Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/starberi/public_html/index.php:8) in /home/starberi/public_html/wp-content/plugins/post-views-counter/includes/counter.php on line 246
Starberita.com | Cepat & Akurat – Tekan Laju Inflasi Beras, BI Lhokseumawe Perkenalkan Metode Hazton
Search
Kamis 24 Oktober 2019
  • :
  • :

Tekan Laju Inflasi Beras, BI Lhokseumawe Perkenalkan Metode Hazton

Starberita – Lhokseumawe, Salah satu upaya untuk menekan laju inflasi komoditi beras di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Lhokseumawe melaksanakan program pengembangan klaster padi dengan menggunakan metode tanam “Hazton”.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPW BI) Lhokseumawe Yufrizal, pada Rabu (31/7/2019), mengatakan, pelaksanakan program pengembangan klaster padi dengan menggunakan metode tanam Hazton tahun 2019 ini dipusatkan di Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Pihaknya akan memperkenalkan metode Hazton dalam penanaman padi kepada petani sebagai upaya meningkatkan produktivitas padi, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Yufrizal menyebutkan, metode tanam Hazton tempat asalnya Kalimantan Barat, mereka sukses mencatat rekor panen sebesar 16 ton per hektar. Selain itu, terdapat beberapa keunggulan dari metode tersebut diantaranya, relatif tahan terhadap hama keong mas dan orong-orong, bahkan tidak ada penyulaman, dan tidak ada penyiangan

Kemudian ia menyebutkan, umur panen lebih cepat (+15 hari), mutu gabah lebih tinggi (sedikit beras hampa). Hal yang paling berbeda dari “Hazton” dibandingkan dengan metode konvensional lainnya adalah teknik penanaman padi yang menggunakan 20 – 25 bibit perlubang tanam serta penggunaan semaian bibit tua yang sudah berusia 25-30 HSS (Hari Setelah Semai).

Selanjutnya ia menyebutkan, untuk memaksimalkan keberhasilan program tersebut Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lhokseumawe melaksanakan kegiatan Bantuan teknis (bantek) pelatihan teknik budidaya padi dengan Menggunakan Metode “Hazton” kepada para petani diantaranya anggota Poktan Kuala Muda Desa Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe.

Kemudian anggota Gapoktan Ketapang Jaya Desa Mampreh Kecamata Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, selanjutnya petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kota Lhokseumawe dan Kabupaten Aceh Utara.

Ia menyebutkan, pelatihan diikuti oleh 60 orang peserta terdiri dari anggota Poktan, PPL dan instansi terkait, narasumber Anton Kamaruddin yang merupakan Kepala UPT Pembenihan Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Barat yang sekaligus sebagai salah satu penemu/penggagas utama metode Hazton.

Sementara itu Yufrizal, menyampaikan bahwa program yang dijalankan oleh KPw BI Lhokseumawe ini bekerjasama dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe dan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara bertujuan untuk meningkatkan produktivitas padi sehingga pada akhirnya dapat juga meningkatkan perekenomian masyarakat.

“Dengan adanya pelatihan ini diharapkan agar para anggota Poktan dan seluruh peserta dapat lebih memahami mengenai teknik budidaya padi dengan menggunakan metode Hazton, karena metode ini baru dikenal oleh masyarakat Aceh sejak Tahun 2017,”Ungkapnya. (sbc-05/drh)




Tinggalkan Balasan

error: