Search
Jumat 3 Juli 2020
  • :
  • :

Buang Limbah Sembarangan, Perusahaan Didenda Rp50 Juta

Starberita – Medan, Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Medan, Surianto, menyampaikan setiap perusahaan membuang air limbah domestik ke saluran air umum tanpa memenuhi ketentuan baku mutu air limbah akan dikenakan sanksi pidana kurungan 6 bulan atau denda Rp50 juta

“Tapi, kalau orang perorangan yang melakukannya, akan dikenakan sanksi pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp10 juta,” sebut Surianto, saat mensosialisasikan Perda Kota Medan No. 14 tahun 2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Sosialisasi ke XII yang dilaksanakannya di Jalan Paluh Nibuh, Lingkungan 01, Kelurahan Paya Pasir, Keccamatan Medan Marelan, Minggu (28/7/2019).

Pada Pasal 10, sebut pria yang akrab disapa, Butong, ini setiap orang atau badan wajib berusaha melakukan penghematan penggunaan air dalam rangka mereduksi kuantitas air limbah domestik.

Mengelola air limbah domestik, sehingga sesuai dengan kriteria yang berlaku. Memanfaatkan sarana prasarana sistem terpusat (offsite system) bagi yang tinggal di kota atau kawasan yang sudah memiliki sarana prasarana sistem terpusat.

Menyambung sarana dan prasarana terpusat bagi yang tinggal di daerah yang sudah tersedia jaringan perpipaan air limbah dan menaati rencana sanitasi lingkungan yang telah ditetapkan.

Sementara pada Pasal 11, sambung Butong, disebutkan setiap orang atau Badan dilarang melakukan penyambungan kedalam air limbah domestik baik sistem terpusat maupun sistem setempat tanpa izin. Menyalurkan air hujan kedalam jaringan air limbah terpusat atau instalasi pengolahan air limbah domestik setempat.

“Membuang benda-benda padat, sampah dan lain sebagainya yang dapat menutup saluran dan benda-benda yang mudah menyala atau meletus yang akan menimbulkan bahaya atau kerusakan jaringan air limbah domestik terpusat atau instalasi pengolahan air limbah setempat,” terang anggota Komisi B itu.

Didalam Perda juga, tambah Butong, secara jelas dinyatakan dilarang menyalurkan air limbah yang mengandung bahan dengan kadar yang mengganggu dan merusak sistem air limbah terpusat maupun pengolahan air limbah setempat.

“Menyalurkan air limbah domestik ke tanah, sungai dan sumber air lainnya tanpa pengolahan. Menambah atau merubah bangunan jaringan air limbah terpusat maupun setempat tanpa izin. Serta dilarang mendirikan bangunan di atas jaringan air limbah domestik baik sistem terpusat maupun sistem setempat tanpa izin, ” jelasnya.

Karenanya, lanjut Butong, sosialisasi Perda ini  penting guna menyamakan persepsi antara pemerintah, masyarakat dan perusahaan dalam menjaga lingkungan yang bersih.

“Saya berharap kita semua bisa memahami tujuan Perda ini diterbitkan. Sosialisasi Perda ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, kalau Pemko Medan akan mengelola limbah domestik atau tinja yang ada di masyarakat maupun perusahaan, sehingga terciptalah lingkungan yang bersih,” ungkapnya. (sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: