Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Musim 2019-2020, Jadi Momen Kebangkitan Real Madrid?
Search
Sabtu 19 Oktober 2019
  • :
  • :

Musim 2019-2020, Jadi Momen Kebangkitan Real Madrid?

Starberita – Jakarta, Real Madrid menjalani musim 2018-2019 dengan performa yang benar-benar buruk. Diunggulkan untuk bisa bersaing dengan sang rival abadi, Barcelona, di seluruh kompetisi, Los Blancos –julukan Madrid– justru melempem.

Di Liga Champions, kompetisi yang didominasi Madrid dalam tiga musim terakhir, kiprah mereka hanya sampai babak 16 Besar. Secara mengejutkan Madrid disingkirkan oleh tim kuda hitam, Ajax Amsterdam, dengan agregat 3-5.

Sementara di ajang Copa del Rey 2018-2019, Madrid sebenarnya tampil cukup menjanjikan hingga berhasil mencapai semifinal dan berhadapan dengan Barcelona. Namun sayang, Madrid kembali menerima hasil negatif dengan takluk secara agregat 1-4 dari Blaugrana –julukan Barcelona.

Di Liga Spanyol, kiprah Madrid tidak jauh berbeda. Bahkan Madrid sempat terlempar dari posisi enam besar untuk pertama kali dalam sekian puluh tahun. Beruntung pada akhirnya, Madrid mampu finis di posisi ketiga pada klasemen akhir Liga Spanyol 2018-2019 di bawah Atletico Madrid dan Barca.

Buruknya penampilan Madrid di sepanjang musim 2018-2019 sampai-sampai membuat manajemen memecat pelatih mereka sebanyak dua kali. Sosok pertama yang menjadi korban adalah Julen Lopetegui yang digantikan oleh Santiago Solari.

Akan tetap, kiprah Solari menjadi pelatih Madrid hanya berumur empat bulan. Posisinya sebagai juru taktik Madrid pun diberikan kepada sosol lama, yakni Zinedine Zidane. Hadirnya Zidane pun membuat sejumlah perombakan pada skuad Madrid terutama di bursa transfer musim panas 2019.

Terhitung terdapat lima wajah baru yang didatangkan Zidane untuk memperkuat skuad mereka di musim 2019-2020. Kelima pemain tersebut ialah Rodrygo (Santos FC), Ferland Mendy (Olympique Lyon), Eder Militao (FC Porto), Luka Jovic (Eintracht Frankfurt), dan Eden Hazard (Chelsea).

Hadirnya wajah-wajah baru tersebut pun membuat para Madridista –sebutan pendukung Madrid– kian tak sabar menantikan kiprah tim kesayangannya di musim baru nanti. Terlebih dengan adanya sosok Zidane di pinggir lapangan yang memang berjasa membawa Madrid meraih kesuksesan dalam beberapa tahun terakhir.

Gaya Bermain yang Dianut

Kembalinya Zidane sebagai juru taktik Madrid pun diyakini membuat gaya bermain Los Merengues –julukan Madrid– yang sempat hilang, yakni mengandalkan serangan balik yang cepat dengan menggandalkan kecepatan sayap mereka.

Bahkan pada musim 2017-2018 ketika Madrid masih dibesut Zidane, menurut catatan dua dari lima pemain dengan tertinggi didapatkan oleh winger mereka, Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Yang mana Ronaldo dengan rating terbaik, yakni 7.94, diikuti oleh Bale dengan nilai 7.49.

Pada musim ini, Zidane tetap memiliki banyak pilihan untuk mengembalikan gaya bermainnya tersebut. Ya, Zidane hanya tinggal memilih beberapa nama macam Bale, James Rodriguez, Marco Asensio, Lucas Vazquez, Vinicius Junior, dan tentunya Hazard, untuk mengisi sisi kanan dan kiri di lini depan mereka.

Pola tersebut sudah coba diterapkan kembali juru taktik asal Prancis tersebut dalam sejumlah laga ujicoba yang mereka jalani di pramusim 2019-2020, salah satunya pada saat mereka menang 5-3 atas Fenerbahce di ajang Audi Cup.

Komposisi Pemain Real Madrid di Musim 2019-2020

Komposisi pemain yang dimiliki Madrid untuk menyambut musim baru memang cukup membuat para pendukung mereka tersenyum lebar. Sebab sejumlah rekrutan anyar yang dilakukan Madrid diyakini mereka bakal membuat skuad tim kesayangannya itu bakal lebih kuat.

Nama-nama macam Jovic, Mendy, dan Hazard diyakini mampu mengembalikan kejayaan Madrid yang memang sempat sirna sepanjang musim lalu. Terlebih ketiga pemain tersebut memang memiliki catatan menjanjikan di musim lalu.

Mendy contohnya, fullback kiri yang direkrut Madrid dari Lyon dengan mahar sebesar 48 juta euro atau sekira Rp768 miliar berhasil menyumbangkan masing-masing tiga gol serta asis untuk Lyon sepanjang musim lalu. Catatan yang cukup menjanjikan untuk ukuran pemain bertahan.

Catatan tidak kalah impresif juga ditorehkan Jovic bersama Frankfurt di musim lalu. Ya, penyerang berusia 21 tahun tersebut tampil begitu tajam di lini depan Frankfurt dengan menorehkan 21 gol dari total 48 laga. Wajar jika manajemen Madrid membelinya dengan mahar hingga 60 juta euro atau sekira Rp960 miliar.

Satu nama yang amat dinantikan kiprahnya adalah Hazard. Ya, pemain ini diharapkan bisa menjadi obat rindu Madrid seusai kepergian Ronaldo ke Juventus pada musim panas 2019. Harapan pendukung Madrid untuk bisa ketajaman Hazard sendiri bukan tanpa alasan, mengingat ia memang sudah menjadi mesin gol Chelsea dalam beberapa musim terakhir.

Pada musim lalu saja, Hazard mampu menjadi pencetak gol terbanyak Chelsea dengan catatan 21 gol dari 52 penampilannya bersama The Blues –julukan Chelsea. Ketiga nama tersebut pun diharapkan bisa langsung menyatu dengan sosok-sosok senior macam Toni Kroos, Luka Modric, Karim Benzema, Casemiro, dan Marcelo Vieira.

Formasi Andalan Zidane Bersama Madrid di Musim 2019-2020

Dalam beberapa laga ujicoba pramusim 2019-2020, Zidane memang beberapa kali melakukan eksperimen dengan memasang formasi 4-4-2 dan 4-5-1. Akan tetapi, sejumlah performa kurang menjanjikan justru ditampilkan Madrid kala menerapkan dua formasi tersebut.

Dengan fakta tersebut, Zidane pun diyakini bakal tetap menerapkan formasi 4-3-3 di sepanjang musim 2019-2020. Zidane bakal menaruh kepercayaan dalam mengawal gawang mereka kepada Thibaut Courtois.

Sementara untuk empat pemain bertahan yang berada di depan Courtois, Zidane bakal tetap memberikan pos tersebut kepada Dani Carvajal, Sergio Ramos, Raphael Varane, dan Marcelo. Di lini tengah nama-nama seperti Casemiro, Modric dan Kroos diyakini bakal tetap jadi pilihan utama Zidane.

Perubahan signifikan bakal hadir di lini depan Madrid pada musim depan. Nama Bale yang dalam beberapa tahun terakhir selalu jadi pilihan tampaknya takkan memiliki waktu bermain yang banyak pada musim 2019-2020.

Sebab, Zidane tampaknya bakal lebih mempercayai Vinicius atau Asensio –jika sudah sembuh dari cedera ACL– untuk mengisi posisi yang dihuni sebagai penyerang sayap di sisi kanan. Sementara untuk pos ujung tombak, Benzema yang selama ini tanpa pesaing kini harus berjuang lebih keras untuk mengamankan posisinya, karena hadirnya Jovic.

Sedangkan untuk posisi penyerang sayap di sebelah kiri, Zidane tampaknya bakal memberikannya kepada Hazard. Kapten Timnas Belgia tersebut diyakini bakal mendapatkan waktu bermain yang relatif banyak, mengingat besarnya harapan kepadanya sebagai mesin pencetak gol baru Madrid.

Prakiraan Formasi Real Madrid di Musim 2019-2020:

Real Madrid (4-3-3): Thibaut Courtois; Dani Carvajal, Sergio Ramos, Raphael Varane, Marcelo Vieira; Casemiro, Luka Modric, Toni Kroos; Vinicius Jr/Marco Asensio, Karim Benzema/Luka Jovic, Eden Hazard.

Pelatih: Zinedine Zidane

Stadion: Santiago Bernabeu

Kapasitas: 81,044. (sbc-02/okz)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: