Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – BBKSDA dan Polda Sumut Paparkan Barbut Satwa Dilindungi
Search
Jumat 18 Oktober 2019
  • :
  • :

BBKSDA dan Polda Sumut Paparkan Barbut Satwa Dilindungi

Starberita – Medan, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) yang bekerja sama dengan Subdit IV Poldasu mengungkapkan terkait kepemilikan barang bukti (barbut) satwa dilindungi, yakni tiga ekor Binturong (Arctictis Binturong), kulit Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae), dan kulit Cloud Leopard (Neofelis Diardi Diardi) atau yang lebih dikenal dengan Macam Dahan Sumatera.

Menurut Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi, penangkapan seorang tersangka dalam kasus kepemilikan tiga ekor Binturong tersebut merupakan sebuah pelanggaran berat. Sebab, katanya, populasi satwa tersebut kini mulai mengalami penurunan, bahkan rentan punah.

“Bintorung ini sangat-sangat rentan untuk punah,” kata Hotmauli saat paparan di Kantor BBKSDA Sumut, Jumat (30/8/2019) siang.

Karena jumlah populasinya mulai menurun, Hotmauli pun beranggapan, dengan memisahkan Binturong dari habitat aslinya di hutan, ditakutkan akan berdampak terhadap kerusakan ekosistem hutan serta fauna yang ada di hutan liar.

“Walaupun niat tersangka hanya sekadar untuk memelihara hewan ini, tapi itu merupakan pelanggaran berat yang memiliki sanksi berat,” tegasnya.

Lebih lanjut Kanit 3 Subdit IV Poldasu, AKP Wira Prayatna mengatakan bahwa kasus kepemilikan tiga ekor Binturong tersebut berawal dari sebuah grup di media sosial (Facebook), yang khusus menjual satwa. Kemudian tim Subdit IV Poldasu pun melakukan penelusuran di grup tersebut serta melakukan komunikasi jual-beli dengan tersangka.

Janji temu untuk transaksi hewan dilindungi itu pun disepakati kedua belah pihak. Di lokasi, tim Subdit IV Polda Sumut menemukan tiga ekor Binturong tersebut dari kediaman tersangka. Bahkan, katanya, tersangka juga tak memiliki dokumen-dokumen izin kepemilikan satwa dilindungi itu.

“Kita berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial AA. Ini kita masih pengembangan. Memang modus dia ini melakukan perdagangan satwa, melalui Facebook dan akun Facebook-nya masuk ke dalam grup jual-beli satwa. Tapi di dalam grup itu menjual satwa-satwa tidak dilindungi. Dari situ kita kemudian melakukan cek di TKP dan menemukan Binturong ini. Tersangka mengaku mendapatkan hewan itu dari kenalannya yang ada di Aceh,” sebut Wira.

Selain Bintortung, Subdit IV Poldasu juga memaparkan terkait barang bukti kulit Harimau Sumatera dan Macam Dahan Sumatera. Dimana kasus tersebut mereka ungkap beberapa waktu lalu, dan kini tersangkanya telah wafat.

“Kami juga mengungkap kasus kepemilikan dua kulit macan yang berbeda jenis. Ini kami dapat dari seseorang yang berada di Langkat, tersangka atas nama Wito. Namun tersangkanya sudah wafat karena sakit,” terang Wira. (sbc-05)




Tinggalkan Balasan

error: