatas wajib waspada karena berisiko tinggi terkena penyakit ini. Tak main-main, penyakit ini bisa menyebabkan komplikasi serius bila terlambat ditangani.

Seperti dijelaskan dr Mitish Basant Adnani, BMedSc, MSc, pneumonia dapat disebabkan oleh berbagai agen infeksius, termasuk virus, bakteri, dan jamur. Sarana penularannya pun beragam, salah satunya melalui cairan (droplet) saat penderita batuk atau bersin.

Paru-paru manusia pada dasarnya terbentuk dari banyak kantong kecil (alveoli) yang akan terisi udara saat Anda bernapas. “Nah, pada individu yang mengalami pneumonia, alveoli-nya akan terisi dengan nanah dan cairan. Ini membuat pernapasan menjadi sesak dan asupan oksigen berkurang,” kata dr. Nitish.

Gejala pneumonia pada anak

Secara umum, gejala pneumonia pada anak akibat infeksi virus dan bakteri tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pada anak di bawah usia 5 tahun dengan batuk dan atau sesak napas, pneumonia bisa didiagnosis melalui adanya pernapasan cepat atau tarikan pada dinding dada bawah saat bernapas.

Mengi juga bisa muncul sebagai gejala pnemonia pada anak yang disebabkan oleh virus. Anak yang mengalami sakit berat juga dapat menunjukkan adanya kesulitan makan atau minum saat mengalami kondisi ini.

Disisi lain, gejala pneumonia pada anak dan orang dewasa juga tidak terlalu berbeda. Berikut gejala pneumonia yang bisa diperhatikan pada anak-anak:

  • Demam
  • Batuk non-produktif (tidak berdahak)
  • Batuk produktif (berdahak)
  • Tarikan napas cepat
  • Mengi
  • Susah makan
  • Sputum purulen (kekuningan)
  • Nyeri dada pleuritik (dipengaruhi oleh pernapasan)
  • Menggigil

Selain itu, dapat juga ditemukan bahwa orang dengan pneumonia dengan keluhan nyeri kepala, mual, muntah, diare, mialgia (nyeri otot), arthralgia (nyeri sendi), serta kelelahan.

Mencegah pneumonia pada anak

Penyakit ieksi paru-paru ini dapat menyebabkan gangguan serius pada anak, bahkan berakibat fatal, terutama untuk anak di bawah usia 5 tahun. Karena itu, Anda harus melakukan beragam tindakan pencegahan pada anak Anda. Beberapa tindakan yang bisa Anda lakukan antara lain:

·         Imunisasi

Imunisasi merupakan cara paling efektif untuk mencegah pneumonia. Beberapa imunisasi itu adalah imunisasi Hib (haemophilus influenzae tipe B), vaksin campak, serta vaksin pertusis (batuk rejan) atau DPT (difteri, pertusis, dan tetanus).

·         Nutrisi yang cukup

Pemenuhan nutrisi adalah kunci agar si Kecil mempunyai daya tahan tubuh yang kuat. Untuk itu, berikan ASI ekslusif pada bayi di 6 bulan pertama kehidupan. Untuk anak yang MPASI dan yang lebih besar, variasikan makanan sehat, seperti ikan, daging, nasi, buah, sayur, dan susu untuk kecukupkan kebutuhan gizinya.

·         Menerapkan perilaku hidup sehat dan bersih

Perilaku hidup sehat dan bersih sangat penting dalam pencegahan pneumonia pada anak. Biasakan untuk selalu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebelum makan. Kebiasaan ini tidak hanya untuk anak, tapi juga Anda dan orang-orang yang bersentuhan dengan si Kecil.

Selain itu, jauhkan anak dari asap rokok atau polusi udara. Pastikan kebersihan rumah dan ventilasi udara baik, serta olahlah makanan secara bersih.

Gejala pneumonia pada anak perlu diketahui orang tua agar dapat segera dikenali dan dilakukan tindakan pencegahan. Jika Anda melihat gejala tersebut pada anak, segera bawa si Kecil ke dokter atau rumah sakit terdekat. Penanganan yang cepat dan tepat dapat menghindarkan anak Anda dari komplikasi yang lebih serius. (sbc-02/kdc)

 




Tinggalkan Balasan

error: