Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Mahasiswa Papua ‘Serbu’ Kantor DPRD Sumut
Search
Kamis 19 September 2019
  • :
  • :

Mahasiswa Papua ‘Serbu’ Kantor DPRD Sumut

Starberita – Medan, Puluhan mahasiswa asal Papua yang menimba ilmu di Kota Medan menggelar aksi demo di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Jalan Imam Bonjol Medan, Senin (19/8/2019).

Dalam aksinya, mahasiwa menuntut tindakan diskriminasi dan rasisme terhadap orang Papua dihentikan dan meminta Kapolri dan Pemda Surabaya atas kejadian pengepungan asrama mahasiswa.

Hal itu disampaikan massa menanggapi aksi pengepungan terhadap asrama mahasiswa Papua di Surabaya yang dilakukan aparat kepolisian dan ormas baru-baru ini. Tindakan tersebut dinilai bentuk kesewenang-wenangan dan diskriminasi terhadap warga Papua, bahkan ada ujaran bernada rasisme saat kejadian tersebut

Koordinator aksi Domiel Wandik Purba mengatakan, warga Papua hingga saat ini terus mendapat diskriminasi dan rasisme. Tidak hanya itu, beliau juga menyinggung adanya nyanyian-nyanyian ‘usir Papua’ dalam aksi pengepungan tersebut.

“Kalau mau mengusir orang Papua, kami dengan senang hati siap pulang, tapi dengan catatan, yang bukan orang Papua di sana (Papua) juga harus balik. Kita mahasiswa Papua baru ini ke luar ke kota studi, sedangkan orang Surabaya dari program transmigrasi puluhan tahun lalu, kami menampung mereka hingga mereka sekarang mendapat kekayaan,” ujarnya.

Ia menyayangkan aksi pengepungan terhadap asrama mahasiswa Papua di Surabaya tersebut menutup ruang demokrasi mahasiswa Papua hingga aksi rasisme terhadap kelompok mahasiswa Papua.

“Polri dan Pemda Surabaya harus bertanggungjawab dengan tindakan sewenang-wengan pengepungan asrama mahasiswa Papua. Indonesia gagal karena sudah 74 tahun tidak berhasil menghentikan diskriminasi dan rasisme terhadap warga Papua. Kami merasa bagian dari republik ini tapi dengan adanya beberapa kejadian seperti di Surabaya dan Malang, kami merasa kami buka lagi bagian dari republik ini,” ujarnya.

Sementara orator lainnya menyampaikan, untuk permasalahan ini, seluruh pihak harus berbicara bersama-sama. Jangan sampai masyarakat sipil menjadi korban.

“Kalau kami dibeda-bedakan, berikan kami kebebasan. 74 tahun indonesia berdiri tapi tidak mampu membunuh virus rasisme,” ujarnya.

Masa juga menuntut Presiden Joko Widodo untuk melihat persoalan yang dihadap papua dengan mata dan hati, banyaknya kasus pelanggaran HAM terjadi di Papua namun tidak pernah terselesaikan.

“Selesaikan masalah perjuangan kemerdekaan Papua Barat, sudah banyak korban,” katanya membacakan tuntutan.

Aksi mahasiswa tersebut diterima Wakil Ketua Komisi A DPRD Sumut, Brilian Mokhtar seraya mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi aksi damai yang dilakukan mahasiwa Papua.

Brilian berjanji akan menyampaikan tuntutan para mahasiswa itu ke Istana Negara, Polri, Mabes TNI dan pihak terkait lainnya. Ia juga meminta para mahasiswa untuk menjaga kondusifitas bangsa.

“Kalau ada oknum yang melakukan diskriminasi atau rasisme, laporkan. Kita minta kasus yang terjadi di Surabaya agar ditindaklanjuti, Pak Kapolri harus mengawasi pelaksanaan penegakan hukum. Tidak boleh sampai terjadi pengepungan itu,” tegasnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut juga meminta agar para mahasiswa Papua yang sedang berkuliah di Medan dan kota-kota studi lainnya di Indonesia, tidak pulang ke Papua sebelum menyelesaikan studinya dan kembali ke daerah maupun menetap di kota studi untuk bersama membangun negara. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: