Search
Selasa 7 Juli 2020
  • :
  • :

Terungkap, Puskesmas di Medan Banyak Tak Layak

Starberita – Medan, Keberadaan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Medan banyak yang tidak layak, mulai dari kondisi fisiknya yang memprihatinkan, letak lokasi yang masuk ke gang hingga keberadaannya yang rawan kejahatan.

Hal ini terungkap dalam rapat pembahasan R-APBD Kota Medan TA 2020 antara Komisi II DPRD Kota Medan bersama Dinas Kesehatan dan seluruh Kepala Puskesmas di Kota Medan, Senin (26/8/2019) yang dipimpin Ketua Komisi, Bahrumsyah.

Awalnya, rapat pembahasan berjalan biasa saja, sejumlah Kepala Puskesmas tampak malu-malu saat dipersilahkan untuk menyampaikan program dan keluh kesahnya. “Kami perlisahkan. Tidak perlu takut menyampaikan program yang memang diperlukan di lapangan,” pinta Bahrumsyah.

Bahkan, permintaan itu dikuatkan anggota Komisi II, Jumadi. “Kami sengaja menghadirkan semuanya. Kami ingin melihat, apakah anggaran yang ada ini dibuat tim anggaran atau memang didapatkan dari usulan bawah (Puskesmas, red),” kata Jumadi.

Alokasi anggaran sebesar Rp147 miliar untuk Puskesmas ini, pinta Jumadi, bisa terserap dengan maksimal.

Mendapat ajakan dari Komisi II, satu persatu Kepala Puskesmas mulai menyampaikan program serta keluh kesahnya.

Kepala Puskesmas Sei Agul, dr Nurainun Lubis, mengaku mengajukan anggaran Rp2 miliar lebih di R-APBD 2020. “Bangunan Puskesmas kami saat ini berupa rumah. Kami mengharapkan Puskesmas dibangun kembali. Saat ini juga satu ruangan lima staf,” ungkap Nurainun.

Nurainun mengaku, pembangunan Puskesmas sudah diajukan, namun sampai sekarang belum terealisasi. “Kami juga memerlukan Satpam laki-laki, karena seluruh personil di Puskesmas saat ini perempuan,” katanya.

Senada dengan itu Kepala Puskesmas Simpang Limun, drg Susi, mengaku kondisi Puskesmas yang dipimpinnya tidak layak, karena lokasinya berada di pasar tradisional.  “Lokasinya kerap banjir dan bau. Kondisi ini setiap hari kami dirasakan,” katanya.

Susi juga mengaku, pihaknya telah mengajukan relokasi, tapi belum juga dilakukan. “Kami juga berharap ada penambahan Petugas Harian Lepas (PHL) untuk perekam medik,” katanya.

Sementara Kepala Puskesmas Helvetia, dr Zulheri, menyampaikan kondisi bangunan Puskesmas yang dipimpinnya merupakan bangunan tua.

“Posisi gedung Puskesmas kami di Jalan Kemuning, di dalam gang. Kami sudah mengajukan penambahan daya listrik, namun pihak PLN tidak bersedia menyambungkan aliran listriknya karena beralasan bangunan sudah tua,” katanya.

Sedangkan Kepala Puskesmas Kampung Lalang, dr Apida, mengatakan akses menuju Puskesmas sangat memprihatinkan. Selain rawan banjir, lokasi Puskesmas juga rawan rampok dan dan maling. “Sepeda motor juga berhilangan, pintu dan jendela pun diambil maling,” jelasnya.

Sejumlah Kepala Puskesmas mengharapkan keinginan yang disampaikan bisa direalisasikan pada 2020. (sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: