Search
Selasa 4 Agustus 2020
  • :
  • :

Reki: Kejadian Paskibra Di Labuhan Batu Tidak Manusiawi

Starberita – Medan, Peristiwa seorang anak Pasukan Kibar Bendera (Paskibra) yang tercoret namanya karena digantikan oleh seorang anak yang diduga orang tuanya pejabat atau orang berpengaruh yang tak pernah mengikuti tahapan seleksi merupakan preseden buruk bagi dunia pendidikan di Kabupaten Labuhan Batu dan Paskibra itu sendiri.

“Kita merasa prihatin dengan peristiwa yang memalukan ini. Seorang anak yang sudah mengikuti tahapan seleksi Paskibra dari awal sampai akhir dan telah masuk namanya dalam daftar Paskibra, ternyata digantikan dengan seorang anak yang tak pernah ikut seleksi,” kata Anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Reli Nelson Barus kepada wartawan di Medan, Kamis (15/8/2019).

Menurut Reki, panitia harus menjelaskan alasan krusial terjadinya peristiwa ini dan harus mempertanggungjawabkannya. Pasalnya, peristiwa ini akan membawa dampak psikologis yang tidak baik bagi siswa yang dicoret namanya tersebut.

“Karena untuk masuk dalam satuan Paskibra tidaklah mudah. Seorang siswa harus mengikuti tahapan seleksi yang begitu selektif dan ketat. Sehingga menjadi kebanggaan yang luar biasa bagi anak dan orang tua jika bisa lulus dalam tahapan dan masuk dala satuan Paskibra,” cetusnya.

Reki juga mengungkapkan bahwa peristiwa yang terjadi di Kabupaten Labuhan Batu ini dinilai sangat tidak manusiawi. Dinas Pendidikan Labuhan Batu, kalau perlu Sekretaris Daerah dan bahkan Bupati harus memanggil panitia untuk meminta alasan mengapa mereka mengeluarkan siswa yang telah tercantum namanya didalam daftar Paskibra dan digantikan dengan yang tidak pernah mengikuti tahapan seleksi.

“Pemkab Labuhan Batu harus memanggil panitia seleksi untuk meminta alasan mengapa peristiwa ini terjadi. Dan peristiwa ini akan berdampak pada ketidakpercayaan siswa dan orang tua terhadap seleksi Paskibra yang tentunya akan berdampak buruk bagi Kabupaten Labuhan Batu,” pungkasnya. (sbc-03)




Tinggalkan Balasan

error: