Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Manfaat Kayu Secang untuk Diet Penderita Hipertensi & Diabetes
Search
Minggu 15 Desember 2019
  • :
  • :

Manfaat Kayu Secang untuk Diet Penderita Hipertensi & Diabetes

Starberita – Jakarta, Apakah Kamu pernah mendengar tentang kayu secang? Tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional di banyak negara ini memiliki nama latin Caesalpinia sappan. Kalau Kamu atau orang-orang terdekatmu menderita diabetes atau hipertensi, maka tanaman herbal ini bisa menjadi pilihan untuk dikonsumsi. Pasalnya, manfaat kayu secang untuk diet penderita hipertensi dan diabetes adalah mampu menurunkan tekanan darah dan gula darah!

Apa Itu Kayu Secang?

Kayu secang banyak tumbuh pada ketinggian rendah hingga sedang di Tiongkok, India, dan Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia, dengan curah hujan berkisar dari 7004,300 mm dan suhu rata-rata 24-28°C.

Pohonnya kecil, berduri, bisa mencapai sekitar 6-9 m, dan memiliki diameter sekitar 15-25cm. Masa hidup kayu secang cukup pendek, yaitu sekitar 7-8 tahun. Kayu secang berwarna merah oranye, keras, sangat berat, serta memiliki tekstur yang halus dan rata. Bunganya sendiri berwarna kuning.

Karena manfaatnya sangat banyak, maka tumbuhan ini tidak hanya bisa ditemukan di alam liar, melainkan juga sudah dibudidayakan oleh beberapa negara. Bagian inti atau “jantung” dari kayu secang lah yang biasa dipanen dan dipotong-potong ketika sudah berusia 1-2 tahun. Nantinya, bagian tengah kayu secang ini akan diiris-iris tipis lalu dikeringkan. Setelah kering, akan diolah menjadi obat atau direbus untuk diminum.

Ada banyak panggilan bagi tanaman herbal ini. Di Aceh, kayu secang disebut seupeueng. Masyarakat Sunda, Madura, dan Jawa sendiri tetap menyebutnya secang. Sedangkan masyarakat Gayo, Bugis, dan Sasak memanggilnya dengan nama sepang. Sedikit mirip, di Toba, kayu secang dipanggil dengan nama sopang dan di Makassar dipanggil sapang. Sementara dalam bahasa Inggris kayu secang disebut sappanwood dan di Jepang ini disebut suou.

Apa Saja Kandungan Kayu Secang?

Ada banyak sekali kandungan kayu secang yang berkhasiat bagi tubuh. Kandungan tersebut antara lain brazilin, alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, brasilein, terpenoid, fenil propana, antrakinon, asam galat, kardenolin, delta-a phellandrene, resin, minyak atsiri, resorsin, dan oscimene. Selain itu, kayu secang juga mengandung sappanchalcone dan Caesalpin P.

Kegunaan Kayu Secang di Berbagai Negara

Seperti disebutkan dalam poin sebelumnya, inti kayu secang digunakan untuk berbagai masalah kesehatan. Bagian ini berguna untuk anti-anafilaksis, anti-koagulan, anti-inflamasi, stimulasi imun, serta menstimulasi enzim glutamate piruvar transaminase dan tyrosinase.

Namun, fungsinya tidak hanya sampai di situ. Daun dari kayu secang berfungsi sebagai anti-bakteri dan anti-jamur. Batangnya berguna untuk anti-tumor, menghambat enzim phosphodiesterase, serta mengentalkan semen. Sementara itu, kulit kayu secang berfungsi sebagai anti-virus.

Kayu secang dapat ditemukan dalam bahan-bahan pembuatan obat. Salah satunya pada obat Lukol, yang diminum untuk mengobati keputihan serta untuk menghentikan perdarahan setelah pemasangan IUD.

Di India, tanaman ini menjadi bahan pembuatan pasta gigi dan produk untuk gigi lainnya. Kandungan astringen dan hemostatik di dalamnya mampu menghentikan perdarahan pada gusi dan memperkuat gusi.

Di Yunani, kayu secang yang sangat pahit ini digunakan untuk menghentikan perdarahan pada dada dan paru-paru, menyembuhkan luka dan borok, memperbaiki warna kulit, serta dikonsumsi oleh para penderita rematik.

Di negara tetangga kita, Malaysia, kayu secang digunakan untuk para wanita yang mengalami gangguan menstruasi dan sebagai obat anti-malaria. Tiongkok juga menggunakan kayu secang untuk mengatasi masalah menstruasi serta menghilangkan racun yang ditimbulkan dari perawatan radiasi dan kemoterapi. Di Filipina, obat tradisional ini digunakan untuk mengatasi masalah anemia. Sedangkan di Jawa, daun kayu secang digunakan sebagai bahan pembuatan jamu.

Menariknya, kayu secang juga digunakan sebagai pewarna tekstil di masyarakat kuno Tiongkok, Jepang, India, dan negara lainnya. Ya, kayu secang merupakan tanaman yang paling banyak digunakan untuk memberikan warna merah pada tekstil dan dipercaya tidak akan mengiritasi kulit. Selain itu, inti kayu secang dulunya juga digunakan untuk mewarnai wine dan daging.

Manfaat Kayu Secang untuk Diet Penderita Hipertensi

Senyawa polifenol aktif dari kayu secang, yakni xanthone, kumarin, chalcone, flavonoid, homoisoflavonoid, dan brazilin, dipercaya dapat menurunkan tekanan darah. Sebuah studi dilakukan di Yogyakarta, Indonesia. Dalam studi, 39 responden dengan kondisi pre-hipertensi diberikan minuman kayu secang untuk melihat efeknya terhadap kadar plasma darah NO (nitrogen oksida) dan tekanan darah. Penderita pre-hipertensi ini memiliki tekanan darah sistolik sebesar 120-139 mmHg dan tekanan darah diastolik sebesar 80-89 mmHg.

Setelah responden mengonsumsi secangkir minuman kayu secang selama 4 minggu, hasil menunjukkan bahwa ada peningkatan kadar plasma NO. Selain itu, minuman kayu secang efektif menurunkan tekanan darah, baik sistolik maupun diastolik. Jadi, tekanan darah para responden dengan pre-hipertensi menurun kembali ke normal.

Meski masih diperlukan penelitian lebih jauh terkait masalah ini, untuk sementara dapat disimpulkan bahwa manfaat kayu secang untuk diet penderita pre-hipertensi maupun penderita hipertensi adalah membantu mengontrol tekanan darah. Namun jika Kamu ingin mengonsumsi kayu secang, sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu.

Manfaat Kayu Secang untuk Diet penderita Diabetes

Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak diderita secara global. Diabetes menjadi 5 penyakit teratas yang merenggut nyawa penduduk di negara yang berpenghasilan tinggi dan mulai menjadi penyakit epidemik di banyak negara dengan tingkat penghasilan menengah ke bawah.

Studi dari Diabetes Prevention Program (DPP) menunjukkan bahwa 10% orang dengan pre-diabetes diperkirakan akan menderita diabetes setiap tahunnya. Tindakan preventif tentunya perlu dilakukan, salah satunya dengan mengonsumsi kayu secang.

Ya, manfaat kayu secang untuk diet berikutnya adalah bagi penderita prediabetes dan diabetes. Berdasarkan penelitian, brazilin yang terkandung dalam kayu secang menunjukkan aksi hipoglikemik yang kuat pada streptozotocin yang diinduksi kepada tikus dengan diabetes.

Kayu secang meningkatkan metabolisme glukosa pada hepatosit, otot-otot soleus, serta dalam jaringan adiposa dari tikus dengan diabetes. Ini juga meningkatkan pengiriman glukosa basal di dalam 3T3L1 fibroblast dan adipocytes. Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa insulin yang menstimulasi pengiriman glukosa tidak terpengaruh kinerjanya.

Salah satu penelitian di 2015 juga menunjukkan bahwa minuman kayu secang dapat menurunkan kadar gula darah puasa pada wanita dewasa yang mengalami pre-diabetes. Namun, ini tidak memengaruhi kadar insulin.

Sedangkan dalam penelitian di tahun 2018, kayu secang juga bisa dimanfaatkan untuk penderita diabetes retinopati, komplikasi dari diabetes melitus yang dapat mengakibatkan kebutaan.

Manfaat kayu secang untuk diet penderita diabetes retinopati adalah dapat menghambat proses angiogenesis karena mengandung senyawa polifenol golongan flavonoid. Jadi, kayu secang bisa digunakan dalam terapi adjuvant pada penderita diabetes retinopati.

Masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait pengonsumsian kayu secang pada penderita prediabetes dan diabetes, apakah ada interaksi dengan zat gizi dan obat yang dikonsumsi. Jadi, sebaiknya konsultasikan kepada dokter untuk informasi yang lebih lengkap.

Itulah penjelasan mengenai kayu secang untuk penderita diabetes dan penderita hipertensi. Semoga bisa membantu Kamu, ya! (sbc-02/gsc)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: