Search
Sabtu 4 April 2020
  • :
  • :

Buang Limbah Sembarangan Didenda Rp10 Juta

Starberita – Medan, Setiap orang membuang air limbah domestik ke saluran perairan umum tanpa memenuhi ketentuan tentang baku mutu air limbah domestik akan dikenai sanksi pidana kurungan paing lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp10 juta.

“Kalau yang membuang limbah adalah badan atau perusahaan akan dikenai sanksi hukuman pidana kurungan 6 bulan atau denda Rp50 juta,” ungkap anggota DRPD Kota Medan, Mulia Asri Rambe, ketika mensosialisasikan Perda Kota Medan Nomor 14 tahun 2016 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik pada Sosialisasi ke XII yang dilaksanakannya di Jalan KL Yos Sudarso KM 14,5, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (28/7/2019).

Pada pasal 9, sebut Bayek (begitu sapaan akrabnya), menegaskan setiap orang dan/atau badan berhak memperoleh pelayanan SPAL Domestik baik sarana prasarana terpusat (offsite system) maupun sarana prasarana setempat.

Memperoleh pelayanan SPAL Domestik terkait dengan operasional dan perawatan secara terjadwal, berperan serta dalam proses perencanaan pengelolaan air limbah baik sistem terpusat maupun sistem setempat, memperoleh informasi tentang kebijakan dan rencana pengelilaan air limbah domestik.

“Pasal 10, setiap orang atau badan wajib berusaha melakukan penghematan penggunaan air dalam rangka mereduksi kuantitas air limbah domestik.Mengelola air limbah domestik sehingga sesuai dengan kriteria yang berlaku. Memanfaatkan sarana prasarana sistem terpusat (offsite system) bagi yang tinggal di kota atau kawasan yang sudah memiliki sarana prasarana sistem terpusat,” jelasnya.

Menyambung sarana dan prasarana terpusat bagi yang tinggal di daerah yang sudah tersedia jaringan perpipaan air limbah dan menaati rencana sanitasi lingkungan yang telah ditetapkan.

Pada pasal 11, sambung Bayek, setiap orang atau badan dilarang melakukan penyambungan kedalam air limbah domestik baik sistem terpusat maupun sistem setempat tanpa izin. Menyalurkan air hujan ke dalam jaringan air limbah terpusat atau instalasi pengolahan air limbah domestik setempat.

“Membuang benda-benda padat, sampah dan lain sebagainya yang dapat menutup saluran dan benda-benda yang mudah menyala atau meletus yang akan menimbulkan bahaya atau kerusakan jaringan air limbah domestik terpusat atau instalasi pengolahan air limbah setempat,” tuturnya.

Karenanya, Bayek, menyarankan kepada masyarakat agar melaporkan jika terjadi pencemaran dan pengrusakan terhadap lingkungan. “Inilah salah satu peran masyarakat dan dalam menciptakan lingkungan tempat tinggal bersih, aman dari limbah domestik, menjaminan atas pelestarian kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Menurut Bayek, air limbah pemukiman penduduk serta limbah pabrik yang ada di sekitar daerah pemukiman warga sudah sangat tidak terkendali, sehingga mengakibatkan aroma tidak sedap selalu muncul yang mengakibatkan lingkungan menjadi kotor. (sbc-02)

 

 




Tinggalkan Balasan

error: