Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Anggaran Pemprovsu Tidak Berpihak Pada Pendidikan?
Search
Kamis 19 September 2019
  • :
  • :

Anggaran Pemprovsu Tidak Berpihak Pada Pendidikan?

Starberita – Medan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) sangat menyangkan minimnya perhatian Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) terhadap dunia pendidikan. Hal ini terbukti minimnya alokasi anggaran untuk pengadaan sarana dan prasarana di SMA/SMK yang ada di provinsi ini.

“Saat ini komputer adalah hal yang pokok bagi dunia pendidikan, karena pada saat ujian nasional berbasis komputer (UNBK) setiap sekolah harus memakai komputer. Namun sampai saat ini masih ada SMA/SMK seperti di Kabupaten Asahan, Tapanuli dan Karo yang belum lengkap dan masih meminjam dengan sekolah lain,” kata Ketua Komisi E DPRD Sumut Robert Lumbantobing kepada wartawan di Medan, Rabu (21/8/2019).

Robert menungkapkan, sejak peralihan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi, perhatian Pemprovsu terhadap dunia pendidikan semakin memperihatinkan. Karena masih ada SMA/SMK yang tidak tersedia komputer dan bahkan meminta bantuan kepada wali murid atau meminjam ke sekolah lain.

“Sementara ketika ujian akhir harus menggunakan komputer. Seharusnya dalam rangka untuk Sumut bermartabat, pendidikannya juga harus bermartabat dan dijadikan skala prioritas pembangunan Gubsu Edy Rahmayadi dan Wagubsu Musa Rajeckshah,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Robert, pihaknya selalu mendesak Kepala Dinas Provsu agar menganggarkan pengadaan komputer untuk 700 SMA/SMK di Sumut dan menjadikan skala prioritas dalam pengajuan anggaran.

“Kita tidak tahu apakah Kadisdik Sumut memahami permasalahan yang sedang dihadapi atau tidak dan sangat malu dengan kabupaten/kota yang memberikan perhatian dengan SMP masing-masing. Mereka mengucurkan BOS daerah untuk pengadaan sarana dan prasarana termasuk komputer, ini menunjukkan bahwa kabupaten/kota konsen dengan dunia pendidikan dan menjadikan skala prioritas,” cetusnya.

Untuk itu, masih kata Robert yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD Partai Gerindra Sumut, pihaknya mendesak Gubsu Edy Rahmayadi agar konsen dan perduli dengan dunia pendidikan dengan cara tidak merasionalisasi anggaran untuk permasalahan yang dihadapi SMA/SMK di Sumut.

“Dan di P APBD tahun 2019 kalau tidak salah hanya 85 sekolah yang dianggarkan dengan rincian 1 sekolah mendapatkan 5 unit komputer. Tentunya kita sangat prihatin dan belum berpihak kepada rakyat,” tuturnya.

Menurut Robert, permasalahan ini bisa segera terselesaikan dengan cara menganggarkan di P  APBD tahun 2019 untuk sekian ratus sekolah dan sekian ribu unit, begitu juga di APBD 2020.

“Saya yakin dalam 2 tahun kedepan, permasalahan ini sudah selesai. Sehingga ketika pelaksanaan UNBK, SMA/SMK di Sumut tidak ada lagi kendala. Ini tidak, disatu sisi untuk penanaman modal Bank Sumut dimasukkan pada APBD Tahun 2020 berkisar Rp200 miliar. Padahal tidak menjadi skala prioritas. Sementara untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan dibutuhkan rakyat, tidak menjadi skala prioritas,” tandasnya. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: